Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ketika Hukum Buatan Manusia Diterapkan, Maka Kejahatan Akan Terus Merajalela

Thursday, October 15, 2026 | October 15, 2026 WIB Last Updated 2026-10-15T02:32:03Z




Oleh Nia Karmila
Muslimah Peduli Umat


Nusantaranews.net, Dua oknum petugas Rumah Tahanan Negara (RUTAN) Kelas 1 Depok memiliki tugas berbeda dalam pesta narkoba yang dihadiri puluhan narapidana pada akhir September 2026. Kaporles Metro Depok Kombes Pol Christian Rony Putra mengatakan, satu petugas diduga menyediakan sabu, sedangakan satu petugas lainnya menyediakan alat musik untuk digunakan dalam rutan. 

Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan untuk mendalami peran kedua petugas tersebut, termasuk menelusuri asal sabu yang digunakan dalam pesta narkoba serta cara barang terlarang itu diselundupkan ke dalam rutan. Pasalnya, saat menggeleledah tempat kejadian perkara (TKP)pada Minggu (4/10/2026),  polisi tidak menemukan barang bukti berupa sabu. 

Selain menggeledah TKP, polisi juga melakukan tes urine terhadap dua petugas yang diduga terlibat. Hasilnya, kedua petugas tersebut dinyatakan negatif narkoba. Dengan demikian, polisi masih mendalami dugaan  bahwa kedua oknum petugas tersebut hanya menyediakan sabu dan tidak mengonsumsinya untuk kepentingan pribadi. Atas kejadian tersebut, pihaknya  memeriksa sekitar 22 warga binaan, tapi hanya 3-4  orang yang  dilakukan pemeriksaan lanjutan. (Kompas.com)

Peredaran narkoba bukanlah hal baru. Kasus baru selalu terulang, berbagai upaya terus dilakukan. Namun, bukannya hilang, akan tetapi malah bertambah banyak, bahkan akhir-akhir ini pesta narkoba terjadi di dalam rutan  yang dimana tempat itu adalah tempat penahanan bagi tersangka kasus kejahatan.  Hal yang paling mengiris hati, para terpidana kejahatan itu juga masih bisa menjalankan kejahatannya di penjara dan tidak lain petugas rutan nya pun terlibat dalam menjalankan pesta narkoba pada hari itu.

penerapan sistem demokrasi inilah yang menjadi akar permasalahan, ia menempatkan bahwa aturan kehidupan ada di tangan manusia, dan mengesampingkan aturan sang maha pencipta, akibat dari penerapan sistem ini menunjukan bahwa sistem hukum pidana yang berlaku saat ini gagal memberikan efek jera terhadap para pelaku kejahatan bahkan tajam kebawah tumpul ke atas. Sehingga terus menerus kejahatan ini akan berlangsung.

Sistem  inilah yang mengusung kebebasan dan kemanfaatan antara lain yaitu kebebasan berpendapat dan bertingkah laku bagi manusia sehingga bisa memilih apa saja yang mereka inginkan. Inilah buah hasil sistem yang rusak. Sehingga banyak petugas mudah menerima suap dari para napi hanya untuk kesenangan duniawi.

Di dalam Islam tolok ukur perbuatan manusia hanya dengan hukum syarak. Sebagaimana yang haram dikonsumsi, seperti narkoba, akan dilarang beredar. Tidak ada negosiasi di dalamnya. Dan Untuk memastikan tidak adanya peredaran narkoba di tengah masyarakat, apalagi di dalam rutan sekali pun,  Bahan bahan narkoba baik produk jadi maupun bahan bakunya tidak bisa masuk ke dalam Daulah, karena para aparat keamanan menjaga dengan baik dan ketat area perbatasan baik di darat, laut maupun udara. 

Ketakwaan dan kemampuan dalam menjaga amanah yang  menjadi syarat utama dalam memilih aparat keamanan. Dengan demikian, mereka tidak tergiur untuk menjadi beking sindikat narkoba. Daulah Islam akan menerapkan sanksi tegas dan membuat jera bagi pengguna, pengedar, dan produsen narkoba.

Tentu sanksi dan hukuman dalam islam berasal dari pencipta, karena itu tidak perlu adanya bongkar pasang sebagaimana dalam sistem pidana buatan manusia. Allah SWT berfirman: "Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?" (QS. Al-Ma'idah 5: Ayat 50)

Hanya Islam satu satunya sistem yang tepat untuk membrantas kejahatan, baik sanksi atau hukuman yang adil dan terbaik hanya bisa di dapatkan  dalam sistem pemerintahan Islam, dengan menjadikan Islam sebagai dasar negara dan seluruh aturan kehidupan.

 Wallahualam bissawab
×
Berita Terbaru Update