Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Back To Syariat Islam

Saturday, April 18, 2020 | Saturday, April 18, 2020 WIB Last Updated 2020-04-18T04:54:27Z
By : Novianti

Bagi siapapun yang sampai hari ini masih diberi kesehatan, bisa bernafas dengan lega, patut bersyukur teramat sangat.

Menurut pakar epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, angka  kematian akibat corona bisa mencapai  240.244 orang dari yang terinfeksi 2.5 juta orang. Jumlah ini bukan sekedar angka melainkan nyawa manusia.  

Ketika satu nyawa manusia hilang berarti ada orang tua kehilangan anak, anak menjadi yatim atau piatu bahkan yatim piatu mendadak, suami jadi duda, istri jadi janda, kehilangan pencari nafkah, kehilangan ilmu yang harus ditimba puluhan tahun.

Patutlah kita merenung dan bersyukur jika hari ini masih dalam keadaan sehat dan berkumpul dengan keluarga.

Corona, mahluk tak terlihat, tak berotot, tak bertulang, tak berakal namun bisa menebar ketakutan ke antero dunia.  Untuk apa Allah ciptakan? 

Allah tidak menciptakan sesuatu secara sia-sia tanpa ada tujuan. Semesta yang begitu luas,  bumi dengan apa saja yang ada di permukaannya serta seluruh isinya, tidaklah  diciptakan secara sia-sia.

ٱلَّذِينَ يَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمٗا وَقُعُودٗا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمۡ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلۡقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هَٰذَا بَٰطِلٗا سُبۡحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

“(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran: 191)

Allah tidak segan atau malu membuat perumpamaan dengan mahluk yang terlihat remeh di hadapan manusia seperti lalat atau nyamuk bahkan yang lebih kecil sekalipun.

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَسۡتَحۡيِۦٓ أَن يَضۡرِبَ مَثَلٗا مَّا بَعُوضَةٗ فَمَا فَوۡقَهَاۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ فَيَعۡلَمُونَ أَنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّهِمۡۖ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فَيَقُولُونَ مَاذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلٗاۘ يُضِلُّ بِهِۦ كَثِيرٗا وَيَهۡدِي بِهِۦ كَثِيرٗاۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِۦٓ إِلَّا ٱلۡفَٰسِقِينَ 

“Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik.” (QS. Al-Baqarah: 26)

Allah menantang siapa diantara manusia yang bisa menciptakan seperti yang Allah ciptakan.

Mari kita perhatikan:

يَٰأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ضُرِبَ مَثَلٞ فَٱسۡتَمِعُواْ لَهُۥٓۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ تَدۡعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَن يَخۡلُقُواْ ذُبَابٗا وَلَوِ ٱجۡتَمَعُواْ لَهُۥۖ 

“Hai manusia, telah dibuat perumpamaan (untukmu) maka dengarkanlah olehmu perumpamaan itu. Sesungguhnya segala yang kamu seru (sembah) selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu menciptakannya. ...” (QS. Al-Hajj: 73)

Di sini Allah subhanahu wa ta'ala menegaskan tidak akan ada yang mampu menciptakan “lalat”, walau hanya seekor saja.

Dengan corona, Allah kembali menguji manusia dengan menunjukkan kehebatanNya.  Ada kerumitan dan kompleksitas yang membutuhkan ketelitian dan kecermatan untuk memahami satu mahluk ini.  Perlu trilliunan untuk melindungi manusia dari corona.  Bahkan negara bisa ambruk gara-gara corona.

China dan Amerika, dua negara besar di dunia harus mengeluarkan anggaran jumbo untuk melawan corona.  China menggelontorkan 16 milliar dollar dan Amerika 8.3 milliar dollar.  Angka yang fantatis padahal kedua negara ini memiliki para ahli untuk meneliti. Demikian juga negara lain seperti Itali, Australia, Korea Selatan..


Allahu Akbar.

Sudah sepatutnya ini menyadarkan manusia betapa lemah diri mereka di hadapan Allah subhanahu wa ta'ala, sebagaimana lemahnya sesembahan-sesembahan selain Allah, baik itu sesembahan berupa berhala-berhala, tokoh-tokoh manusia dengan paham-pahamnya yang diagung-agungkan selama ini.

Paham-paham yang bertentangan dengan  akidah Islam lalu mengagung-agungkan hukum manusia  melebihi  Syari’at Islam. 

Sekulerisme, kapitalisme, demokrasi, HAM,  feminisme, kesetaraan gender dan lain sebagainya. Paham-paham yang berasal dari Barat lalu diadopsi oleh banyak negara termasuk negeri-negeri muslim seperti Indonesia.

Padahal Allah menegaskan bahwa mereka berikuti dengan semua hasil pemikirannya tak pernah dan tak akan pernah bisa menggantikan keagungan Syariat Islam.

Allah telah memerintahkan manusia untuk mengambil seluruh aturanNya yang bersumber dari Al Quran dan As Sunnah. Allah mewajibkan menjadikan hanya syari’atNya satu-satunya pedoman dalam kehidupan. Hidup dalam naungan syariatNya adalah hidup dalam ridha Allah, akan memperoleh kemaslahatan dunia dan akhirat.

أَفَحُكۡمَ ٱلۡجَٰهِلِيَّةِ يَبۡغُونَۚ وَمَنۡ أَحۡسَنُ مِنَ ٱللَّهِ حُكۡمٗا لِّقَوۡمٖ يُوقِنُونَ

“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin.” (QS. Al-Maidah: 50)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update