Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pariwisata Kembali di Buka di Masa Wabah, Nyawa Rakyat di Pandang Murah?

Friday, July 10, 2020 | Friday, July 10, 2020 WIB Last Updated 2020-07-10T14:31:01Z
Oleh: Miftahul Jannah, S.Pd

Indonesia menjadi salah satu negara yang telah membuka sektor pariwisata domestiknya kembali dalam menyambut era baru atau tatanan hidup baru yakni New Normal life. Ditutupnya sektor pariwisata karena adanya wabah covid-19 memang memberikan dampak besar pada negara-negara yang menggantungkan ekonominya dari sektor pariwisata. Baik itu pariwisata untuk domestik maupun internasional. Sebelum kebijakan New Normal diberlakukan, Indonesia menetapkan kebijakan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar dimana juga membatasi kunjungan ke tempat wisata bahkan tidak boleh sama sekali.

Sebagaimana dikutip dari travel.kompas.com, oleh karena kerugian secara ekonomi dirasa sangat besar, maka dalam menyambut New Normal, berbagai daerah di Indonesia mulai membenahi tempat wisatanya dengan menerapkan protokol kesehatan. Termasuk daerah-daerah di provinsi Kalimantan Selatan, diantaranya kota Banjarmasin, Tanah Laut, Hulu Sungai Utara, hingga kabupaten paling tenggara, kabupaten Kotabaru.

Untuk kabupaten Hulu Sungai Utara misalkan, disampaikan H. Subeli, M.AP, Plh UPT Candi Agung Amuntai, area Candi Agung sendiri para pengunjung tetap diawasi oleh Tim Gugus Covid-19 untuk memberikan arahan untuk tetap menjaga jarak satu dengan yang lainnya. “Kunjungan yang banyak tentu akan memberi kontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah kembali.” tuturnya (dikutip dari wartaniaga.com) 

Kabupaten Tanah Laut juga termasuk yang akan membuka sektor pariwisatanya selama uji coba New Normal. Dikutip dari banjarmasin.tribbunnews.com, Pemkab Tanah Laut mengizinkan beroperasionalnya kembali objek wisata Pantai Asmara di Desa Muara Asam-asam, Kecamatan Jorong. Namun izin tersebut masih berbatas waktu. “Kami beri izin selama satu bulan hingga 19 Juli mendatang” Ucap Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Tanah Laut Ismail Fahmi, Rabu (24/6/2020).

Tidak ketinggalan Kabupaten Kotabaru juga mulai membuka objek wisata Pantai Gedambaan yang menjadi ikon wisata untuk Kotabaru. Namun pengunjung yang masuk harus menjalani protokol kesehatan yang cukup ketat. Petugas pariwisata di bagian karcis, Nurlinda mengatakan, selama uji coba New Normal berlaku waktu buka untuk para pengunjung dibatasi mulai dari pukul 08.00 sampai pukul 17.00 Wita. (Dikutip dari kalselpos.com)

Harapan dengan adanya pemasukan dari para pengunjung akan menyehatkan kembali ekonomi daerah menjadi alasan dibukanya kembali sektor pariwisata domestik. Mereka berdalih akan tetap menjalankan protokol kesehatan dan menyediakan fasilitas tempat mencuci tangan. Namun bagaimana dengan keselamatan rakyat? Apakah keuntungan ekonomi lebih penting dibandingkan nyawa rakyat?

Wisata menjadi salah satu aspek penyokong ekonomi dalam sistem ekonomi kapitalis yang diterapkan di negeri ini. Rakyat yang tidak dijamin mata pencahariannya akhirnya menggantungkan pendapatannya dari sektor pariwisata. Entah itu sebagai penjaga tempat wisata, atau menjadi pedagang di tempat wisata. Karena tidak adanya lapangan pekerjaan. Namun dengan dibukanya kembali sektor pariwisata di masa pandemi menjadikan negara semakin abai terhadap keselamatan rakyatnya. Pemerintah terlihat tidak serius dalam menangani wabah covid-19 yang jumlah kasusnya belum melandai yang bahkan sampai hari ini jumlah kasusnya terus bertambah.

