Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Selamatkan Indonesia Dari Corona

Saturday, March 07, 2020 | Saturday, March 07, 2020 WIB Last Updated 2020-03-07T01:33:38Z

By: Abu Mush'ab Al Fatih Bala
(Pemerhati Politik Asal NTT)

Seperti dikutip dari reuters, Menkes Indonesia Terawan pernah mengatakan Indonesia bebas Corona karena merupakan rahmat dari Tuhan (27/2). WHO, organisasi kesehatan dunia, pernah khawatir karena Indonesia dianggap tidak tahu cara mendeteksi virus Corona (Covid-19). Empat hari kemudian Presiden Jokowi mengumumkan bahwa ada 2 orang positif Corona (CNN Indonesia, 2/3).

Dan seperti diberitakan oleh RRI Pro 3 Jakarta (7/3) kasus penderita Corona meningkat hingga 4 orang. Seorang kakek berusia 86 tahun menjadi orang pertama yang meninggal dunia karena Corona.

Bebasnya sistem transportasi di Indonesia dan lemahnya pengawasan menyebabkan beberapa kasus terduga Corona di berbagai provinsi di Indonesia. Misalnya di Singkawang, Kalbar, terdapat satu keluarga suspect Corona. Sedangkan menurut AyoBandung.com terdapat 227 orang yang suspect Corona dan telah diawasi. Mereka tersebar di 61 rumah sakit di 25 provinsi.

Ahmad Yuliatmoko sebagai ketua tim penanganan kasus Corona tingkat nasional mengatakan telah melakukan beberapa langkah pencegahan dan isolasi terhadap beberapa orang yang postif maupun suspect Corona.

Semula yang diduga terkena Corona sejumlah 80 orang karena mereka semua berada di lokasi yang sama dengan turis Jepang pengidap Corona. Kemudian mengerucut ke 20 orang karena mereka berada dalam ruangan yang sama. Jumlahnya menurun lagi menjadi 7 orang karena ada tanda-tanda pilek ringan dan berat.

Penemuan kasus Corona di Indonesia sempat membuat masyarakat resah. Harga masker di tempat tertentu sempat naik hingga Rp. 300rb. Harga obat tradisional yang diduga sebagai resistansi Corona juga semakin mahal seperti jahe merah.

Corona telah menjadi virus internasional yang telah merenggut banyak korban. Terbanyak di negara asalnya yakni China. Dan penyakit ini menyebar ke seluruh dunia karena kontak dengan pasien yang terpapar.

Beberapa negara yang terlambat atau tidak menutup akses masuk keluar ke China menyebabkan virus ini menyebar dengan gampang. Iran merupakan negara terbesar pengidap Corona diluar China.

Agar Indonesia bebas dari Corona bisa dilakukan langkah pencegahan dan pengobatan ala Islam. Islam telah memperingatkan sejak 14 abad yang lalu agar para pengidap wabah diisolasi di tempatnya.

Khalifah Umar bin Khattab ra pernah memberikan contoh dengan tidak menuju ke daerah wabah dan sebaliknya memerintahkan Gubernur dan umat yang berada di daerah wabah untuk tidak bepergian keluar.

Selain itu dalam Islam ditekankan gaya hidup sehat agar jauh dari berbagai penyakit. Misalnya berwudhu, cuci tangan dan mengosumsi makanan yang halal dan thoyyib.

Penyakit Corona diduga berawal dari kebiasaan makan orang China yang tidak halal dan thoyyib. Dan Islam yakin jika semula di China masyarakatnya mau hidup bersih dan mengosumsi makanan dan minuman yang halal dan thoyyib tentunya kasus seperti ini tidak akan terjadi dan menyebar.

Kasus yang terjadi di Indonesia diduga karena lambat dan kurang tegasnya pemerintah dalam menutup akses transportasi antar negara. Faktor utang ke China semestinya tidak melemahkan negeri ini untuk melindungi masyarakatnya dari ancaman Corona.

Secara psikologis dan sosial, penemuan ribuan TKA China di beberapa tempat seperti di Morowali, Sulteng dan Cilegon, Banten berdampak negatif terhadap persepsi publik di tengah arus Corona.
Jika pasien Corona semakin bertambah, masyarakat akan semakin stress dan bisa berpengaruh buruk terhadap ekonomi nasional.

Semoga pemerintah bisa memuhasabah diri (evaluasi) agar kejadian seperti ini tidak terulang. Kalau memang sudah terjadi mari saling bahu membahu menyelesaikan masalah ini. Dan lebih mengutamakan ajaran Islam sebagai solusi terhadap krisis kesehatan dan umat. []

Bumi Allah SWT, 7 Maret 2020

#DenganPenaMembelahDunia
#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update