Kety Fiantih (Mahasiswi, Komunitas Annisaa Ganesha)
Kasus Covid-19 sejak Mei 2021 nyatanya
masih terus meningkat, tercatat pada 15 Mei 2021 kasus positif telah mencapai
2.385 kasus, hingga meningkat signifikan pada awal Juni telah mencapai 12.000-an
kasus yang dilaporkan (Kompas.com). Akibat
dari lonjakan kasus tersebut, banyak rumah sakit khususnya di pulau Jawa sudah hampir
penuh, hal ini membuat pihak RS mengalami kewalahan saat menangani pasien
Covid-19 maupun non-Covid-19. Menurut Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat
Indonesia Hermawan Saputra beliau menghimbau pemerintah untuk segera melakukan
kebijakan yang radikal, yakni PSBB ketat ataupun lockdown agar lonjakan pandemi ini segera teratasi (CNN Indonesia).
Situasi wabah yang makin tidak terkendali menunjukan sistem kesehatan yang
diterapkan oleh kepemimpinan kapitalis sudah kolaps, sehingga merambah kedalam
masalah sektor lainnya seperti ekonomi dan pendidikan.
Kondisi
yang sulit ini sejatinya mencerminkan ketidakpatuhan masyarakat terhadap protokol
kesehatan yang sering dijadikan dalih oleh pemerintah, sehingga menunjukan
ketidakmampuan negara dalam meriayah rakyatnya sekaligus menunjukkan hilangnya
wibawa kepemimpinan mereka dimata rakyat. Negara memang sudah salah langkah
sejak awal ketika dominan menjadikan pertimbangan ekonomi dalam menyikapi wabah
yang diperparah lagi dengan penerapan berbagai kebijakan yang kian menjauhkan
dari titik terang permasalahan terkait wabah. Lantas bagaimana sepatutnya yang
harus dilakukan dalam rangka memutus rantai pandemi ini? Yakni dengan membangun
sistem kesehatan yang kuat maka harus ada perubahan sistemis yang mendasar,
dimulai dari sistem politik dari kapitalisme ke sistem Islam yang berbasis kesadaran
ideologi umat. Dalam hal ini solusi pragmatis harus tetap dijalankan oleh
masyarakat, tetapi masih belum cukup, dikarenakan sistem kapitalis dapat
memunculkan benturan terhadap kepentingan lain, dengan memanfaatkan kondisi ini
yang dapat memberatkan beberapa pihak.
Nyatanya
sudah hampir lebih dari setahun permasalahan pandemi ini masih belum mencapai
titik terangnya. Hal ini dijadikan sebagai bahan introspeksi agar segera
ditetapkan kebijakan lockdown secara
tegas dengan tetap memperhatikan kesejahteraan setiap individu. Nyatanya hal
tersebut hanya mampu diterapkan apabila sistem negara telah menerapkan syariat islam
secara menyeluruh. Karena saat ini negara-negara maju pun tidak ada yang bebas
dari ancaman Covid-19. Hal ini mencerminkan sistem kapitalis yang telah gagal
dalam mengatasi permasalahan umat, baik itu tanpa adanya wabah, sistem ini
hanya berorientasi pada nilai materi dan memandang sebelah mata nilai
kemanusiaan.

No comments:
Post a Comment