Ramadhan, bulan yang sangat diberkahi Allah SWT. Bulan yang dimana segala amal kebaikan dilipatgandakan dengan pahala yang besar, bulan yang dimana orang-orang berlomba-lomba dalam mencari keutamaan yang akan hadir di bulan ramadhan. Ini adalah kali tahun kedua dengan suasana ramadhan yang berbeda dari sebelumnya, yang mana wabah saat ini masih ada di tengah-tengah kita. Meskipun begitu, umat muslim tetap gembira dengan hadirnya bulan suci ramadhan ini. Tetapi di tengah gembiranya masyarakat menyambut bulan ramadhan ini, masyarakat mendapatkan hadiah oleh pemerintah. Hadiah ini selalu diberikan setiap tahunnya menjelang ramadhan yaitu melonjaknya harga pangan yang membuat masyarakat mengeluh dan terpaksa menerima.
Dikutip dari CNBC Indonesia, Ketua umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan harga berbagai komoditas pangan mulai menunjukkan kenaikan beberapa hari menjelang puasa. “Beberapa komoditas ada yang naik sampai 50%. Daging ayam naik dari Rp. 39 ribu ke Rp. 45 ribu, itu terlihat sangat mencolok (kenaikannya)”, Tuturnya. (11/4/2021).
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) hingga Kamis (8/4/2021), harga daging ayam sekitar Rp. 36.250 perKg naik dari akhir Maret (31/3/2021)yang sekitar Rp. 34.550 perKg. (Kompas.com. Kamis, 8/4/2021).
Tidak hanya pada komoditas daging saja mengalami kenaikan, tetapi komoditas lain seperti minyak, cabai, bawang merah, bawang putih dan lain sebagainya juga mengalami kenaikan harga. Situasi tahun ini bisa berbeda dan patut diwaspadai. Pasalnya tantangan yang dihadapi tidak hanya sedikit, tetapi harga di pasar internasional masih terus bergerak naik, apalagi ditengah wabah Covid-19 yang belum teratasi hingga saat ini.
Dilansir dari Indonesia.GO.ID, bahwa pemerintah pun sudah mencoba mengantispasinya. Kementerian Perdagangan sebagai penjaga stok bahan pangan menjamin bahan pokok itu cukup dan harga pun terkendali menjelang ramadhan dan idul fitri. Tetapi kenyataannya, jika merujuk pada data sistem pemantauan pasar kebutuhan pokok (SP2KP), terdapat kenaikan harga secara bulanan pada beberapa komditas. Data menunjukkan, anatara 11 Februari 2021 dan 12 Maret 2021 harga beras premium naik 0,31% dan minyak naik 1,43%. (19/3/2021).
Itulah sejumlah kenaikan yang terjadi pada bahan pangan. Ini berarti menunjukkan betapa sengsaranya masyarakat yang hidup pada sistem kapitalisme. Para penguasa dan pengusaha menjadikan rakyat sebagai korban dalam menikmati keterpaksaan menerima kebijakan yang tak adil dalam membiarkan harga pasokan yang selalu berulang mengalami kenaikan di setiap tahunnya.
Lalu Bagaimana Islam menjadi hadiah solusi yang sesungguhnya untuk rakyat mendapatkan kesejahteraan? Islam hadir ditengah umat sebagai agama yang universal, tidak hanya mengurusi urusan ibadah. Tetapi islam juga sangat mengurusi kepentingan rakyat dan memenuhi segala kebutuhan rakyat. Baik dari segi pangan, sandang, papan, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya. Dan juga islam mewajibkan negara untuk memberikan jaminan pemenuhan kebutuhan terutama menjelang ramadhan. Negara tidak hanya mengejar profit untuk kepentingan individu atau kelompok saja. Negara dalam islam hadir untuk mewujudkan kemaslahatan dan kesejatreraan bagi rakyat secara adil. Bila kapitalis mengejar profit dunia, Islam mengejar profit akhirat. Bila kapitalisme meliberalkan semua kepemilikan, Islam menyeimbangkan kepemilikan. Kapitalis berasas manfaat semata, sementara islam berdasar syariat serta maslahat umat. Sungguh hanya islamlah yang dapat menjadi hadiah solusi ditengah maraknya kedzaliman yang terjadi.

No comments:
Post a Comment