Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Benarkah Khilafah Bikin Resah dan Gelisah?

Tuesday, July 02, 2019 | July 02, 2019 WIB Last Updated 2019-07-02T16:14:26Z


Oleh: Nur Fitriyah Asri
Penulis Buku Opini Akademi Menulis Kreatif

Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi kaum muslim secara keseluruhan di dunia untuk menegakkan  Islam secara kaffah dan mengemban dakwah Islam keseluruh penjuru dunia.

Para sahabat Nabi Saw menamakan sistem kepemimpinan sebagai khilafah, dan pemimpinnya disebut khalifah. Khalifah artinya orang yang menggantikan Nabi Saw dalam memimpin dan menyatukan umat Islam.
Karenanya di depan nama Abu Bakar, Umar bin Khathab dan lainnya disematkan gelar khalifah.

Dalam hadis lain Rasulullah Saw menyebutkan pemimpin bisa disebut dengan nama "Imam dan Amir." Adapun kepemimpinannya disebut "Imamah dan Imarah".

Jadi kepemimpinan dalam Islam harus sesuai syariah yaitu khilafah. Istilah ini sudah digunakan dalam rentang waktu 1000 tahun lebih. Mulai dari Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq hingga terakhir Khalifah Abdul Hamid II yang berpusat di Istambul. Selama seribu tahun umat Islam hidup dalam persatuan, keadilan dan kejayaan, meskipun tidak menafikan adanya dinamika riak-riak di sana-sini.

Karena umat Islam mengalami kemunduran berpikir, lemahnya ketakwaan dan buruknya penerapan Islam, serta musuh-musuh Islam yang selalu berupaya keras ingin menghancurkan khilafah Islamiyyah dengan berbagai cara, akibatnya tanggal 3 Maret 1924, Khilafah Ustmani di Turki runtuh.

Sejak saat itulah khilafah yang semula menjadi negara kesatuan negeri-negeri muslim tanpa sekat, kini telah hancur lebur cerai-berai menjadi 50 lebih negara bangsa-bangsa (nation-state). Menjadi negara yang terkungkung dan kesrimpung oleh nasionalisme dengan  asasnya sekularisme. Yaitu paham yang memisahkan agama dengan kehidupan. Agama dilarang mengatur urusan publik.

Sekularisme inilah biang kerok rusaknya tatanan kehidupan dan peradaban manusia. Negeri-negeri muslim dijajah dan dijarah, serta di mana-mana terjadi pertumpahan darah. Mereka paham dan menyadari jika umat Islam bangkit kembali dengan khilafahnya maka akan membuat eksistensinya terancam musnah. Dibuatlah strategi politik adu domba (devide et impera). Umat Islam dicekoki dengan paham-paham yang bertentangan dengan Islam yaitu sekularisme, pluralisme, liberalisme, nasionalisme, demokrasi, HAM, kesetaraan gender dan lainnya. Hal ini untuk meracuni dan menjauhkan pemikiran umat Islam dari agamanya.

Jadi wajar jika umat Islam dewasa ini tidak mengenal ajarannya. Agama hanya untuk urusan pribadi saja. Kondisi umat Islam benar-benar terpuruk, tidak mengenal dan gagal paham dengan  khilafah sebagai ajaran Islam.

Siapakah yang Resah dan Gelisah?

Benar sekali bahwa khilafah akan membuat siapapun merasa resah dan gelisah, tak terkecuali para pejuangnya, mereka adalah:

1. Orang-orang kafir penjajah (imperator).
Karena mereka sangat
meyakini khilafah akan tegak kembali tahun 2020, menurut ramalan NIC (National Intelligence Council). Oleh sebab itu mereka seperti kebakaran jenggot berupaya setengah mati ingin menghadang dan menggagalkan tegaknya kembali khilafah.

Tidak hanya dengan politik devide et impera yaitu politik adu domba, juga Barat selalu membangun narasi negatif tentang khilafah. Upaya memonsterisasi khilafah sebagai radikalisme dan terorisme yang disepadankan dengan ISIS, terus digaungkan. Semata-mata bertujuan untuk menciptakan Islamophobia di kalangan umat Islam.  Agar umat Islam menjadi takut dan membenci khilafah sebagai ajarannya. Mereka menyadari dengan tegaknya kembali khilafah, maka eksistensi  kapitalisme sekuler akan terkubur. Semua bentuk penjajahan akan lenyap ditelan bumi.
Mereka, kafir penjajah dan antek-anteknya  selalu membuat makar, membenci dan memusuhi Islam.
Allah berfirman:

وَلَنْ تَرْضَىٰ عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Artinya: "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti millah mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)" dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu." (TQS al-Baqarah [2]: 120).

Atas kuasa Allah, sepandai-pandainya orang kafir membuat makar, pasti Allah akan membongkarnya dan menghancurkannya dengan cara-Nya.
Allah berfirman:

وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

"Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya (TQS Ali Imran: 54).

