Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dua Tahun Kepemimpinan Fadli Amran – Maigus Nasir, Kota Padang "Diborak-Barik" Pembangunan Masif demi Kemajuan

Saturday, November 07, 2026 | November 07, 2026 WIB Last Updated 2026-11-07T05:34:12Z
Kota Padang Diborak-Barik

Nusantaranews.net, Padang — Genap dua tahun masa kepemimpinan pasangan Wali Kota Padang Fadli Amran dan Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasis, berbagai janji politik dan program unggulan yang dahulu digaungkan saat kampanye kini mulai terealisasi secara nyata. Perubahan ini tidak sekadar menjadi catatan di atas kertas, tetapi benar-benar hadir dan dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat Kota Padang.

Komitmen kuat dari pasangan pemimpin ini terlihat dari percepatan pembenahan di berbagai sektor vital, mulai dari program keagamaan, pendidikan, pelayanan publik, infrastruktur, kebersihan lingkungan, hingga penataan pusat ekonomi masyarakat.

Capaian Nyata Berbagai Sektor Unggulan

Sektor Keagamaan Pemerintah Kota Padang terus memperkuat identitas kota yang berlandaskan adat dan agama (Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah). Program pembinaan rumah ibadah, peningkatan kesejahteraan guru mengaji dan garambai masjid, serta penguatan kegiatan keagamaan berbasis komunitas dan masjid terus digiatkan. Masjid tidak hanya dijadikan tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan karakter generasi muda dan benteng moral masyarakat.

Sektor Pendidikan Di bidang pendidikan, fokus utama tertuju pada pemerataan kualitas dan akses pendidikan yang berkeadilan. Pemkot Padang menggulirkan berbagai program bantuan perlengkapan sekolah gratis bagi siswa kurang mampu, beasiswa pendidikan, serta peningkatan sarana-prasarana sekolah dasar dan menengah pertama. Selain itu, kesejahteraan serta kapasitas tenaga pendidik dan guru honorer juga terus menjadi perhatian serius guna mencetak SDM Kota Padang yang unggul dan berdaya saing.

Sektor Pelayanan Publik Transformasi pelayanan publik terasa semakin cepat, transparan, dan inklusif. Melalui pemanfaatan teknologi digital dan integrasi sistem layanan sipil, masyarakat kini dapat mengurus berbagai dokumen kependudukan, perizinan usaha, dan layanan sosial dengan jauh lebih mudah dan bebas dari pungutan liar. Pelayanan di tingkat kecamatan dan kelurahan pun terus didorong untuk lebih responsif terhadap kebutuhan warga.
Kota Padang Diborak-Barik


Sektor Infrastruktur Bicara soal infrastruktur, saat ini hampir di seluruh wilayah kecamatan di Kota Padang sedang berlangsung peningkatan pembangunan secara masif. Pembangunan dan renovasi gedung sekolah, perbaikan serta pembenahan saluran drainase (riol) untuk mengantisipasi banjir, pengaspalan jalan lingkungan hingga jalan utama, penataan taman kota, serta perbaikan akses publik lainnya tengah gencar dikerjakan. Wajah kota kini tampil lebih tertata, modern, dan ramah bagi pejalan kaki maupun pengguna jalan.

Sektor Kebersihan dan Lingkungan Masalah pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan menjadi prioritas penting. Pemkot Padang memperkuat armada pengangkut sampah, mengoptimalkan peran Bank Sampah di tingkat RW/RT, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memilah sampah dari rumah. Program padat karya kebersihan dan penataan ruang terbuka hijau (RTH) juga terus digalakkan demi mewujudkan Kota Padang yang asri, bersih, dan sehat.

Sektor Ekonomi dan Pemberdayaan UMKM Guna membangkitkan perekonomian daerah dan menekan angka pengangguran, program bantuan modal, pelatihan kewirausahaan, serta fasilitasi pemasaran bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus diperluas. Penataan kawasan wisata kuliner dan destinasi unggulan Kota Padang juga terus dilakukan agar mampu menyedot wisatawan lokal maupun mancanegara.


Kondisi dan geliat pembangunan ini menjadi sorotan besar masyarakat yang menyambut dengan penuh antusias. Warga menyaksikan langsung kemajuan Kota Padang sebagai kota metropolitan sekaligus ibu kota Provinsi Sumatera Barat di tangan dingin pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota ini.

Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh H. Maidestal Hari Mahesa, salah seorang tokoh masyarakat yang dikenal kenyang asam garam di dunia politik Kota Padang. Saat ditemui bersama Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kota Padang Roy Madea Oka—yang akrab disapa Boni—Esa menilai bahwa kepemimpinan Fadli Amran dan Maigus Nasir patut diancungi jempol.

