By ; Sri Ratna Puri
Sampai saat ini, gelombang pengungsi yang meninggalkan Wamena, masih belum juga reda. Dari orang tua sampai balita terlihat di tempat pengungsian, menunggu antrian agar bisa terbang keluar dari tempat bekas kerusuhan.
Harta benda, mata pencarian, sekolah, rela mereka ditinggalkan. Semua hanya demi menyekamatkan nyawa. Itu saja.
Walau situasi yang dikabarkan sudah kondusif, belum bisa meyakinkan bahwa situasi disana sudah aman. Sehingga mereka enggan untuk kembali. Efek trauma dan ketakutan, lekat para mereka sekarang.
Harapan, adanya tindakan tegas dan menjerakan kepada siapa saja yang terlibat dalam kerusuhan (termasuk dalang di belakang layar), agar Wamena kembali ditinggali warga dengan rasa tenang dan nyaman.
Tutup keran pemicu, hilangkan kesenjangan sosial dengan pemerataan ekonomi, serta penyelenggaraan pendidikan yang layak, yang akan meningkatkan adab rakyat.
Jika itu ada, maka Wamena akan aman berjaya. Dan tentu saja, harapan itu bersandar hanya pada negara. Sebab, hanya negara lah yang bisa melakukannya. Tidak menunggu atau mengandalkan pihak lain. Wallahu'alam.

No comments:
Post a Comment