Salah satu unit Gedung Kampus IPDN Baso, Kabupaten Agam.
Situasi ini berdampak pada 600 orang Praja dan Warga Kampus IPDN Baso, lakukan Tes Swab lanjutan, karna dikawatirkan akan memicu “Lonjakan” Kasus Covid -19 di Kabupaten Agam.
Sebelumnya, kekawatiran akan lonjakan Kasus Terkonfirmasi Covid -19 Kabupaten Agam, Informasi, 35 Praja IPDN Baso dinyatakan Positif Terkonfirmasi Covid -19, Sebagai langkah Antidifasi Penyebaran Wabah Covid - 19, kampus IPDN Baso, lakukan Lock Down.
PT.Kimia Farma menggelar Swab Massal untuk seluruh Praja IPDN tersebut, dan 35 orang dinyatakan Positif Covid - 19.
Sebelumnya, akhir Februari lalu, terkuak Informasi 25 orang Praja IPDN dinyatakan Positif Covid -19, namun data tersebut nyaris tidak muncul ke Public, termasuk dalam Data Satgas Covid -19 Kabupaten Agam.
Sebelumnya, akhir Februari lalu, terkuak Informasi 25 orang Praja IPDN dinyatakan Positif Covid -19, namun data tersebut nyaris tidak muncul ke Public, termasuk dalam Data Satgas Covid -19 Kabupaten Agam.
Terkait Lonjakan Kasus baru Covid -19 dan Klaster baru Kampus IPDN Baso, itu dibenarkan Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Yosefriawan, dan Kepala Puskesmas Baso Fitri Yanti, pada Konfirmasinya bersama Nusantaranews.com, Rabu,(21/4) Siang.
Dijelaskan Fitri Yanti, sesuai laporan Pihak IPDN Baso, hasil Swab Massal yang digelar Kampus IPDN Baso, bekerjasama dengan PT.Kimia Farman, tercatat sebanyak 35 orang Terkonfirmasi Positif Covid -19, dan secara Internal Pihak Kampus sudah melakukan langkah-langkah Penanganan secara Internal.
Sesuai Data yang diperoleh Pihak Puskesmas Baso, dari 35 orang Praja IPDN Baso, yang Terkonfirmasi Positif covid -19 itu, tercatat sebanyak 14 orang Praja Putri yang diisolasi di Gedung DW sebanyak 9 orang dan di Guest House sebanyak 5 orang.
Sementara untuk Praja Putra tercatat sebanyak 21 orang masing-masing diisolasi di Ruang Kelas R1 sebanyak 5 orang, Ruang Kelas R2 sebanyak 5 orang, Ruang Kelas R3 sebanyak 5 orang dan Ruang Kelas R4 sebanyak 6 orang.(Bagindo)

No comments:
Post a Comment