Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Lia Herawati: Iman Jalan Keselamatan

Thursday, January 23, 2020 | Thursday, January 23, 2020 WIB Last Updated 2020-01-23T09:17:58Z
Oleh: Aulia Rahmah
Kelompok Penulis Ideologis

"Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu adalah siapa saja yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat - malaikat, kitab- kitab, nabi - nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang - orang miskin, orang - orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta - minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, melaksanakan sholat, menunaikan zakat, orang - orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang - orang yang sabar dalam kemiskinan, penderitaan pada masa peperangan. Mereka itulah orang - orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa" (Tqs. Al-Baqarah: 177).

Satu abad belakangan menjadi tahun - tahun yang kelam bagi kehidupan Umat Islam. Tanpa perlindungan Khilafah Islamiyah (negara yang dicontohkan oleh Rasulullah dan para Khulafaur Rasyidin), eksistensi mereka kerap menjadi bulan - bulanan kaum kafir penjajah. Pemikirannya dirusak, kehormatannya dilecehkan, kekayaannya dijarah, kedaulatannya diinjak - injak, bahkan sebagian dari kaum muslimin tanpa menyadari terseret oleh pemikiran rusak penjajah yang disebarkan ke Dunia Islam melalui pendidikan, pertukaran pelajar dan kebudayaan. Mereka kini sedikit demi sedikit meninggalkan konsep berfikir islami yang menjadi identitas dirinya, mereka dibuat inferior ketika berpegang teguh pada keislamannya, bahkan pelajar muslim yang telah menerima bea siswa asing kini menjadi bagian dari pelaksana agenda penjajah untuk menghadang kebangkitan yang kini mulai terasa di Dunia Islam. Mereka menggugat isi Al-Qur'an tentang khilafah, jihad, menutup aurot, mengadu domba, mengingkari perjanjian, dan yang lainnya.

Istri mendiang Gus Dur, mantan Presiden RI ke-4, Shinta Nuriyah memberikan satu diantara sekian banyak alasan terkait kewajiban menutup aurot bagi muslimah. Diantaranya, bahwa di Arab Saudi, Riyadh kini keluarga kerajaan sudah buka - bukaan, tidak pakai hijab lagi. Boleh nyetir, boleh nonton bola. Dulu nggak boleh keluar rumah. Jadi sekarang mereka sudah mau membuka diri. Alasan ini beliau sampaikan di suatu acara bersama anaknya dan Dedy Cobuzier yang diunggah ke Youtube pada Rabu, 15 Januari 2020, dilansir oleh viva.co.id(16/1).

Pernyataan ini patut kita cermati, bahwa mempercayai Al-Qur'an sebagai sumber kebenaran yang absolut adalah bagian dari Rukun Iman. Al-Qur'an adalah Kalam Ilahi, menjalankan seluruh isinya adalah konsekuensi dari keimanan kaum muslimin, kelak di akhirat akan dihisab oleh Allah SWT, apakah seluruh perbuatannya sesuai dengan Al-Qur'an ataukah tidak. Pahala dan dosa menentukan kemana kehidupan manusia selanjutnya. Surga bagi yang terbanyak pahalanya, sebaliknya neraka bagi yang bergelimang dosa.

Sebagaimana yang tercantum didalam Al-Qur'an Surat al Baqarah ayat 177 diatas, Allah SWT memberikan petunjuk bahwa kebaikan bukanlah dengan berkiblat kepada seseorang,  negara dan peradaban manapun. Meniru - niru kehidupan orang - orang munafik, kaum Yahudi maupun Nashrani. Kebaikan adalah beriman kepada Rukun Iman yang enam, melaksanakan Rukun Islam yang lima, menepati janji, bersabar ketika dalam peperangan dan musibah.

Sehingga jika menolak kewajiban menutup aurot karena Kerajaan Saudi kini buka - bukaan adalah salah besar. Sebab fakta tidaklah dapat dijadikan sebagai pembenar atau sumber hukum seperti pola berpikir yang berkembang di Dunia Barat. Kewajiban nenutup aurot sudah jelas tercantum didalam Alquran surat an Nur ayat yang ke-32 dan surat al Ahzab ayat yang ke-59. Sumber hukum Umat Islam adalah Al-Qur'an, Hadits, ijma sahabat, dan Qiyas. Empat sumber kebenaran inilah yang harusnya menjadi inspirasi bagi Umat Islam ketika berbuat. Dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, maupun bernegara. Pasalnya disinilah Allah SWT akan mencurahkan RahmatNya dari langit dan bumi bagi penduduk suatu negeri yang beriman dan bertakwa, sebagaimana firmanNya didalam Al-Qur'an surat al A'raf ayat 96, yang artinya : 
"Seandainya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, maka sungguh akan Kami bukakan bagi mereka keberkahan dari langit dan bumi"

Iman adalah jalan keselamatan dunia hingga akhirat. Karena Allah Maha Pengasih dan Penyayang, maka manusia tidaklah dibiarkan begitu saja menjalani kehidupannya tanpa petunjuk. Segala bentuk perintah dan laranganNya pastilah mengandung kebaikan bagi kehidupan. Hanyalah manusia yang lalai, yang berpenyakit hati dan pikirannya, serta yang tertawan oleh kehidupan dunialah yang berani menolak dan menggugat aturan Ilahi. Kita memohon kepada Allah semoga kaum muslimin terjaga hati dan pikirannya, sabar menghadapi cobaan, sadar dari kelalaiannya sehingga tetap gigih berjuang hingga Allah menurunkan pertolongannya dengan tegaknya Khilafah Islamiyah yang kedua, pelindung kaum muslimin dari segala bentuk penjajahan. Wallohu a'lam bishshowab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update