2. Antek-antek asing sebagai boneka Barat.
Mereka merupakan kepanjangan tangan kafir penjajah, sebagai corong dan ujung tombak yang dijadikan satpam untuk  membela, menjaga dan melestarikan jajahannya. Mereka menjual akidahnya dengan harga yang murah demi tahta, harta dan jabatan. Padahal hanya untuk manfaat sesaat. Kelompok ini umumnya punya pengaruh besar karena duduk dan memangku jabatan sebagai penguasa. Ada juga yang dari kalangan intelektual muslim, politikus, tokoh nasional dan ulama suu' (ulama jahat). Mereka diperalat dan dimanfaatkan untuk kepentingan penguasa dan kafir penjajah, dengan mengeluarkan fatwa, meskipun itu bertentangan dengan syariat mereka tidak peduli. Bahkan berani memfitnah, bahwa khilafah memecah belah bangsa Indonesia (Bhineka Tunggal Ika), kemudian dibenturkan dengan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan selalu dihembus-hembuskan untuk meyakinkan bahwa  khilafah itu membahayakan. Ulama suu' dipakai sebagai stempel untuk mendukung kebijakan penguasa yang pro Barat.
Mereka yakin dan sombong akan kekuasaannya. Mereka lupa bahwa Allah yang paling berkuasa, sesungguhnya di dalam hati mereka ada ketakutan yang luar biasa, yang membuatnya resah dan gelisah.
Allah berfirman:

يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللهُ إِلا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ

“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, sementara Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukainya. Dialah Yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Alquran) dan agama yang benar untuk Dia menangkan atas segala agama walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai.” (TQS at-Taubah: 32-33).

Maha benar Allah dengan segala firman-Nya. Terbukti meskipun pejuangnya dan ulamanya dipersekusi, harokahnya (kelompoknya) di kriminalisasi, ajaran dan dakwahnya di fitnah dan dibubarkan. Namun nama khilafah justru semakin membahana di udara dan memenuhi seluruh jagat raya (tanpa mengeluarkan biaya untuk memromosikannya). Cahaya khilafah telah menyilaukan dunia.

3. Masyarakat Awam, yang punya tradisi sendiko dawuh (ikut-ikutan, taklid buta), apa kata kyai. Bahayanya mereka ini menelan isu mentah-mentah yang di fatwakan oleh para ulama Suu' (ulama jahat). Mereka gampang diperalat untuk diadu domba hanya demi sebungkus nasi dan sedikit uang recehan. Kelompok ini umumnya kering akidahnya, sedikit ilmu agamanya, agresif. Yakin semua tindakannya ada yang menanggung dosanya, cara berpikirnya dangkal. Oleh sebab itu gampang disulut api amarah, mudah termakan fitnah,  hidupnya resah dan gelisah, karena mudah diombang-ambingkan oleh keadaan dan tidak tahu hakikat kehidupan.
Allah berfirman:

«أعنده علم الغيب فهو يرى» يعلم جملته أن غيره يتحمل عنه عذاب الآخرة؟ لا، وهو الوليد بن المغيرة أو غيره، وجملة أعنده المفعول الثاني لرأيت بمعنى أخبرني.
"(Apakah dia mempunyai pengetahuan tentang yang gaib sehingga dia mengetahui) sebagiannya, yaitu bahwa seseorang dapat menanggung azab akhirat yang diterima oleh orang lain?" (TQS an-Najm: 35). Jawabannya tentu saja tidak.

4. Pejuang syariah
 khilafah.
Orang-orang yang takwallah, ikhlas karena mengharap rida Allah. Mereka benci dan marah karena Allah. Melihat kondisi rusaknya umat merasa resah, gelisah dan marah. Ingin menyelesaikan masalah yang membelit umat dengan tegaknya kembali khilafah.
Mereka adalah pejuang-pejuang yang tangguh, yang tidak bisa tidur nyenyak karena memikirkan umat. Mereka tidak takut diancam nyawanya, mereka hanya takut kepada Allah. Hidup dan matinya hanya untuk Allah, demi meraih rida-Nya. Mereka meyakini kebenaran janji Allah Swt dan bisyarah Rasulullah Saw. Itulah yang membuatnya bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan tegaknya khilafah 'ala minhajjin nubuwwah.

Khilafah, benar-benar membuat mereka resah dan gelisah, tidak sabaran untuk memperjuangkan dan menyaksikan khilafah tegak. Mestinya sebagai umat Islam yang beriman dan bertakwa, tentunya memilih posisi di kelompok yang keempat yaitu merasa resah dan gelisah melihat problematika umat yang menjerat, karena belum tegaknya khilafah. Mereka sangat yakin khilafah janji Allah pasti tegak.

Allah Ta’ala berfirman:

وَعَدَ اللّٰہُ الَّذِیۡنَ اٰمَنُوۡا مِنۡکُمۡ وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَیَسۡتَخۡلِفَنَّہُمۡ فِی الۡاَرۡضِ کَمَا اسۡتَخۡلَفَ الَّذِیۡنَ مِنۡ قَبۡلِہِمۡ ۪ وَ لَیُمَکِّنَنَّ لَہُمۡ دِیۡنَہُمُ الَّذِی ارۡتَضٰی لَہُمۡ وَ لَیُبَدِّلَنَّہُمۡ مِّنۡۢ بَعۡدِ خَوۡفِہِمۡ اَمۡنًا ؕ یَعۡبُدُوۡنَنِیۡ لَا یُشۡرِکُوۡنَ بِیۡ شَیۡئًا ؕ وَ مَنۡ کَفَرَ بَعۡدَ ذٰلِکَ فَاُولٰٓئِکَ ہُمُ  الۡفٰسِقُوۡنَ

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.(TQS an-Nuur: 55)

Wallahu a'lam bish shawab.
×
Berita Terbaru Update