Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Assalamu’alaikum adalah Do’a, Jangan Dikebiri dengan Salam Tanpa Makna

Friday, March 20, 2020 | Friday, March 20, 2020 WIB Last Updated 2020-03-19T19:21:04Z
Oleh: Ismayanti (Aktivis UNRAM)

Ketua Badan Pembinaan Idiologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi kembali mengeluarkan pernyataan kontroversi di tengah kalangan publik, dimana Yudian menyarankan agar Assalamu’alaikum diganti dengan salam pancasila. Menurutnya, salam pancasila ditempat umum sebagai titik temu dari salam berbagai agama yang ada dikalangan masyarakat di Indonesia. "Dulu kita sudah mulai nyaman dengan Selamat Pagi (sebagai salam nasional). Tapi, sejak reformasi diganti dengan Assalamualaikum. Maksudnya di mana-mana tidak peduli ada orang Kristen, Hindu, pokoknya hajar saja. Tapi karena mencapai titik ekstrimnya, maka sekarang muncul kembali. Kita kalau salam sekarang ini harus 5 atau 6 (sesuai dengan agama-agama). Nah ini jadi masalah baru lagi. Sekarang sudah ditemukan oleh siapa gak tau Yudi latief atau siapa yang lain (yang namanya) Salam Pancasila," ujar Yudian ( VIVA- Minggu, 23 Februari 2020).
Pernyataan tersebut langsung mendapat kritikan dari Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon. Ia meminta agar BPIP dibubarkan. "Lembaga ini memang layak dibubarkan, selain membuat kegaduhan nasional juga berpotensi menyelewengkan nilai-nilai Pancasila itu sendiri," kata Fadli (Warta Ekonomi.co.id - Senin, 09 Maret 2020). Kritik juga berdatangan dari mantan sekertaris kementrian BUMN ( M Said Didu), MS Kaban selaku ketua Presidium Majelis Permusyawarakan Pribumi Indonesia, serta guru besar Universitas Diponegoro, prof. Dr.Suteki,S.H,M.Hum juga mengomentari pernyataan Yudian Wahyudi.
Ustadz  Yahya Zainul Maarif, atau lebih akrab disapa Buya Yahya juga memberikan respon terkait dengan pernyataan rektor UIN Sunan Kalijaga ini, Melalui channel Youtube Al-Bahjah TV, yang dipublikasikan 23 Februari 2020, Buya menyampaikan kegundahannya. "Innalillahi wainnailaihi rajiun," ucap Buya Yahya mengawali jawaban atas pertanyaan soal pernyataan kontroversi Kepala BPIP itu. Pengasuh pondok pesantren Al-Bahjah ini menegaskan, jauh sebelum bangsa ini lahir dengan Pancasila-nya, Islam sudah mengajarkan mengenai nilai-nilai toleransi, kebhinekaan.
Bagi kaum muslimin mengucapkan salam adalah ibadah, dimana hukumnya sunnah bagi yang mengucapkan, dan menjadi wajib di jawab bagi yang mendengar. Selain ibadah, lafadznya pun sudah ditentukan oleh Allah swt dan Rasulullah saw . Disaat nabi berdialog dengan Allah, pada moment isra’ dan mi’raj yaitu ketika Rasul memberikan penghormatan kepda Allah “Attahiyatulmubaarakatusshalawaatutthayyibatu lillah...” kemudian Allah menjawab dengan memberikan salam kepada nabi  “Assalamu’alaika Ayyuhannabiyyu warahmatullah...”  sehingga dialog tersebut diabadikan dalam shalat khususnya ketika duduk tahiyyat.
Dalam islam juga mengajarkan untuk menyebarkan salam bagi sesama umat muslim baik bagi yang mengucapkan maupun yang menjawab salam keduanya mendapatkan pahala disisi Allah swt. Oleh karena itu salam merupakan salah satu syari’at islam yang tidak boleh diganggu eksistensinya, diganti,  ditinggalkan apalagi dibuang. Adalah usulan yang ngawur jika ingin menggantinya dengan salam pancasila sehingga usulan semacam ini wajib ditolak. Jika mengganti Assalamu’alaikum dengan salam pancasila karena alasan toleransi, maka hal ini merupakan toleransi yang kebablasan. Kasus semacam ini bukan kali pertama dirasakan oleh umat islam khususnya, tapi sering kali kita menemukan ajaran-ajaran islam disalahkan, dikriminalisasikan bahkan berusaha untuk dihilangkan dari kehidupan seperti ajaran khilafah & jihad. Tentu kita sebagai umat muslim jangan sampai tergerus oleh arus liberalisasi yang akan menghipnotis kita akan jati diri kita sebagai seorang muslim, hendaknya setiap muslim menjalankan peran & amanah yang diturunkan Allah untuk meneruskan ajaran mulia ini hingga yang haq berada di atas kebathilan, berupaya untuk menghalang apapun yang dapat mencemari kemurnian islam, dan semua itu hanya dapat terwujut apabila adanya kekuatan dan dukungan besar dari sebuah negara, dialah negara islam. 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update