Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dalam Cengkraman Kapitalisme Air Berubah Jadi Komoditas

Tuesday, October 13, 2026 | October 13, 2026 WIB Last Updated 2026-10-13T12:41:17Z

Oleh: Emy ( Aktivis muslimah )

TRIBUNJABAR. ID, BANDUNG - Armada tangki penampungan air berkapasitas 5.000 liter diserahkan PT Geo Dipa Energi (persero) kepada Badan penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Kabupaten Bandung pada Jumat (18/9/2026). Proses serah terima dilaksanakan langsung oleh General Manager PT Geo Dipa Energi Unit Patuha, Efrata Meliala, kepada kepala pelaksana BPBD Kabupaten Bandung, Gamber Irmawan Proemono. Saat memenuhi kebutuhan pasokan air bersih bagi masyarakat yang terkena imbas kemarau panjang. Beliau mengutarakan apresiasi atas kepedulian tersebut. Lewat hadirnya pasilitas penampung air berdaya tampung 5.000 liter ini.

Beliau menegaskan bahwa, ketersediaan sarana air tak cuma berputar pada pemenuhan hajat primer warga, namun juga terkait erat terhadap kelangsungan roda sosial dan ekonomi. Bagi masyarakat penopang sektor pertanian, minimnya pasokan air sewaktu musim kemarau menyuguhkan hambatan besar bagi produktivitas dan kelangsungan olah tanah mereka," tutur Efrata Meliala. Langkah ini penjadi pijakan vital demi menuntun warga melewti derita musim kering. Kemitraan lintas sektor ini membuktikan krusialnya peranan berbagai elemen dalam menangkis risiko bencana yang makin kompleks. Penanganan bencana tak sekadar berfokus pada pase paska bencana, melainkan menuntut tindakan pencegahan dan kesiapsiagaan guna menekan potensi dampak buruk," tuturnya.

Pada saat ini, kondisi wilayah Indonesia berada dimusim kemarau yang cukup panjang. Sehingga, fenomena krisis air bersih melanda di beberapa wilayah terutama kabupaten Bandung, padahal air adalah sumber kehidupan bagi manusia. Pendistribusian air bersih, yang menggunakan mobil tanki salah satu respons pemerintah ketika masyarakat membutuhkan air bersih. Tetapi, respons seperti itu bukanlah satu-satunya strategi. Seharusnya negara mencari tahu apa yang menyebabkan masalah krisis air bersih terjadi. Hal ini terjadi karena, tidak lepas dari peran para kapitalis yang selalu mencari keuntungan yang berlimpah tidak peduli dampak yang akan merugikan masyarakat. Kaum kapitalisme hanya memandang alam sebagai sumber daya yang harus dimanfaatkan untuk mendapatkan materi. Dengan menganut paham kapitalisme, manusia dengan bebas memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA), tanpa memikirkan dampak jangka panjang yang akan terjadi.

Para pemilik modal berlomba-lomba mengalihkan fungsi lahan hijau menjadi perumahan mewah, sehingga berkurangnya daerah resapan. Bukan hanya itu, minimnya persediaan air bersih dapat berpengaruh pada sektor pertanian dan terbatasnya persediaan bahan pangan. Dapat dipastikan, harga bahan pangan di pasaran akan melonjak tinggi, dan tidak menutup kemungkinan wabah kelaparanpun akan terjadi. Sebenarnya masalah krisis air yang terjadi pada saat ini bukanlah sesuatu yang kebetulan karena musim kemarau saja. Tapi tentunya ada sebab dan akibat yang dilakukan oleh manusia yang tidak bertanggung jawab. Seperti yang tercantum dalam Al Qur'an, Allah Swt berfirman: "Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian akibat perbuatannya supaya mereka kembali ke jalan yang benar. (Al-Quran surat Ar-rum 41). 

Dalam hal ini, seharusnya negara memberikan sangsi tegas yang dapat memberikan efek jera kepada siapapun yang telah merusak hutan. Sudah sering terjadi, demi untuk membuka lahan hutanpun dibakar, eksploitasi air bersih yang sekarang ini banyak bermunculan pabrik air mineral atau kemasan. Seharusnya, negara tidak memberikan kebebasan kepemilikan sumber daya alam kepada para kapitalisme. Karena pada dasarnya laut, hutan, sungai, danau dan juga air adalah kepemilikan umum. Jadi semestinya, negara mengelola bersama-bersama rakyat untuk kesejahteraan bersama, dan tidak hanya bertindak jika krisis air bersih terjadi. Oleh karena itu, negara tidak semestinya menyerahkan pengelolaan kepada pihak swasta yang hanya dijadikan ladang bisnis semata.

Dalam Islam, negara akan bertanggung jawab atas pemenuhan air bersih. Pemerintah tidak hanya cukup dengan mengirimkan tanki air bersih saja.tetapi negara akan mencari solusi yang mampu mencegah krisis semakin parah. Negara dalam sistem Islam, akan mengelola sumber daya alam bersama-sama rakyat, menjaga hutan lindung, dan mencegah kerusakan alam dan memperbaiki tata kelola sungai yang dapat memberikan cadangan air jika terjadi musim kemarau. Tidak hanya itu, Negarapun akan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat seperti sandang, pangan, pendidikan dan juga kesehatan.

Oleh sebab itu, Islam adalah agama yang dirahmati aturan dan hukumnya berasal mutlak dari sang Khaliq. Dalam Islam, didunia ini tidak ada yang luput sedikitpun dari aturan syariat. Segala yang terjadi dan merugikan masyarakat akibat perbuatannya manusia itu sendiri. Musibah yang datang silih berganti adalah sebuah teguran atas dosa dan kezalimannya. Oleh karena itu, jika kita ingin meraih keberkahan dari Allah Swt dari langit dan bumi maka, sudah saatnya kita kembali kepada syariat Islam dan mentaati hukum-hukumnya. Meninggalkan segala kekufuran, dan mentaati pemimpin yang menerapkan Islam secara kaffah yang akan membawa keselamatan di dunia dan akhirat kelak.

Wallahu alam Bis'showab.
×
Berita Terbaru Update