Magelang -- Kodim 0705/Magelang  menggelar upacara pembukaan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung tahap I tahun anggaran 2019 di lapangan SD Negeri Sambak Desa Sambak Kecamatan Kajoran Kabupaten Magelang. Selasa (26/02)

Selaku Inspektur Upacara (Irup) dalam upacara tersebut Bupati Magelang Zaenal Arifin SIP Dengan Komadan upacara Danramil 13 Mungkid Kapten Arm Mashudi pitoyo dengan susunan pasukan upacara 1regu gersang kodim magelang, satu satuan setingkat pleton ( 1 SST) Pasukan Kodim 0705 Magelang, 1 SST Yon Armed 105 Nagapaksa  magelang, 1 SST Polres Magelang, 1 SST Gabungan Linmas dan Senkom Kecamatan kajoran, 1 SST Pelajar SMP dan SD kecamatan Kajoran

Dalam pembukaan TMMD tersebut juga di hadiri wakil bupati bpk Edi cahyana S.E, wakapolres kab kompol Eko mardiyanto, Kasdim 0705/Mgl may inf Suratman,  Danyon Armed 3 Letkol Arm Irwansah, Kajari kab bpk Hening EW S.h, kagudmurah di wakili kapten Cba Bambang,  Akmil diwakili kapten Arm Made, Para Ka OPD kab Magelang, Muspika dan UPT kec Kajoran, Tokoh masarakat,Tokoh agama  kecamatan Kajoran.


Dalam Sambutannyan gubernur Jateng yang di bacakan oleh bupati Magelang yang bertindak sebagai irup "Alhamdhulillah, hari ini Tuhan Yang Maha Esa terus memberikan nikmat sehat, kekuatan dan semangat kepada kita semua sehingga kita bisa hadir disini meneguhkan komitmen untuk terus mengabdikan diri demi kemajuan Indonesia melalui TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Tahap I (Reguler 104 Dan Sengkuyung I) Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019.

Inilah bagian dari cara kita merawat dan mengikat kebersamaan serta kegotong royongan untuk mengatasi persoalan - persoalan kebangsaan. Sinergitas dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta Pemerintah Pusat dan Daerah melalui TMMD seperti inilah menjadi Suatu kekuatan luar biasa untuk memajukan desa, menggali dan mendayagunakan potensi serta mengatasi berbagai permasalahan
masyarakat.

Data BPS Per-Bulan September 2018, mencatat jumlah penduduk miskin Jawa Tengah sebesar 3,87 juta orang, dan mayoritas berada di pedesaan, yakni sebanyak 2,15 juta orang. Untuk itulah, kita terus memfokuskan program penanggulangan kemiskinan di pedesaan dengan prinsip keroyokan melalui pendekatan holistik-integratif-tematik dan spasial. TMMD kali ini mengangkat tema “Melalui TMMD Kita Tingkatkan Kebersamaan Umat Serta Semangat Gotong Royong Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Guna Mewujudkan Ketahanan Nasional". Apabila dikaitkan dengan kondisi kebangsaan saat ini, tema tersebut sangatlah tepat.

Sejarah telah mengajarkan kepada kita bahwa semangat kebersamaan, kegotong-royongan serta persatuan dan kesatuan merupakan senjata ampuh bangsa Indonesia dalam menghadapi segala permasalahan dan tantangan. Ini harus senantiasa kita rawat dan jaga bersama. Jangan sampai kapital sosial berharga ini luntur dan sirna tergerus oleh berbagai perbedaan yang ada. Berbeda itu biasa karena berbeda memang kodrat Sang Pencipta. Dan berbeda itu indah.Maka melalui TMMD ini, mari kita gelorakan lagi semangat kolektifitas serta persatuan dan kesatuan seluruh elemen masyarakat" Ucapnya dalam sambutannya.

selesai upacara kegiatan dilajut dengan pentas seni Jatilan dari kecamatan kajoran, setelah itu satgas langsung menuju Lokasi TMMD  melanjutkan pekerjaan di lokasi bergotong royong bersama masarakat. (red)

0 komentar:

 
Top