Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Harga Pangan Meroket Saat Ramadhan Ciri Khas Negara Kapitalis

Tuesday, April 20, 2021 | Tuesday, April 20, 2021 WIB

Oleh : Milda, S.Pd 
(Aktivis Muslimah)

Sejumlah harga bahan pokok menjelang Ramadhan merangkak naik seiring dengan permintaan yang tinggi di pasar. 

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan, hari-hari saat ini ritmenya memang merangkak naik dengan persentase yang berbeda untuk setiap bahan pokok yang dijual.
(https://www.cnbcindonesia.com/news/20210411144243-4-236933/buibu-jangan-kaget-jelang-ramadan-harga-bahan-pokok-meroket) 

Bulan Ramadhan menjadi bulan yang penuh berkah, ampunan, serta berlipat gandanya pahala bagi umat muslim diseluruh penjuru dunia. Bulan spesial seperti bulan Ramadhan saat ini juga tidak lepas dari kebutuhan pokok yang mesti harus dipenuhi seperti sandang, terlebih pangan. 

Harga pangan meroket merupakan kejadian berulang menjelang bulan Ramadhan melihat makin banyaknya masyarakat yang antusias membeli kebutuhan pokok sebagai persiapan di bulan suci Ramadhan. 

Melihat masyarakat yang tidak semua dapat membeli kebutuhan pokok yang melonjak naik maka, ini juga menjadi masalah dari sekian banyaknya masalah yang terjadi di negeri ini. Masyarakat yang notabene mengalami masa krisis ekonomi pasti tidak akan mampu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari yang mana sangat butuh makan dan minum untuk memenuhi kebutuhan gizi selama bulan ramadhan. 

Kenaikan pangan jelas sangat mengiris hati rakyat kecil sebab meraka harus berpikir keras dalam mencari nafkah yang mungkin pencarian nafkah tidak selalu mencukupi kebutuhan hidupanya sehari-hari bahwa tidak sedikit para pencari nafkah mendapatkan gaji yang tidak sesuai dengan tenaganya. Miris disaat moment yang penuh berkah ini yang mesti disambut dengan suka cita namun sebagian merasa dengan duka cita.  Disatu sisi para masyarakat elite yang hidup dengan bergelimang harta sudah pasti menerima segala kebijakan negara yang ada. 

Bahkan tak sedikit dari masyarakat yang mampu memenuhi kebutuhan pangan justru dengan bangga memamerkan segala hartanya yang makin menambah jeritan rakyat dalam kubangan nasib yang mengiris hati yang mungkin hanya mampu melihat nasib masyarakat yang serba dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. 

Saat ini masyarakat butuh  pemenuhan makanan pokok yang mesti wajib ada dan melayani segala kebutuhan rakyatnya. Namun pertanyaanya dimana peran negara? Disaat rakyat butuh pemenuhan pokok sehari-hari namun ketidak  kepedulian negara mengurusi rakyat sangat jelas nyata melihat kinerja penguasa dalam mengurusi rakyatnya tidak sepenuh hati, artinya apa yang penguasa berikan kepada rakyat hanya sebagian kecil dari masyarakat. Masih banyak lagi rakyat yang belum mencicipi pemenuhan yang diberikan penguasa kepada rakyat kecil. Sebagiamana firman Allah Subhanahu wa ta'alah “Sesungguhnya Allah menyuruhmu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.“ (QS. an-Nisaa: 58). 

Sistem kapitalis dalam pengelolaan pangan memang tidak bisa menjanjikan semua bisa terpenuhi apa yang diinginkan rakyat. Sebab pilar utama dalam sistem kapitalis adalah pencapaian materi tanpa mau melihat jeritan rakyat  sehingga semua kebijakan yang diterapkan termasuk pengelolaan pangan hanyalah demi keuntungan semata. 

Terlebih yang sangat diuntungkan adalah para korporasi dan penguasa yang sama-sama saling bergandengan tangan diatas penderitaan rakyat. 

Padahal sejauh mata memandang kekayaan alam yang begitu melimpah ruah keanekaragaman hayati, tanah yang subur, tumbuh-tumbuhan yang semua itu dapat memenuhi asupan gizi bagi seluruh rakyatnya tapi faktanya tidak mampu mensejahterahkan rakyat, bahkan lebih mirisnya lagi ada rakyat sampai memakan benda, seperti sabun ini jelas sangat terlihat kegagalan kapitalis melayani rakyatnya. 

Kebangkitan rakyat tergantung pada pemikiranya. Jika rakyat sadar bahwa akar permasalahan negeri ini dikarenakan masih bergeliatnya sistem rapuh buatan manusia yakni kapitalis-sekuler yang tidak berprikemanusiaan. 

Manusia cuma ada dua pilihan mau berpikir untuk mengganti sistem bathil ini dengan sistem Islam atau tetap tunduk dan patuh terhadap berbagai problem ini. 

Sejatinya Islam punya solusi atas segala permasalah termasuk cara pengelolaan pangan. Maka penguasa harus sadar dan kembali pada hukum-hukum Allah. Jika negara menerapkan sistem Islam (Khilafah)
Maka Khilafah akan menjamin dan memenuhi kebutuhan rakyatnya disebabkan rasa takut kepada Allah atas amanah yang diberi. 

Maka mari kita saling bahu-membahu dalam menerapkan sistem Khilafah, ubahlah mindset untuk tidak menganggap Khilafah sebagai sebuah ancaman maupun pemecah belah negeri tercinta ini. Yang mana kita mendapat kabar gembira tentang kembalinya metode kenabian yang dulu pernah di terapkan dan akan kembali lagi sebagaimana janji Allah Swt. 

Wallahu Alam Bishowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update