Ini dijelaskan Alfanedi salah seorang alumnus STIH YPKMI Padang saat mengenang kembali ketika masih aktif sebagai ketua BEM.
Menurutnya, banyak rangkaian kegiatan digerakannya, mulai dari kepedulian lingkungan, membuat baju almamater, KKN dan turut serta mengikuti seminar nasional bersama para mahasiswa diseluruh Indonesia. Yang kesemua itu ditalangi dan digerakan bersama dengan rekan-rekan mahasiswa sendiri.
Tekadnya hanya satu, agar nama STIH YPKMI Padang dikenal dan tidak dipandang sebelah mata oleh masyarakat, tegasnya.
Namun upaya memang tidak sesuai dengan harapan, kemandirian yang diterapkan sewaktu masih menjadi anggota BEM ternyata sirna begitu saja. Begitu tamat dari kuliah, berbagai informasi terkait dengan perkembangan kampus tidak terdengar lagi. Kalaupun tahu, itupun dari media. Timbul pertanyaan, beginikah implementasi yang didapat setiap para alumnus ? ucapnya sambil bertanya.
Seyogianya, dalam berbagai rangkaian kegiatan terkait perkembangan kampus, pihak yayasan atau kesekretariatan kampus harus membawa serta para alumnusnya. Sebab dari partisipasi mereka-merekalah kemajuan kampus didapat, baik itu semacam ide dan saran, atau yang sifatnya bantuan secara fisik.
Oleh karenanya, disarankan kepada pihak yayasan untuk perlu melakukan evaluasi baik intern maupun ekstern. Yang terutama adalah intern sendiri, dimana pihak yayasan dapat memilah dan membedakan antara “sawah dan pematang” artinya biarkan rektorat masing-masing kampus mengurus diri sendiri, dan pihak yayasan hanya memberi dukungan dan masukan serta evaluasi saja.
Dan terakhir tinjau kembali sejauhmana kekerabatan yang terjalin dalam lingkup kampus, dan apa pengarunya terhadap peningkatan mutu dan kemajuan YPKMI STIH dan STISP Padang sendiri.