Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pihak Distribusi BBM Transportir Harus Bertanggung Jawab Atas Kerugian SPBU PT. Rimata Mentawai

Sunday, May 17, 2020 | Sunday, May 17, 2020 WIB Last Updated 2020-05-17T05:43:56Z
Foto: (IST-Raja2020) 

MENTAWAI,  (NUSANTARANEWS. NET)  - Distribusi bahan bakar minyak (BBM) Transportir dianggap merugikan (SPBU). PT.Rimata Saibi Jaya  Pasalnya, dalam setiap pengiriman BBM, dianggap tak sama dengan yang tertera di Delivery Order (DO) mengeluhkan mendistribusikan BBM.Transportir harus bertanggung jawab atas seringnya minyak berkurang dengan menggunakan kapal Sumber Jaya 01 sebagai pengangkut minyak dari padang.

Delivery Order (DO) BBM ke SPBU sebanyak 90 ton namun BBM yang kita terima hanya 86,24 ton dan kekurangan yang kita alami yang tidak kita dapatkan BBM sebanyak 3,76 liter menurut saya ini sudah sangat tinggi jadi kalau dibilang Sekarang penyusutan volume tidak normal, dan menjadi keluhan SPBU sehingga mengalami kerugian yang tidak sedikit,” kata andre. Saat ditemui di kediamannya SPBU KM. 10 Desa Goisooinan,  Km 10. Sabtu, (17/5/2020).

Direktur PT.Rimata Saibi Jaya (SPBU Kompak), Kristinus Andre Satoko,  mengatakan mengatakan pas setelah masuk kapal dan dibongkar di Muara ke pelabuhan itu ternyata terjadilah kekurangan saya sudah minta supaya dibuatkan semacam berita acara, dari kita dan kita kapal supaya ini dasar kita untuk meminta pertanggung jawaban atas ini.

Ia menegaskan, saya secara pribadi pemilik SPBU, mengatakan juga bahwa kalau kekurangannya karena penyusutan itu 150/100 liter kita masih bisa beneran sih? karena BBM juga tidak bisa dipungkiri penyusutan Yang kedua juga dia kan tekanannya sangat lebih kuat sehingga ada ruang dan itu sudah kita hitung. Tegasnya.
Berkali-kali ia sampaikan, bahwa artinya saya juga meminta kepada pihak transportir harus bisa mempertanggung jawabkan kekurangan BBM Kenapa karena selama ini saya kan ada yang bisa saya telepon si dan ada yang kalau saya Nilainya sangat tinggi seperti pengalaman tanggal 15 Mei 2020 kemarin ini Tentu saya sebagai pengelola SPBU merasa sangat dirugikan.

Pertamina kan sudah bayar ongkos transport dan kita akan menerima sesuai dengan yang sudah kita tebus Nah kalau saya bilang misalnya ini karena juga Pertamina sudah menampakan untuk mengurangi biaya penyusutan kurang lebih 25% atau 5% dari sisanya per liter itu ditambahkan untuk menekan terjadinya penyusutan seharusnya tidak terlalu banyak seperti ini.

Ini sudah sangat sering terjadinya kekurangan minyak dilakukannya pembongkaran dan dimana kita mencari gantinya, sedangkan penyusutan terjadi saat ini sebanyak 3.760 liter, kalau jumlah uangnya sebesar Rp. 24.252.000 juta. Katanya.

Semenjak kita bangun SPBU di Siberut itu sudah terjadi semenjak tahun 2016 kalau kita hitung-hitung sampai saat ini mungkin kerugian sudah lebih Kerugian bisa mencapai 1 miliar. Pungkasnya. (Lumbaraja).

Menurut keterangan Kapten Kapal SPOB Sumber Jaya 01, dilansir Mata Sumbar. Com. Ad Suhendra kalau di korcek dengan sidik kapal dari segi sondingan pasti tidak akan ketemu, terjadinya penyusutan minyak dikapal itu setelah di lakukan pembongkaran baru diketahui berapa selisihnya.

Selama membawa minyak di wilayah kabupaten kepulauan mentawai, sebut Ad Suhendra penyusutan terus terjadi bukan saat ini saja , ini tidak ada unsur permainan dan juga tengki tambahan dikapal tidak ada, kalau diperiksa silakan, kata dia.


No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update