Pariwisata adalah salah satu tempat yang sulit dijauhkan dari keramaian. Sehingga social distancing tidak bisa menjadi solusi. Tidak bisa dipungkiri bahwa diberlakukannya New Normal termasuk sektor pariwisata di masa pandemi sekarang ini oleh pemerintah adalah demi mengejar keuntungan dan menaikkan perekonomian negara yang sedang melemah karena wabah. Namun jelas risiko besar yang harus mempertaruhkan nyawa rakyat menunjukkan bahwa betapa murah nyawa rakyat dalam sistem ini. Inilah gambaran rezim yang menerapkan sistem sekuler kapitalis yang berorientasi pada materi.

Pemerintah harusnya fokus dalam penghentian penyebaran wabah. Jika penyebab masifnya penyebaran masih terus ada, bagaimana bisa menghentikan penyebaran virus? Lalu lintas manusia, pergerakan mereka yang terinfeksi virus, terutama mereka yang tanpa gejala, secara tidak sadar telah membawa virus menyebar ke tempat yang mereka kunjungi. Bagaimana penyebaran bisa terhenti jika sektor pariwisata dibuka kembali? Sementara kasus penularan Covid-19 masih terus bertambah, bahkan mencapai dua ribu lebih per hari.

Berwisata dalam pandangan Islam adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini akan dilakukan jika kondisi tidak membahayakan masyarakat. Adapun jika situasi pandemi seperti saat ini, negara Islam akan fokus pada penyelesaian wabah. Negara hadir sebagai perisai bagi rakyatnya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Imam/Khalifah adalah pengurus dan ia bertanggung jawab terhadap rakyat yang diurusnya.” (HR Muslim dan Ahmad). Negara bertanggung jawab atas keselamatan rakyat. Juga berkewajiban memastikan kebutuhan mereka tercukupi. Apalagi di masa pandemi. Rakyat akan meminimalisasi pergerakan di luar demi keamanan dan keselamatannya, tanpa takut kekurangan kebutuhan pokoknya, karena negara yang akan menjaminnya sehingga rakyatnya tidak pusing memikirkan bagaimana mereka hidup esok hari. Kemudian petugas kesehatan akan memeriksa semuanya tanpa kecuali. Sehingga orang yang terinfeksi bisa langsung di karantina, pasien terinfeksi di isolasi dan menyembuhkannya sehingga penyebaran virus dapat diminimalisasi. Negara akan menjamin kebutuhan masyarakat terdampak wabah terutama kebutuhan primer. Mengingat berwisata termasuk kebutuhan tersier, maka tidak terlalu diprioritaskan. Kegiatan berwisata di daerah umum akan di tutup hingga wabah selesai.

Demikianlah Islam memandang keselamatan nyawa manusia lebih utama daripada nilai materi (ekonomi). Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Hilangnya dunia, lebih ringan bagi Allah dibandingkan terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak.” (Terjemahan HR. At Tirmidzi). Memang hanya sistem Islamlah yang mampu menyelesaikan masalah ini. Karena Islam terlahir untuk menyelamatkan manusia dunia dan akhirat. Islam adalah agama yang sempurna. Islam adalah seperangkat tuntunan hidup yang langsung dibuat oleh Pembuat manusia, yaitu Allah SWT. Sehingga, ketika manusia mengalami masalah, Islam pun punya solusinya. Wallahu a’lam bish showab

Referensi :
https://banjarmasin.tribunnews.com/2020/06/24/pemkab-tanahlaut-izinkan-pembukaan-kembali-objek-wisata-pantai-asmara-izin-berbatas-waktu
https://wartaniaga.com/2020/06/objek-wisata-candi-agung-sudah-dibuka-protokol-kesehatan-tetap-dijaga/
https://kalselpos.com/2020/06/14/new-normal-objek-wisata-pantai-gedambaan-dibuka/?amp
https://travel.compas.com/read/2020/05/30/173700127/pariwisata-banjarmasin-akan-sambut-new-normal-pengelola-wisata-diminta
https://www.kompas.com/tren/read/2020/06/06/192500565/7-negara-di-dunia-yang-akan-buka-pariwisata-indonesia-salah-satunya?page=all
https://www.muslimahnews.com/2020/07/07/lupakan-new-normal-saatnya-khilafah-hadir-kembali-2-2/
https://www.muslimahnews.com/2020/06/28/kasus-covid-naik-prestasi-atau-kontroversi/
×
Berita Terbaru Update