Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tiga Pilar Penyambung Nafas Dunia

Monday, February 01, 2021 | Monday, February 01, 2021 WIB Last Updated 2021-02-01T15:12:06Z

Oleh: Erni Yuwana (Aktivis Muslimah) 

Pandangan nanar mengarah pada pekatnya akhir zaman yang berjelaga. Tercipta peradaban manusia-manusia yang mati rasa. Generasi muda tumbuh tanpa hati nurani. Pun, terlahir anak durhaka yang tak berbakti dan hanya sibuk pada harta duniawi. 

Terkisah orang tua yang juga tak dapat menghangatkan rumah. Juga abai dan tak memberikan kasih sayang pada keluarga. Sosok ibu dan ayah pada akhirnya tak melakukan tugas mulia yang dibebankan oleh-Nya, yakni mendidik putra-putrinya menjadi insan sholih sholihah. Mareka hanya orang tua pencari harta. Hingga satu-satunya tujuan yang dikejar hanyalah agar menjadi kaya. Celakanya harta tersebut tak membawa bahagia, untuknya maupun anak keturunannya. Seolah hukum tabur tuai, orang tua pencari harta dan jauh pada agama hanya mendapati anak durhaka di sisinya. Lantas, siapa yang salah? 

Lingkaran setan mulai berkelindan. Warna dunia hitam pekat dan berjelaga. Generasi kini mencoba meraup sebanyak-banyaknya pemuasan hawa nafsu agar bahagia, namun tak mendapati kedamaian jiwa. Berbagai kemaksiatan datang dan terasa lumrah. Perzinahan menjadi hal yang biasa. Melahirkan di luar nikah bukanlah hina. Laki-laki tak bertanggungjawab merajalela. Khamr dan narkoba kini dianggap obat penenang dan pelarian saja. Perjudian, pencurian dan penipuan adalah harapan meraih harta. Harus ke mana mencari secercah cahaya jika segalanya tampak hitam ke dasar jelaga? 

Ternyata Rabb sungguh mulia. Allah SWT pun bersifat ar rahman dan ar rahim pula. Dia maha pengasih lagi maha penyayang. Dia tidak pernah tidur, abai atau meninggalkan hamba-Nya yang bertakwa. Allah menitipkan seperangkat aturan yang mulia. Aturan yang menjadi wahyu dan solusi hidup alam semesta. Al-quran datang bersanding dengan sosok mulia, Rosulullah Muhammad SAW, Nabi Terakhir nan istimewa. Di dalam al-quran tersebut dijelaskan secara rinci sebab-sebab mulia. Aturan yang mengubah masa jahiliyah yang gelap gulita menjadi tempat paling bercahaya. Peradaban yang dibangun Rasulullah menjadi buktinya. 

Adalah masa kenabian, masa yang mengubah setiap jengkal aturan manusia yang hina menjadi aturan Rabb yang mulia. Syariat islam ditegakkan tinggi mengangkasa. Hukum Allah melangit indah. Tercipta kedamaian, kesejahteraan, ketenangan, keadilan hingga diluar nalar manusia. Semata-mata karena tercipta tiga pilar penyambung nafas dunia. 

Pilar pertama penyambung nafas dunia adalah keimanan dan ketakwaan individu. Dengan keimanan dan ketakwaan individu, derajat manusia terlalu tinggi nilainya hingga malaikat pun seakan di bawahnya. Tercipta generasi beradab mulia dan berakhlak langit, dikarenakan dia bersyahadat secara sempurna. Terbentuk generasi-generasi yang mengenal Allah dengan sebaik-baiknya. Mereka bersandar dan berserah diri sepenuh jiwa. Mengharap satu tujuan yakni hanya meraih ridho-Nya. Ketakutan hanya ditujukan kepada-Nya. Hingga langit pun memberkatinya. Melangitkan doa dan roja'adalah kebiasaannya. Inilah peribadatan indah yang sesungguhnya. 

Pilar kedua penyambung nafas dunia adalah tercipta masyarakat yang bertakwa. Benar, tak semua individu bisa taat abadi selamanya. Setan berusaha menggoda dan memasukkannya ke neraka. Dengan adanya masyarakat bertakwa, tercipta kontrol masyarakat pencegah salah. Masyarakat islam tahu benar tugasnya untuk amar ma'ruf nahi mungkar dengan segala cara. Tak ada hasrat untuk membiarkan kemaksiatan di depan mata. Karena masyarakat yang bertakwa menginginkan ketaatan hadir di seluruh jiwa manusia. 

Pilar ketiga penyambung nafas dunia adalah tercipta negara Islam kaffah. Negara yang menerapkan tata aturan langit seluruhnya. Hanya hukum Allah yang berhak tegak di dunia. Jika ketakwaan individu goyah dan masyarakat islam pun luput pada pengawasan tindak kemaksiatan, maka negara lah yang akan menuntaskannya. Negara akan menerapkan aturan adil sekaligus sanksi bijaksana. Sanksi dalam islam bersifat tegas dengan bertujuan sebagai jawabir (penebus dosa) dan jawazir (pencegah). Individu dibina lewat pendidikan kepribadian islam yang mulia. Para masyarakat diberikan penghidupan layak, adil dan bahagia. Hingga tercipta negeri baldatun thayibah bernama khilafah ala minhajin nubuwah. Wallahu'alam bi shawab. 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update