Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Cinta Nabi Cinta Syariah, Teladan Sempurna Umat Islam

Friday, October 30, 2020 | Friday, October 30, 2020 WIB

Oleh : Anik Masyitoh

Cinta Nabi Cinta Syariah, Cinta Nabi Cinta Islam. Sebuah even Akbar Maulid Nabi Muhammad ﷺ yang terselenggara secara daring dengan peserta mencapai 70.000 orang pada hari Kamis, 29 Oktober 2020, pukul 09.00 WIB.

Acara yang sungguh fenomenal dengan antusiasme peserta yang yang mencapai puluhan ribu peserta sebagai bukti cinta umat Islam terhadap Nabi Muhammad ﷺ
Even Maulid Akbar Cinta Nabi Cinta Syariah bertema Cinta Nabi ﷺ : Tegakkan Syariah, Wujudkan Keadilan, Lenyapkan Kezaliman, merupakan semangat cinta yang membara umat Rasulullah saw. untuk kembali taat pada syariah secara sempurna. Ketaatan inilah yang diharapkan mampu melenyapkan kezaliman dan mewujudkan keadilan di seluruh penjuru bumi.

Cinta Nabi ﷺ teladan Sempurna Umat Islam

Dalam Islam, Bulan Rabiul Awal memiliki makna yang begitu penting bagi umat Islam. Sebab bulan ini merupakan bulan lahirnya Nabi Muhammad ﷺ sebagai teladan sempurna umat islam. Mencintai Nabi Muhammad merupakan tuntunan keimanan.

Cinta Nabi ﷺ Tegakkan Syariah Wujudkan Keadilan Lenyapkan Kedzaliman

Dalam even akbar ini KH Rokhmat S Labib selaku pembicara menyampaikan opening speech  “ Cinta Nabi ialah mengikuti syariat Nabi secara kafah. Tanpa kecuali, tanpa nanti”. Tatkala syariah ditegakkan, akan terwujud keadilan. Terkait keadilan, penting untuk diketahui, undang-undang atau hukum apa yang dipakai. Jika yang terapkan adalah aturan manusia, maka yang terjadi adalah aneka kezaliman.
Hanya syariah Islam yang akan wujudkan keadilan. Jika syariah ditinggalkan, muncullah 
kezaliman, 
lanjut beliau. Beliau juga memaparkan bahwa ketaatan pada syariah erat kaitannya dengan keimanan. Mengaku cinta Allah dan Rasulullah tapi tidak mengikuti syariat, berarti dia telah berdusta dalam pengakuannya.
Kecintaan pada Nabi sudah selayaknya membawa kita pada penegakan syariah Islam secara sempurna. Sebagaimana telah Rasulullah saw. contohkan ketika beliau hijrah ke Madinah dan menegakkan sistem Negara berlandaskan Islam. Penerapan aturan Islam tanpa tebang pilih tetapi harus diambil secara keseluruhan. Tidak hanya syariah dalam mengatur individu tapi juga dalam urusan kenegaraan.
Pun demikian, kepemimpinan pada masa Khulafaur Rasyidin meletakkan kedaulatan di tangan syara’ bukan di tangan rakyat. Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits Riwayat Abu Daud dan at Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda: Berpegang teguhlah kepada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang lurus (mendapat petunjuk). 
Maka menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk berpegang teguh pada sunnah Nabi dan sunnah Khulafaur Rasyidin. Bahwa menegakkan syariat Islam tak terhenti pada aspek individu di lingkup akidah dan ibadah tapi menyeluruh hingga aspek bernegara. Saat syariat ditegakkan sempurna sehingga kezaliman tidak akan terjadi.

Sebagaimana KH Rohmat S Labib mengutip dari Al-Qur’an surat al-Maidah ayat 45: "Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka itulah orang-orang zalim”. Menerapkan hukum syara’ dalam semua perkara pasti akan memunculkan keadilan, sebaliknya bila suatu perkara tidak diatur syariah maka muncullah kezaliman.

Wallahu a'lam bishshawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update