Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Berburu Lailatul Qadar

Sunday, May 17, 2020 | Sunday, May 17, 2020 WIB Last Updated 2020-05-17T06:51:48Z



Oleh : Nur Fitriyah Asri
Pengurus BKMT Kabupaten Jember, Member AMK

Malam Lailatul Qadar adalah malam yang hanya terjadi di bulan Ramadan, sangat dirindukan dan didambakan oleh umat Islam. Karena kemuliaan dan keistimewaannya. Hingga tertulis dalam Al-Qur'an disebut malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Sebagaimana firman Allah:
"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan." (QS. al-Qadr [97]: 1-3)

Dari ayat tersebut dapat dipahami bahwa:
1. Al-Qur'an diturunkan pada malam Lailatul Qadar.

2. Malam Lailatul Qadar, adalah suatu malam yang Allah muliakan dan berkahi sehingga malam itu lebih baik dari seribu bulan atau sama dengan 83 tahun 4 bulan.

3. Pada malam itu Allah memerintahkan malaikat beserta Jibril turun ke langit dunia untuk mendoakan dan memberi keberkahan kepada hamba-Nya yang beriman dan beribadah.

Oleh sebab itu malam Lailatul Qadar adalah merupakan malam yang sakral. Semua umat Islam berburu untuk mendapatkannya.

Kapan Datangnya Lailatul Qadar?

Tidak ada penjelasan yang pasti kapan Lailatul Qadar turun, karena termasuk hal yang gaib. Sehingga banyak pendapat yang berbeda-beda. Namun demikian, tetap sandarannya mengacu pada Al-Qur'an dan Hadis.

1. Berdasarkan hadis Aisyah r.a. berkata: "Rasulullah saw. beriktikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dan beliau bersabda (yang artinya) "Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan."

2. Rasulullah saw. juga menjelaskan dalam sabdanya:
"Malam Lailatul Qadar itu terjadi dalam sepuluh hari yang terakhir dari bulan Ramadan, serta ganjil bilangannya." (HR. Bukhari)

3. "Rasulullah saw. telah memberikan kabar kepadaku tentang Lailatul Qadar. Beliau bersabda: "Lailatul Qadar terjadi pada bulan Ramadan, dalam sepuluh hari terakhir. Malam dua puluh satu, dua puluh tiga, dua puluh lima, dua puluh tujuh dan dua puluh sembilan atau malam terakhir." (HR. Ahmad dari Ubadah bin Shamith)

Tanda Lailatul Qadar

Dalam suatu riwayat Muslim, disebutkan ada seorang sahabat Rasul saw. bernama Ubai bin Ka'ab telah bersumpah pernah menyaksikan Lailatul Qadar. Sehingga ia mampu menjelaskan tanda-tandanya, sebagaimana berikut:

1. “Dan salah satu tanda adalah pada pagi harinya cahaya matahari terbit memutih atau tidak bersinar seperti biasanya.”

2. Tanda-tanda lainnya adalah malam itu terasa hening, cuaca sangat cerah, langit bersih, tidak ada angin, dan bebas dari mendung. Rasulullah saw. bersabda,

 ُسْمَ الش ُحِبْصُ ت ًةَدِ ارَ ب َلََ و ًةَ ار َ ح َ لَ ٌةَقَلَ ط ٌةَحْمَ س ٌةَلْيَ ل ِرَدَ الق ُةَلْيَل اء َرْمَ ح ٌةَفْيِعَ ا ض َهُتَحْيِبَ ص 

“Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kelembutan, cerah, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar lemah dan tampak kemerah-merahan.” (HR. Ath-Thoyalisi, perawi tsiqoh)

3. Malaikat menurunkan ketenangan sehingga orang yang beribadah pada malam tersebut merasakan lezatnya ibadah, ketenangan hati dan kenikmatan bermunajat kepada Allah, tidak seperti malam-malam lainnya.

Keutamaan Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar adalah malam yang dimuliakan. Betapa mulia dan istimewanya Lailatul Qadar itu, sebagai rahmat dan nikmat Allah Swt. bagi seluruh umat Muhammad saw. Dari ayat-ayat surat al-Qadar, jelas menunjukkan nilai utama dari Lailatul Qadar.

Dari ayat tersebut dapat dimengerti bahwa yang dimaksud dengan keutamaan di situ adalah amalan ibadah, seperti salat, tilawah Al-Qur'an, dan zikir serta amalan sosial (sadaqah dan zakat), yang dilakukan pada malam itu lebih baik dibandingkan amalan serupa selama seribu bulan. 

