Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Riba Bagai Madu atau Racun

Thursday, April 22, 2021 | Thursday, April 22, 2021 WIB

Oleh: Zakiyah
 (Pemerhati Umat)

Allah SWT berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَأْكُلُواْ الرِّبَا أَضْعَافاً مُّضَاعَفَةً وَاتَّقُواْ اللّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ . وَاتَّقُواْ النَّارَ الَّتِي أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. Peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir." (Qs. Ali Imron [3]: 130).
       
Rasulullah Saw melaknat pemakan riba, yang memberi, yang mencatat dan dua saksinya. Beliau bersabda: mereka semua sama”. (HR. Muslim)

Dalil keharaman riba sangat jelas. Para ulama pun telah bersepakat tentang keharaman riba.
Saking dahsyatnya riba itu, sampai disebutkan bahwa dosa menjalankan riba itu setara dengan menzinai ibu kandung sendiri.

“Dari Abdullah bin Masud RA dari Nabi Saw bersabda, "Riba itu terdiri dari 73 pintu. Pintu yang paling ringan seperti seorang laki-laki menzinai ibunya sendiri”. (HR. Ibnu Majah dan Al-hakim).

Kata riba berasal dari bahasa Arab, secara etimologis berarti tambahan (azziyadah), berkembang (an-numuw).
Pada dasarnya riba terbagi menjadi dua macam yaitu
Riba akibat hutang piutang (riba qardh), yaitu suatu manfaat atau tingkat kelebihan tertentu yang disyaratkan terhadap yang berhutang (muqtarid),  dan riba jual beli (riba fadl) yaitu pertukaran antar barang sejenis dengan kadar atau takaran yang berbeda dan barang yang dipertukarkan termasuk dalam jenis barang ribawi.

Disitu sudah sangat jelas penjelasan mengenai bahaya dan ancaman bagi pelaku riba, maka jangan pernah mendekatinya apalagi melakukan riba. 
Sama halnya dengan menenggak racun yang mengancam jiwa. Ancaman bagi pelaku riba tidak main-main, Allah SWT dan Rasulullah pun melaknat praktik riba ini.Begitulah ajaran Islam terkait riba. Islam sangat tegas melarang riba. Bahkan, Allah dan Rasul-Nya akan memerangi pelaku riba. Namun sungguh ironi di negeri yang mayoritas muslim ini justru menganggap riba sebagai seperti jantung perekonomian bangsa.

Menteri Keuangan Sri Mulyani berbicara mengenai riba saat berada dalam diskusi virtual,
Sri Mulyani mengatakan, jika riba berkaitan dengan bunga yang diterapkan, padahal saat ini suku bunga global mendekati 0% atau bahkan negatif di beberapa negara di Eropa.

"Pembahasan soal isu riba, pinjaman ini sering kali dimunculkan. Seolah kalau bicara utang identik dengan riba," kata dia dalam diskusi virtual, Selasa (6/4/2021).

 Dalam praktiknya ketika negara melakukan hutang piutang kepada negara lain meskipun dilihat bunga global 0% akan tetapi ketika pembayaran telah melewati jangka waktu tempo akan dikenakan denda. Inilah yang dinamakan riba yaitu adanya penambahan dari nilai yang dipinjam di awal, sehingga meskipun bunga global mencapai 0% akan tetapi ada denda saat jatuh tempo maka tetap saja hal itu masuk dalam kategori riba dan sangat jelas bahwa riba hukumnya haram dan termasuk dosa besar. 

Sistem ekonomi islam adalah sistem ekonomi yang dijalankan berdasarkan syariat Islam atau aturan-aturan Allah. Al-Qur'an dan Al-Hadis merupakan landasan hukum yang lengkap dalam mengatur segala aspek kehidupan ummat, khususnya di bidang ekonomi.

Sistem perekonomian Islam bersifat universal. Penerapannya tidak terbatas waktu dan zaman. Sistem ini tidak di terapkan hanya pada umat Islam saja, akan tetapi juga untuk seluruh umat. Karena aturan ini datangnya dari Dzat yang menciptakan manusia itu sendiri.
Perekonomian Indonesia sudah sangat terpuruk dan juga terlalu banyak hutang. Mengapa masih berharap pada hutang yang mengandung ribawi? Bukan selesai urusan perekonomian negeri ini malah semakin terjerat hutang yang berujung pada negarapun bisa tergadaikan!

Sudah saatnya Indonesia berubah secara total dalam segala aspek kehidupan khususnya dalam hal perekonomian. Bangsa ini harus beralih dari sistem ekonomi jahiliyah ke sistem ekonomi Islam. Dengan mekanisme sistem ekonomi Islam, bangsa ini mampu berdiri sendiri dan berdaulat dengan segala SDA dan SDM yang ada tanpa adanya intervensi asing, sehingga tidak ada jalan bagi mereka untuk bisa mendikte dan menguasai negara ini.
Wallahu'alam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update