Kegagalan pemerintah memberangkatkan jamaah haji tahun ini sangatlah fatal.Kegaduhan pun tak bisa terelakan,mulai dari masyarakat bawah hingga para pengamat turut berspekulasi.Ada apa dengan pembatalan haji tahun ini?
Keputusan pembatalan keberangkatan haji oleh kemenag yang terkesan terburu-buru memunculkan banyak dugaan,ada apa dibalik itu semua?Sebab jika alasannya adalah untuk menghindari covid-19,tentu hal demikian tak sesuai dengan kebijakan"new normal "yang akan diberlakukan.
Bandara ,mal,pasar dan sejumlah tempat yang berpotensi menjadi kerumunan,sudah diaktifkan asal menjalankan protokol kesehatan.Sementara pemberangkatan haji malah batal dengan alasan keamanan nyawa.
Dari analisis di atas,ditambah kondisi keuangan yang Morat -marit,semakin menimbulkan tanda tanya besar.Gagalnya pemerintah memberangkatkan jamaah haji tahun ini bukan semata mencederai hak-hak jamaah haji dalam posisinya sebagai "konsumen"melainkan harus dilihat sebagai kegagalan pemerintah dalam memenuhi hal beribadah warga negaranya,jadi persoalan ini harus dianggap sangat serius.
Beginilah jika pemerintah sibuk melakukan asesmen ideologi terhadap warganya,dan Menteri Agamanya sejak awal menjabat sibuk tenggelam pada isu-isu kosmetik Mereka jadi gagal menjamin hak warga negaranya untuk melakukan ibadah haji.Bagi sebuah negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia ,kegagalan ini sangatlah fatal!
Masyarakat masih bertanya -tanya mengapa memutuskan pembatalan sebelum ada kepastian.Sebenarnya reaksi umat yang begitu "keras"Terhadap pembatalan haji bukan sebatas penjelasannya yang tak memuaskan akal mereka .Namun,kebijakan penguasa memang seringkali inkonsisten.Implementasinya yang juga buruk membuat publik kurang percaya terhadap apa yang menjadi putusan pemerintah.Ketakpuasan lahir dari ketakpercayaan.Krisis kepercayaan ini diperkuat dengan maraknya kasus korupsi dan penyelewengan uang rakyat.
Dari sini jelaslah sudah polemik pembatalan keberangkatan haji berasal dari asas suatu negara yang sekuler.Agama dalam sistem Sekuler hanya diposisikan sebagai penguat ekonomi, bukan landasan berjalannya roda pemerintahan.
Jangan sampai rakyat berkali-kali kecewa kepada pemimpinnya karena alasan yang sebenarnya masih bisa diupayakan.
Semakin Rindu KHILAFAH,karena hanya dengan sistem Islam pelaksanaan ibadah haji ini Terjamin.
Sistem pemerintahan Islam itu indah karena menjaga betul pelaksanaan syariat Islam tiap warga negaranya.Selain urusan ibadah rakyat,sistem Islam mewajibkan pemimpin negara untuk sungguh-sungguh mengurusi hajat hidup rakyatnya (raa'in) mulai dar urusan pangan,sandang,dan papan.Negara menjamin kebutuhan pokok rakyat,karena itu adalah amanah besar pemimpin yang akan dihisab oleh Allah SWT kelak di hari kiamat.Wallahua'laam bish shawwab.

No comments:
Post a Comment