Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Krisis Murid Baru di Sejumlah SDN, Mengapa Orangtua Memilih Sekolah yang Mengedepankan Nilai Agama?

Thursday, August 06, 2026 | Thursday, August 06, 2026 WIB



Oleh Nasywa Fauziah Azzahra
Mahasiswa


Nusantaranews.net, memasuki tahun ajaran baru, sejumlah SDN minim mendapatkan murid baru, bahkan ada beberapa sekolah yang tidak dapat murid sama sekali. Beberapa penyebab dari permasalahan tersebut adalah menurunnya angka pertumbuhan penduduk dan pergeseran orientasi masyarakat yang lebih memilih sekolah yang mengedepankan pendidikan agama. Banyak orangtua yang khawatir atas keselamatan anaknya di zaman kerusakan dan kenakalan remaja yang dianggap sebagai hal biasa. 

Solusi yang pemerintah ajukan adalah menggabungkan beberapa SDN yang minim dan tidak sama sekali mendapatkan murid baru. Namun solusi itu tidak dapat menyelesaikan akar permasalahan, sebab jika hal tersebut direalisasikan akan timbul permasalahan baru, yakni jarak sekolah menjadi jauh. 

Menurunnya angka pertumbuhan di berbagai daerah disebabkan oleh program pemerintah itu sendiri. Kebijakan ekonomi yang gagal membuat biaya hidup semakin tinggi dan kesejahteraan sulit untuk diraih, sehingga pasangan muda enggan untuk memiliki anak. Maraknya hal ini tidak luput dari kesalahan pemerintah yang membuat kesenjangan pendapatan antara masyarakat desa dan kota.

Adapun sikap orangtua yang berorientasi memilih sekolah dengan landasan agama menunjukkan adanya kekhawatiran besar terhadap kerusakan generasi saat ini akibat sistem sekuler liberal yang menghasilkan berbagai kerusakan moral hingga kriminal di kalangan anak sekolah. Pergantian kurikulum yang terus berulang tak mampu membendung kerusakan yang ditimbulkan oleh sistem sekuler liberal.

Lantas apa solusi tepat yang dapat  menyelesaikan permasalahan seputar pendidikan hingga ke akarnya?

Mengganti sistem sekuler liberal dengan sistem Islam. Islam memandang pendidikan merupakan kebutuhan dasar juga pilar penting peradaban, sehingga negara bertanggung jawab penuh atas ketersediaan dan pemerataan pendidikan berkualitas dan gratis bagi seluruh masyarakat. 

Sistem pendidikan Islam menggunakan kurikulum berbasis akidah Islam untuk menghasilkan output pendidikan yang berkepribadian Islam dan mahir dalam iptek. Selain itu, negara juga mempersiapkan SDM guru yang berkualitas, disertai juga dengan infrastruktur dan sarana yang mendukung. 

Kesadaran masyarakat juga butuh dinaikkan menjadi kesadaran politik bahwa kerusakan yang ada tidak mampu ditutupi hanya dengan upaya penyelamatan dari tempat yang bahaya atas kerusakan, melainkan kesadaran bahwa kerusakan yang ada adalah kerusakan sistemik akibat penerapan sistem liberal. 

Maka dari itu, dakwah politik untuk membangun kesadaran politik masyarakat sangatlah penting, menggerakkan masyarakat dan bersama mengubah sistem sekuler liberal menjadi sistem Islam. 

Wallahualam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update