Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Petani Budi Daya Ikan Jala Apung Tanjung Raya, Merugi.

Sunday, May 09, 2021 | Sunday, May 09, 2021 WIB Last Updated 2021-05-10T15:54:48Z
Ribuan Ikan Petani Budi Daya Ikan Jala Apung (Keramba) Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Gagal Panen.

Agam, Nusantaranews.net - Tidak ada daya upaya yang bisa kita lakukan jika sudah berbenturan dengan Alam, (Baca-Bencana) bukan yang pertama kali Petani Budi Daya Ikan Jala Apung (Baca-Karamba)  mengalami Kerugian ingga Ratusan Juta Rupiah, akibat Gagal Panen.

Kini Para Petani Budi Daya Ikan Jala Apung, Danau Maninjau Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kembali mengalami Gagal Panen, akibat Ikat Budi Dayanya mengalami  Mati Massal, di usia Produktif Minggu (9/5) kemarin.

Saat di Konfirmasi Nusantaranews.net, Via Cell Minggu (9/5) Camat Tanjung Raya, Handria Asmi, membenarkan, Ikan para Petani Keramba Jala Apung, di Wilayahnya mengalami Mati Massal secara mendadak, di beberapa lokasi di Tanjung Raya.

Sebutnya, Menurut perkiraan Kematian Ikan Keramba Jala Apung, di Kawasan Danau Maninjau ini disebabkan berkurangnya Kadar Oksigen Dalam Air, yang menyebabkan "Belerang" dari Dasar Danau, naik ke Permukaan.

Di samping itu, Hujan lebat yang disertai Angin kencang yang melanda Kecamatan Tanjung Raya, beberapa hati belakangan ini juga salah satu Faktor Penyebab kematian ikan di Keramba Jala Apung, pada Permukaan Air Danau Maninjau, ini "Terangnya.

Lanjutnya lagi, menutut Informasi yang kita dapat, Kematian Ikan KJA di Danau Maninjau, ini terjadi di dua lokasi berbeda yaitu di Wilayah Nagari Koto Malintang, dan Nagari Tanjung Sani.

Ia menambahkan, untuk di Nagari Tanjung Sani ikan KJA jenis Nila yang Mati itu terjadi di Sigiran, dan Sungai Tampang, sedangkan di Nagari Koto Malintang, terjadi di Muko-muko dan sejumlah titik lainnya.

“Saat ini kami masih menunggu informasi dari Penyuluh yang ada di lapangan terkait total Kerugian yang dialami Petani KJA dan jumlah Ikan yang Mati,” ujarnya.

Kendati demikian, Pihaknya menghimbau para Petani KJA untuk melakukan langkah-langkah Penanganan Pasca Kematian Ikan, yaitu menguburkan Bangkai Ikan di Darat dan tidak membuangnya ke Danau.

Hal ini harus dilakukan agar Bangkai Ikan tersebut tidak menyebabkan Pencemaran Udara dan Lingkungan Danau Maninjau.

“Kita Himbau Kepada Petani KJA agar tidak membuang Bangkai Ikan yang Mati ke dalam Danau, karena dapat menggangu dan mencemari Udara dan lingkungan sekitar,”Pungkas Pak Camat mengakhiri.(Bagindo)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update