Berkaitan dengan keistimewaan malam itu Nabi saw. menjelaskan dalam sabdanya : “Saat terjadinya Lailatul Qadar, para malaikat turun ke bumi menghampiri hamba-hamba Allah yang sedang qiyamul lail, atau zikir, dengan mengucapkan salam kepada mereka. Saat itu pintu-pintu langit dibuka, dan Allah menerima taubat dari para hamba-Nya yang bertaubat.” (al-Hadis) 

Dari riwayat Abu Hurairah r.a. seperti diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Baihaqi, Rasulullah saw. pernah bersabda: 

"Barang siapa yang melakukan qiyamul lail (salat malam) pada Lailaul Qadar, atas dasar iman serta semata-mata mencari rida Allah, maka Allah akan mengampuni dosa-dosa yang pernah dilakukan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sementara itu, Imam ar-Razzi dalam sanadnya menjelaskan bahwa: "Keutamaan fajar muncul di pagi Lailatul Qadar adalah malaikat Jibril berseru: “Wahai jamaah malaikat, turunlah ke bumi!" Para malaikat bertanya: "Hai malaikat Jibril, apa yang telah dilakukan Allah terhadap umat Muhammad pada malam kemuliaan ini?" Malaikat Jibril menjawab: "Pada malam Lailatul Qadar ini, Allah memandang mereka dengan penuh kasih dan rahmat, memaafkan dan mengampuni mereka dengan penuh kasih sayang, kecuali empat golongan manusia, yaitu: (1) Pecandu minuman arak, (2) Orang yang duraka kepada orang tuanya, (3) Orang yang memutuskan tali persaudaraan, dan (4) Orang yang suka mendendam.” (Ibnu Majah) 

Cara Mendapatkan Lailatul Qadar

1. Bangun di Malam Hari

Rasulullah saw.
 bersabda, ”Barang siapa yang melakukan salat Isya berjamaah, seolah-olah ia berqiyam (bangun malam) di separuh malam. Dan barang siapa yang salat Subuh berjamaah, seolah-olah ia melakukan di sepanjang malam tersebut.” (HR. Ahmad Muslim).

2. Perbanyak Ibadah

Ibadah yang perlu ditingkatkan antara lain mengerjakan salat lima waktu berjamaah, mendirikan qiyamul lail (salat Tarawih, Tahajud, salat  sunah lainnya), membaca Al-Qur'an, zikir, istighfar dan berdoa serta mengerjakan amalan lainnya.

3. Iktikaf di Masjid

Iktikaf artinya berhenti atau diam di dalam masjid dengan niat semata untuk beribadah kepada Allah Swt. Dari Ubay bin Ka'ab dan A'isyah, Rasulullah saw.  beriktikaf pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan, hingga Allah menjemputnya (wafat).

4. Bermujahadah Dalam Ibadah

”Sungguh, Rasul tercinta pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadan, lebih bermujahadah melebihi kesungguhan beliau di waktu lainnya.” (HR. Muslim)

Bermujahadah di sini seperti berpuasa dengan tanpa melakukan maksiat, membaca Al-Qur'an dengan pemahaman dan penghayatan serta menunaikan salat Tarawih.

5. Berdoa dengan Sungguh-sungguh

Berdoa dengan sungguh-sungguh, yakin penuh harap bahwa Allah akan mengampuni dosa kita dan mengabulkan doa yang kita panjatkan.

“Wahai Rasulullah,” tanya Aisyah, “Bagaimana menurutmu andai aku mendapatkan Lailatul Qadar? Doa apa saja yang harus aku baca?” Beliau bersabda, “Ucapkanlah, Ya Allah! Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun,  Mahamulia dan Engkau menyukai ampunan. Maka ampunilah aku.” (HR. Tirmidzi)

Doa Malam Lailatul Qadar

Ada dua doa yang sering diucapkan oleh Rasulullah saat bulan Ramadan khususnya sepuluh hari terakhir untuk mendapatkan keberkahan.

Berikut dua doa di malam Lailatul Qadar yaitu:

1. Terdapat sebuah doa yang dianjurkan dibaca di malam Lailatul Qadar.

اَللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فاَعْفُ عَنَّا

Allahumma Innaka Afuwwun Kariim Tuhibbul Afwa Fa'fuanna

"Ya Allah, sesungguhnya Engkau Zat Maha Pengampun lagi Maha Pemurah, senang pada ampunan, maka ampunilah kami, wahai Zat yang Maha Pemurah."

2. Doa sapu jagat dan artinya:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

"Rabbanaa aatinaa fid dun-yaa hasanah, wa fil aakhiroti hasanah, wa qinaa ‘adzaabanaar.

"Wahai Tuhan kami, anugerahi kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan jauhkan kami dari api neraka."

Lailatul Qadar adalah malam diterapkannya takdir satu tahun kedepan, berdoalah, semoga Allah akhiri semua penderitaan dunia, dengan mengembalikan kemuliaan Islam dan umatnya.

Ya Rabb, berikanlah untuk Islam dan umatnya kekuasaan dari-Mu yang sanggup menolongnya. (KH Hafidz Abdurrahman)

Wallahu a'lam bishshawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update