Kebijakan Joe Biden Tetap Isyaratkan Dukung Israel
Oleh : Siti Hajar (Aktivis Dakwah Islam)
Amerika Serikat sejauh ini menjadi orang ketiga antara konflik Israel-Palestina yang sudah sangat lama terjadi, Amerika Serikat selama masa pemerintahan Donald Trump secara gamblang menyatakan dukungannya terhadap Israel dengan cara menutup Organisasi Pembebasan Palestina, menghentikan kontribusi kepada Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB yang memberikan bantuan kepada pengungsi Palestina, dan yang paling kontroversial adalah pemindahan Kedutaan Besar AS di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem yang berarti Washington mengakui kota itu sebagai ibu kota Israel.
Demikian keadaan Palestina menjadi semakin terpuruk, namun sekarang Amerika Serikat dengan Presiden barunya Joe Biden membuat kebijakan-kebijakan baru yang lebih kondusif, pemerintahan Joe Biden membuka kembali bantuan untuk pengungsi Palestina yang sudah di tutup oleh Donald Trump, dan solusi dua negara yang ditawarkan oleh Joe Biden membuat banyak negara arab berharap ada angin segar untuk konflik Israel-Palestina dengan kebijakan-kebijakan pemerintahan Joe Biden.
Dikutip dari REPUBLIKA.co.id (27/01/21), "Perubahan diumumkan dalam pidato virtual oleh Richard Mills selaku pejabat duta besar AS untuk PBB di hadapan Dewan Keamanan PBB. Mills juga mengatakan pemerintahan baru yang dipimpin Biden berkomitmen untuk solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina. Dengan demikian, Israel akan berdiri dengan aman di samping ‘negara Palestina yang layak’. Mills mengatakan itu adalah cara terbaik untuk memastikan masa depan Israel sebagai negara demokratis."
Adapun konflik Israel-Palestina yang terjadi hingga sekarang, konflik ini bukan hanya sekedar tentang perebutan wilayah tetapi lebih dari itu, bukan kah mengherankan kenapa Israel ingin sekali menguasai Palestina ? Sedang Palestina negara yang tak banyak memiliki kekayaan alam. Lebih lagi mereka ingin sekali merebut Al Quds yang mereka sebut Yerusalem, sedang Al Quds adalah salah satu kota suci seluruh Ummat Muslim Al Quds adalah kiblat pertama Ummat Muslim. Israel percaya dan sangat yakin dengan menguasai Palestina dan mengambil alih Al Quds mereka bisa menguasai dunia.
Oleh karena itu, pemerintahan Joe Biden juga tidak bisa menjadi angin segar karena apapun kebijakan pemerintahan Joe Biden tetap yang menjadi perhatian utama pasti adalah keamanan nasional negara Israel, karena tujuan untuk mengambil alih tanah Palestina tidak pernah lepas dari daftar hidup mereka dari dulu hingga sekarang. Solusi dua negara yang ditawarkan oleh Joe Biden, dimana Israel dan Palestina dikatakan hidup berdampingan, semua itu tidak menjamin keamanan negara Palestina karena Israel tidak akan benar-benar menyerah begitu saja, terlebih dengan solusi dua negara tersebut menjadi sebuah pengakuan akan adanya negara Israel yang akan membuat Israel semakin mudah melakukan ekspansi negaranya, belum lagi Amerika Serikat yang tetap memberikan dukungan penuh terhadap Israel.
Kebijakan Donald Trump untuk melakukan upaya normalisasi negara-negara arab dengan Israel juga tetap Joe Biden jalankan, dengan banyaknya negara arab yang berhubungan baik dengan Israel maka Palestina akan semakin tersudut, lebih lagi hubungan itu di bangun agar negara bisa saling memberi bantuan satu sama lain.
Sebagaimana dikutip dari Kompas.com , "Menurut analisis ASPI, suksesnya Israel membangun hubungan diplomatik dengan 4 negara Arab sejauh ini menandakan bahwa masalah Palestina tidak lagi dianggap penting oleh beberap rezim Arab. Itu juga mengesankan bahwa "menjual" Palestina secara terbuka tidak lagi memengaruhi legitimasi mereka di dalam negeri masing-masing." KOMPAS.com (16/12/20)
Secara empiris adalah mustahil berharap kepada Amerika Serikat untuk keamanan Palestina, dari dulu orang-orang diluar Islam selalu melakukan taktik apapun untuk menghancurkan Islam, memang sekarang Palestina seolah dilepas agar Ummat Islam lengah karena merasa aman, maka pada saat itu lah mereka kembali mencekam. Dan Amerika tetap lah Amerika yang akan selalu berupaya melebarkan sayap mereka ke negara-negara lain untuk mempertahankan dominasi di dunia dan terus melanjutkan agenda eksploitasi kapitalisnya.
Bagi Muslim di Palestina dan seharusnya juga bagi Muslim diseluruh dunia, dibalik apapun tujuan Yahudi dan orang-orang diluar Islam, adalah keharusan bagi seluruh Ummat Muslim untuk menjaga salah satu kota suci itu, kota yang menjadi saksi perjalanan Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW.
Ummat Muslim sama sekali tidak boleh menggantungkan harapan kepada AS untuk keamanan wilayah Palestina, apalagi menganggap dengan melakukan normalisasi hubungan dengan Israel, konflik di Timur Tengah bisa lebih teratasi.
Satu-satunya solusi untuk kemerdekaan Palestina adalah mengusir Israel dari tanah Palestina, mengirim pasukan dan memeranginya begitulah yang dulu dilakukan oleh Khalifah dalam melindungi Ummat Muslim dari segala bentuk penjajahan dan kezholiman, dan begitulah juga yang Allah perintahkan dalam QS At Taubah ayat 14 : "Perangilah mereka niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantara) tangan-tangan kalian, menghinakan mereka serta akan menolong kalian atas mereka sekaligus melegakan hati kaum Mukmin". Namun, solusi itu bisa dilakukan hanya bila perisai Ummat Muslim sudah bangkit lagi.
Persatuan seluruh Ummat Muslim lah yang mampu mengatasi semua konflik yang terjadi dibawah naungan Daulah Islamiyah yakni Khilafah, Muhammad Rasulullah membangun negara Islam yang menyatukan seluruh Ummat Muslim sehingga mampu melindungi seluruh kaum muslimin, begitu juga dengan yang di lakukan Osman Ghazi pendiri Kesultanan Utsmani, menyatukan seluruh wilayah muslim dibawah satu negara sehingga menjadi negara super power yang disegani. Wallaahu ‘alam Bishowab. [].

No comments:
Post a Comment