Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Perundungan Pasien BPJS

Monday, August 17, 2026 | August 17, 2026 WIB Last Updated 2026-08-17T09:00:47Z




Oleh. Puji

Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) mengungkap ada 10 tenaga medis dan tenaga kesehatan yang diduga melakukan perundungan terhadap pasien BPJS Kesehatan melalui media sosial. Mereka berasal dari berbagai profesi mulai dari dokter umum, dokter gigi, perawat hingga peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) (https://www.metrotvnews.com/8/8/2026). 

Fakta ini menunjukkan bahwa unggahan di Threads dari Yurizal Pasien BPJS kesehatan yang mengeluhkan belum mendapat ruang rawat inap meski telah menunggu 8 jam viral di media sosial. Beragam komentar termasuk dari sejumlah akun yang diduga milik dokternya dan tenaga kesehatan dinilai tidak menunjukkan empati alias merundung pasien BPJS kesehatan. Terlebih lagi, pasien BPJS kesehatan yang harus menunggu terlalu lama untuk mendapatkan ruang perawatan adalah bukti bahwa sistem kesehatan yang diskriminasi dan kurang empati. Ini menunjukkan bahwa masyarakat dengan ekonomi yang rendah dan termasuk pasien BPJS kesehatan harus siap menghadapi resiko seperti ini apabila ada keluarga yang mengalami sakit dan butuh penanganan perawatan rawat inap di rumah sakit. Tentunya ini akan berbeda perlakuan dengan masyarakat yang kaya dan mereka mampu untuk membayar biaya perawatan kesehatan tanpa BPJS kesehatan alias pasien umum. 

Jaminan kesehatan yang seharusnya menjadi tanggungjawab negara secara merata dalam sistem sekuler kapitalis justru dibebankan kepada pasien. Fasilitas dan kecepatan pelayanan kesehatan tergantung kepada kemampuan bayar pasien. Hal ini menunjukkan bahwa fasilitas kesehatan maupun pelayanan kesehatan dalam kapitalis sekuler sebagai obyek bisnis untuk mendapatkan keuntungan dan kurang memperhatikan terkait siap siaga dan empati dalam pelayanan kepada pasien yang ada di rumah sakit. Oleh karena itu, kita akan menjumpai adanya diskriminasi dalam pelayanan terkait fasilitas maupun empati terhadap pasien umum yang berduit dan mampu bayar biaya kesehatan dengan pasien kurang mampu bayar biaya kesehatan yang hanya menggunakan BPJS kesehatan. 

Selain itu adanya tenaga kesehatan maupun dokter dan perawat yang kurang adanya empati terhadap pasien BPJS kesehatan ini dipengaruhi oleh pola pikir kapitalis sekuler. Dimana, mereka memandang bahwa kesehatan termasuk obyek bisnis semata. Hal ini berpengaruh terhadap pola sikap mereka dalam bekerja melayani pasien di rumah sakit yang seharusnya seimbang dan ramah kepada semua pasien tanpa adanya perbedaan perlakuan antara pasien umum dengan pasien BPJS kesehatan. Seperti yang kita jumpai terkait komentar mencibir pasien BPJS kesehatan dari dokter maupun tenaga kesehatan menunjukkan sikap nirempati dan cacat kepribadian yang tidak Islami. 

Kesehatan pasien dalam Islam itu harus mendapatkan perlakuan yang sama dalam fasilitas maupun pelayanan kesehatan. Dimana, Islam memandang bahwa kesehatan merupakan kebutuhan dasar seluruh rakyat yang menjadi tanggungjawab utama bagi negara dalam penyediaan fasilitas, biaya perawatan maupun pelayanan kesehatan secara merata dan seimbang terhadap semua pasien tanpa adanya diskriminasi terkait status ekonomi kaya atau miskin. Selain itu, semua dokter yang, peerawat maupun tenaga kesehatan harus memiliki kepribadian Islam yaitu pola pikir dan pola sikapnya agar bisa melayani pasien tu dengan ramah dan setulus hati terhadap semua pasien di rumah sakit tanpa adanya diskriminasi atas status ekonominya yaitu kaya dan miskin. Dengan Islam dijadikan sebagai standar operasional maupun pedoman dalam kehidupan termasuk bidang kesehatan ini diharapkan tidak ada lagi perundungan terhadap pasien yang dilakukan oleh dokter maupun tenaga kesehatan.
×
Berita Terbaru Update