Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mencari Keadilan Dalam Sistem Demokrasi Hanya Ilusi

Saturday, June 20, 2020 | Saturday, June 20, 2020 WIB Last Updated 2020-06-20T05:09:54Z
Oleh : Devita Deandra 
(Aktivis Muslimah)

Baru-baru ini tengah ramai di perbincangkan ketika Jaksa menuntut dua penyerang Novel Baswedan dengan hukuman pidana selama 1 tahun penjara. Apa alasan jaksa memberikan tuntutan yang dinilai ringan? 

Dalam pertimbangan surat tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2020), jaksa menyebut kedua terdakwa tidak sengaja menyiramkan air keras ke bagian wajah Novel. Menurut jaksa, kedua terdakwa hanya ingin menyiramkan cairan keras ke badan Novel

Setelah kurang lebih tiga tahun dua bulan, akhirnya dua pelaku kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan diadili. Namun yang menjadi perhatian publik adalah pelaku hanya dituntut dengan hukuman 1 tahun penjara dengan alasan tidak sengaja. (11/06/2020) Detik.com

Padahal jika dicermati, sesungguhnya penganiayaan yang dialami Novel Baswedan termasuk jenis penganiyaan level tinggi yang terorganisir. Mengingat efek dari aksi penyiraman air keras ke wajah beliau sangat fatal, karena mengakibatkan mata kirinya cacat permanen, meskipun sudah melewati serangkaian pengobatan canggih di Singapura.

Kasus di atas semakin menegaskan bahwa betapa sulitnya mencari keadilan dalam sistem demokrasi sekular saat ini. Keadilan menjadi barang langka yang kian sulit ditemui oleh sebagian besar masyarakat. Terkecuali bagi mereka yang memiliki kedudukan dan kekuasaan. Sebab sistem peradilan hari ini hanya berpihak pada elit tertentu saja. Peradilan terhadap Novel Baswedan dinilai irasional dan sekedar memenangkan kemauan penguasa. Hukum hari ini hanya berpihak kepada kaum borjuis, para tikus berdasi, yang gemar menggrogoti rakyat negeri ini, hukum begitu tidak adil terhadap orang-orang yang bertindak benar dalam membongkar setiap kejahatan dan kezaliman. Namun begitu lemah dalam membrantas segala bentuk kejahatan dan pemalakan serta pencurian hak rakyat dalam segala bidang 

Memang benar mencari keadilan dalam rezim demokrasi hanya ilusi, dan bersiaplah sakit hati. kasus ini menyempurnakan bukti bahwa semua aspek kekuasaan demokrasi (legislatif, eksekutif dan yudikatif) telah menunjukkan kegagalannya dalam memberantas tuntas korupsi dan mewujudkan keadilan dan kesejahteraan

Sungguh keadilan yang hakiki hanya bisa ditemui jika sistem peradilan Islam diterapkan di muka bumi ini. Suatu sistem peradilan yang sangat adil dalam memutuskan suatu perkara, meski melibatkan orang kuat dan berpengaruh sekalipun.

Sebagaimana kisah seorang hakim yang memenangkan seorang Yahudi sebagai pemilik baju besi yang diklaim sebagai baju besi milik Khalifah Ali bin Abi Thalib, sebab Sang khalifah tidak bisa menghadirkan bukti di pengadilan. Tentu fakta-fakta ketidak adilan yang sering di jumpai di negeri ini, seharusnya membuat rakyat terlebih kaum muslim merindukan keadilan sejati. Keadilan yang memiliki konsep bahwa semua orang mempunyai kedudukan yang sama di depan hukum, dan seorang penguasa adalah seorang hakim yang mampu mengadili setiap perkara dengan seadil-adilnya tanpa pamrih tanpa pilih kasih. 

Wallahu A'lam

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update