Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Banjir, Apakah Hanya Sekedar Bencana Alam?

Wednesday, January 22, 2020 | Wednesday, January 22, 2020 WIB Last Updated 2020-01-22T14:53:42Z
Oleh : Syarifah 
(Forum Pena Dakwah Maros)

Dilansir dari berita RMOL.ID “Jakarta dilanda hujan deras sejak Selasa sore (31/1) hingga Rabu pagi (1/1). Akibatnya, hampir seluruh wilayah Ibu kota lumpuh karena terendam banjir. Tercatat ada 63 titik banjir yang menyebar di kawasan Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyatakan, berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan yang turun di momen pergantian tahun ini adalah yang paling ekstrem selama kurun waktu 24 tahun terakhir.” Jumat, 03 Januari 2020

Berdasarkan fakta yang ada, musibah banjir bukanlah hal yang pertama kali terjadi melainkan problem tahunan di negeri ini. Diawal tahun 2020 kemarin kita disuguhi dengan adanya musibah banjir yang melanda. Yang menelan korban sebanyak 30 orang. Seperti di lansir dalam berita RMOL.ID “Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) merilis data terbaru sampai dengan Kamis (2/1) pukul 21.00 WIB jumlah korban meninggal akibat banjir di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) sebanyak 30 orang.” Jumat, 03 Januari 2020

Musibah yang terjadi juga adalah bagian dari ujian. Tentunya umat muslim harus menyikapinya dengan sabar serta ridho dengan qadha (ketentuan) yang Allah berikan. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah [2]: 155, “Sungguh kami akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut dan kelaparan. Juga dengan berkurangnya harta, jiwa dan buah-buahan. Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar”.

Dengan kesempurnaan penciptaan Allah terhadap manusia yang dibekali dengan akal, tentunya menggunakan akalnya untuk menyikapi berbagai musibah yang terjadi dengan sabar. Karena tak satupun yang bisa menolak ketentuan Allah tersebut.

Selain itu musibah juga akan menjadi penggugur dosa bagi orang yang beriman ketika menyikapi peristiwa tersebut dengan ridho. Karena bahkan hanya sekedar tertusuk duripun maka akan menjadi penghapus dosa bagi kaum muslim.

Kemudian tentunya musibah ini bukan hanya sekedar bencana alam biasa melainkan terjadi karena akibat dosa dan kemaksiatan serta keserakahan manusia-manusia hari ini yang tak memperhatikan lingkungannya. Banyaknya orang-orang yang melakukan penebangan pohon secara liar, penggundulan hutang, kebiasaan membuang sampah sembarangan, dll.

Selain karena factor alam, akibat perbuatan dosa serta kemaksiatan yang dilakukan manusia juga merupakan factor penyebab terjadinya berbagai musibah. Karena Allah berfirman dalam QS. Ar-Rum [30]: 41, “Telah tampak kerusakan didaratan dan di lautan akibat perbuatan tangan (kemaksiatan) manusia supaya Allah menimpakan kepada mereka sebagian akibat perbuatan (kemaksiatan) mereka itu agar mereka kembali (ke jalan-Nya).”

Ayat ini mengingatkan kepada manusia bahwa jadikan Al-Quran dengan As-Sunnah sebagai landasan kehidupan kita, bukan malah mengabaikan aturan yang telah Allah tetapkan dalam islam. Musibah terjadi dimana-mana akibat ulah manusia itu sendiri. Penyimpangan yang dilakukan oleh manusia saat ini. Lebih mirisnya lagi karena penguasa pun abai terhadap bencana yang terjadi. Jauh hari telah diingatkan oleh BMKG bahwa akan terjadi cuaca ekstrem tetapi tidak menghiraukan informasi tersebut.

Buruknya kesiapan pemerintah juga tampak dari evakuasi korban yang lambat dan kondisi pengungsian yang jauh dari sebutan manusiawi. Yang menyakitkan lagi, dalam kondisi jutaan orang butuh bantuan segera rezim berkuasa justru saling tuding dan menyalahkan.

Harusnya penguasa memikirkan bagaimana pencegahan dan penanggulangan saat terjadi banjir. Focus untuk meri’ayah (melayani) umat, karena merekalah selaku penguasa.

Namun pelayanan yang totalitas hanya bisa didapatkan ketika berada dalam naungan system islam yang dimana dipimpin oleh seorang khalifah yang betul-betul bermaksimal melayani umat dengan ikhlas. Sadar terhadap amanah yang diembannya, karena al-qur’an dengan as-sunnah yang menjadi landasan hidup.
Wallahu a’lam bishowwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update