"Kepemimpinan pasangan ini sangat patut kita apresiasi bersama. Dalam waktu dua tahun, mereka telah mampu membawa perubahan besar yang nyata bagi Kota Padang ke arah yang jauh lebih baik, tertata, dan berkemajuan," ujar H. Esa.

H. Esa secara khusus menyoroti keberanian dan cara humanis Pemkot Padang dalam membenahkan kawasan pusat perdagangan kota.
Kota Padang Diborak-Barik


"Lihat saja kondisi Pasar Raya Padang saat ini. Dulu persoalan penataan dan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) selalu menjadi benang kusut yang sulit diurai. Namun di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota saat ini, penertiban PKL dan penataan Pasar Raya bisa berjalan kondusif meski ada gejolak dari oknum-oknum. Pedagang ditertibkan dan diarahkan secara humanis, sehingga ketertiban lalu lintas serta kebersihan pasar terjaga, sementara hak pedagang untuk mengais rezeki tetap dihargai," ungkap H. Esa.

Beliau menambahkan bahwa penataan Pasar Raya ini menjadi bukti nyata keseriusan pimpinan kota dalam mengembalikan fungsi Pasar Raya sebagai ikon ekonomi dan kebanggaan warga Kota Padang yang bersih, aman, dan nyaman untuk berbelanja.

Lebih lanjut, Esa menyampaikan bahwa keberhasilan pimpinan daerah ini tidak lepas dari sinergi serta soliditas jajaran birokrasi di lingkup Pemkot Padang.

"Tentunya, semua pencapaian ini dapat terwujud berkat kepemimpinan yang tangguh serta dukungan penuh dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Raju Mainropa beserta seluruh jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemkot Padang yang bekerja keras mengoperasionalkan kebijakan Wali Kota dan Wakil Wali Kota," lanjutnya.

Esa juga menggarisbawahi bahwa kunci sukses pembangunan daerah terletak pada partisipasi aktif warga.

"Dan terkhusus, dukungan terbesar datang dari seluruh elemen warga Kota Padang. Masyarakat yang tertib, mau bekerja sama, dan ikut menjaga hasil-hasil pembangunan adalah pondasi utama mengapa program-program pemerintah ini bisa berjalan dengan lancar dan tepat sasaran," tegas H. Esa.


Senada dengan H. Esa, Ketua PP Kota Padang Roy Madea Oka (Boni) menegaskan bahwa pernyataan dan apresiasi yang disampaikan bukanlah sekadar pujian kosong atau retorika belaka, melainkan realitas objektif yang dirasakan di lapangan.

"Apa yang disampaikan oleh Haji Esa terkait penataan Pasar Raya dan pembangunan kota bukanlah sekadar penegasan untuk memuji seseorang secara berlebihan. Ini adalah kenyataan dan fakta lapangan yang sedang terjadi. Kita bisa lihat sendiri Pasar Raya sekarang jauh lebih rapi dan tertata," tutur Boni.

Boni juga mengingatkan masyarakat akan karakter kepemimpinan pasangan Fadli Amran dan Maigus Nasir yang humanis dan dekat dengan rakyat.

"Ada satu hal penting yang perlu diingat oleh seluruh masyarakat: pasangan pimpinan kita ini adalah sosok yang sangat terbuka. Beliau berdua selalu mau menerima saran, masukan, bahkan kritikan sepedas apa pun dari warga. Yang paling berkesan, mereka selalu siap dan mau diajak duduk bersama untuk mendiskusikan serta memecahkan berbagai persoalan kota secara kekeluargaan," tambah Boni.

Melihat berbagai deretan capaian dalam dua tahun terakhir, harapan masyarakat Kota Padang tentu semakin melambung tinggi. Warga berharap ritme pembangunan yang cepat, transparan, dan berpihak kepada rakyat kecil ini dapat terus dipertahankan hingga akhir masa jabatan.

Masyarakat menginginkan agar Pemkot Padang tetap konsisten menyelesaikan berbagai isu strategis kota, seperti penanganan titik-titik banjir yang tersisa, peningkatan kualitas moda transportasi publik, penataan kawasan pesisir dan pariwisata Pantai Padang, serta pembukaan lapangan kerja baru bagi generasi muda.

Dengan sinergi yang makin kuat antara pimpinan daerah, jajaran birokrasi, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan seluruh warga, Kota Padang optimistis dapat melangkah lebih cepat menjadi kota metropolitan yang maju, sejahtera, religius, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional. *Nal Koto/Aan
×
Berita Terbaru Update