Pengajar
Bak jamur yang tumbuh di musim penghujan, begitulah gelombang PHK yang terjadi di Kabupaten Bandung. Jumlah pengangguran pun terus meroket tak terkendali. Hal ini disampaikan oleh Bupati Bandung Dadang Supriyatna yang menyatakan bahwa pasca terjadinya Covid-19 angka pengangguran mengalami kenaikan mencapai 8-9 persen.
Pada laman Detiknews.com pada Rabu (26/5/2021). Dadang juga menyampaikan bahwa hal tersebut harusnya mendapatkan perhatian penuh dari pemerintah misalnya dengan membuka kran investasi di Kabupaten Bandung.
Tidak sedikit pihak yang beranggapan bahwa capaian investasi merupakan prestasi yang patut untuk dibanggakan bahkan menjadi solusi bagi ketersediaan lapangan pekerjaan. Namun hal ini nyatanya menyalahi fakta yang ada karena yang melakukan investasi di negeri ini adalah para pengusaha asing yang berusaha meraup keuntungan besar dari hasil usahanya.
Investasi selama ini hanya menjadi sarana bagi pihak swasta atau asing untuk mengeksploitasi sumber kekayaan alam di negeri ini dan terbukti tidak mampu memberikan solusi bagi ketersediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, karena para investor sering kali mendatangkan tenaga kerja dari negara mereka. Kita bisa saksikan bersama betapa banyak tenaga-tenaga asing yang berdatangan ke negeri ini.
Banyaknya jumlah Investor yang masuk nyatanya belum bisa menyelesaikan masalah ketenagakerjaan di negeri ini bahkan cenderung menambah permasalahan-permasalahan yang baru. Seperti, menambah hutang luar negeri, kerusakan-kerusakan lingkungan sehingga rakyat menjadi pihak yang sangat dirugikan.
Namun demikian, investasi ini selalu menjadi hal membanggakan yang selalu ditawarkan oleh para pemangku kebijakan, hal ini tidak lepas dari paradigma yang diambil dalam sistem kapitalis sekuler. Dimana liberalisasi menjadi salah satu tolak ukur dalam menyelesaikan permasalahan. Akibatnya kehidupan umat jauh dari kata sejahtera karena peraturan-peraturan yang diambil dibuat demi kepentingan sang pembuat kebijakan.
Sangat jauh berbeda dengan Islam, sistem ini mampu memberikan solusi bagi seluruh permasalahan dan menjamin kesejahteraan dan keberkahan bagi seluruh umat manusia. Hal ini sebagaimana firman Allah Swt. yang tercantum dalam Al-Qur'an:
“Jika sekiranya penduduk negeri-negeri itu beriman dan brtaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi.”( Q.S Al-A’raf:96).
Islam adalah ideologi sempurna yang aturannya tidak hanya pada aspek ibadah ritual saja, tetapi mempunyai seperangkat aturan yang komperhensif menyangkut permasalahan kehidupan. Termasuk pada aspek ekonomi, Islam memberikan batasan-batasan dan ketetapan yang jelas. Dari mulai masalah kepemilikan, sumber pemasukan negara termasuk pos-pos pengeluarannya diantaranya, pengelolaan negara terhadap sumber daya alam milik rakyat, dan lain sebagainya.
Terkait potensi SDA yang besar, jika dikelola sesuai syariat maka mampu memperbaiki perekonomian yang sedang lesu. Tanpa bergantung kepada investor yang jelas-jelas merugikan umat.
Untuk itu harapan besar umat seharusnya kembali pada sistem Islam yang telah terbukti selama kurang lebih 13 abad lamanya mampu menjadi peradaban yang cemerlang dengan menerapkan Sistem Islam secara kaffah dalam bingkai khilafah. Sebagaimana dicontohkan pada masa pemerintahan Rasulullah, Khulafaur Rasyidin dan para khalifah setelahnya yang mampu menghantarkan kesejahteraan bagi umat dengan berlandaskan ketaatan total pada Allah Swt.
Wallahu a’lami bi as-shawwab.

No comments:
Post a Comment