Foto: (Raja2020)
Hatinya tergugah dan terpanggil untuk memberi dengan KASIH pada pasien COVID-19 karena dia pertama kali membaca hasil tulisan Jurnalis mentawai tentang pasien yang diisolasi dirumah sakit. Sehingga mengetuk hatinya sebagai anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai saling memberi saat inilah yang dibutuhkan pasien siapapun dan dimanapun.
Bantuan peduli pasien Covid-19 ini dikirim melalui stafnya dan akan di diantar langsung ke RSUD Kepulauan Mentawai Km. 9. Kecamatan Sipora Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Adapun bantuan peduli pasien Covid-19 disalurkan, yakni Buku atau alat tulis, dna paket untuk kuliah online dan kebutuhan dasar pasien agar dapat beraktifitas dan menyemangati dia kode (124i).
“Mudah-mudahan apa yang dikirimkan ini dapat bermanfaat bagi pasien.
Menurut pengakuannya, dengan semangatnya yang luar biasa tetap tegar dan tidak merasakan sesuatu hal layaknya seorang pasien yang merasakan gejala penyakit yang dirawat inap beraktifitas sendiri dan meluangkan waktu menulis dan tersenyum.
Oleh karna itu dengan diisolasinya di salah RSUD Kepulauan Mentawai, dimanfaatkannya untuk mengisi waktu dengan kuliah online dan menyelesaikan beberapa tugas yang diberikan oleh dosen di tempat kode (124i).
Namun, menurut pengakuan pasien kode (124i). situasi yang dialami saat ini enjoy-enjoy saja dan tidak terlalu memikirkan situasi apa yang dikatakan masyarakat demi kebaikan dirinya, hanya saja untuk lancarnya membuat tugas kuliah online tersebut, kode (124i). mengeluh keterbatasan sarana belajar, misalnya ketidaktersediaannya buku dan kertas sehingga sering menulis di kertas tissu.
“Langkah pemerintah dalam mengambil kebijakan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 ini perlu kita dukung dan apresiasi. Hal ini juga dilakukan demi kebaikan kita semua,” ungkapnya.
Legislator Partai Gerindra, Maru Saerejen berpesan kepada (124i), tetaplah semangat, yakin dan berdoa kepada Tuhan bahwa segala kehidupan dan kematian adalah kekuasaan sang Ilahi, tetaplah berusaha jaga kesehatan dan ikuti anjuran dokter dan para medis, niscaya semua akan baik-baik saja, dan hindari membaca sosmed yang sifatnya bully-bully, hindari sentimen masyarakat yang justru akan menambah psikist dan penyakit akan diangkat Tuhan. Percayalah, badai pasti berlalu. Pesannya
Terkahir, dia mengimbau agar masyarakat menjaga pola hidup sehat, lingkungan sekitar dan turut serta mengedukasi masyarakat lainnya tentang pencegahan Covid-19, baik dari media komunikasi maupun medsos. Tungkasnya. (Lumbanraja)

No comments:
Post a Comment