Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gelombang 2 Covid-19 Dan Ambruknya Sistem Kesehatan Kapitalis

Monday, July 12, 2021 | Monday, July 12, 2021 WIB Last Updated 2021-07-11T22:52:33Z

Kety Fiantih (Mahasiswi, Komunitas Annisaa Ganesha)

Kasus Covid-19 sejak Mei 2021 nyatanya masih terus meningkat, tercatat pada 15 Mei 2021 kasus positif telah mencapai 2.385 kasus, hingga meningkat signifikan pada awal Juni telah mencapai 12.000-an kasus yang dilaporkan (Kompas.com). Akibat dari lonjakan kasus tersebut, banyak rumah sakit khususnya di pulau Jawa sudah hampir penuh, hal ini membuat pihak RS mengalami kewalahan saat menangani pasien Covid-19 maupun non-Covid-19. Menurut Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Hermawan Saputra beliau menghimbau pemerintah untuk segera melakukan kebijakan yang radikal, yakni PSBB ketat ataupun lockdown agar lonjakan pandemi ini segera teratasi (CNN Indonesia). Situasi wabah yang makin tidak terkendali menunjukan sistem kesehatan yang diterapkan oleh kepemimpinan kapitalis sudah kolaps, sehingga merambah kedalam masalah sektor lainnya seperti ekonomi dan pendidikan.

Kondisi yang sulit ini sejatinya mencerminkan ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan yang sering dijadikan dalih oleh pemerintah, sehingga menunjukan ketidakmampuan negara dalam meriayah rakyatnya sekaligus menunjukkan hilangnya wibawa kepemimpinan mereka dimata rakyat. Negara memang sudah salah langkah sejak awal ketika dominan menjadikan pertimbangan ekonomi dalam menyikapi wabah yang diperparah lagi dengan penerapan berbagai kebijakan yang kian menjauhkan dari titik terang permasalahan terkait wabah. Lantas bagaimana sepatutnya yang harus dilakukan dalam rangka memutus rantai pandemi ini? Yakni dengan membangun sistem kesehatan yang kuat maka harus ada perubahan sistemis yang mendasar, dimulai dari sistem politik dari kapitalisme ke sistem Islam yang berbasis kesadaran ideologi umat. Dalam hal ini solusi pragmatis harus tetap dijalankan oleh masyarakat, tetapi masih belum cukup, dikarenakan sistem kapitalis dapat memunculkan benturan terhadap kepentingan lain, dengan memanfaatkan kondisi ini yang dapat memberatkan beberapa pihak.

Nyatanya sudah hampir lebih dari setahun permasalahan pandemi ini masih belum mencapai titik terangnya. Hal ini dijadikan sebagai bahan introspeksi agar segera ditetapkan kebijakan lockdown secara tegas dengan tetap memperhatikan kesejahteraan setiap individu. Nyatanya hal tersebut hanya mampu diterapkan apabila sistem negara telah menerapkan syariat islam secara menyeluruh. Karena saat ini negara-negara maju pun tidak ada yang bebas dari ancaman Covid-19. Hal ini mencerminkan sistem kapitalis yang telah gagal dalam mengatasi permasalahan umat, baik itu tanpa adanya wabah, sistem ini hanya berorientasi pada nilai materi dan memandang sebelah mata nilai kemanusiaan.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update