Nusantaranews.net, Limapuluh Kota – Semangat gotong royong dan kebersamaan kembali menyatukan TNI, pemerintah daerah dan masyarakat dalam pelaksanaan Tentara Manunggal Membangun Nagari (TMMD/N) ke-129 Tahun Anggaran 2026 yang digelar Kodim 0306/50 Kota. Program terpadu yang resmi dimulai pada 15 Juli 2026 ini menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Komandan Kodim 0306/50 Kota, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata selaku Dansatgas TMMD/N ke-129 TA 2026 mengatakan, TMMD/N merupakan program lintas sektoral yang bertujuan membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan fisik maupun nonfisik, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat guna menciptakan stabilitas keamanan di daerah.
"TMMD/N bukan sekadar membangun jalan dan rumah, tetapi membangun harapan, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat. Kemanunggalan TNI dengan rakyat adalah kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan yang merata hingga ke pelosok nagari," ujar Letkol Inf Adi Nofriadi Nata.
Pelaksanaan TMMD/N ke-129 dipusatkan di jalur yang menghubungkan Jorong Buluh Kasok menuju Jorong Air Putih, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau. Kehadiran infrastruktur jalan tersebut diharapkan mampu membuka akses yang lebih baik bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut.
Adapun sasaran fisik TMMD/N ke-129 meliputi penyiapan badan jalan sepanjang 2.700 meter dengan lebar tujuh meter, penurunan elevasi jalan sepanjang 400 meter, serta pengerasan jalan dengan material sirtu sepanjang 2.550 meter. Selain itu, Satgas TMMD/N juga akan memasang gorong-gorong pada lima titik dan pondasi jalan sepanjang 100 meter.
Tak hanya itu, TMMD/N juga menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat melalui program tambahan berupa penanaman jagung seluas satu hektare, pembangunan lima titik Manunggal Air, pembangunan tujuh unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pemberian paket makanan tambahan bagi 100 penderita stunting, serta penanaman 500 batang pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
"Jalan yang kita bangun hari ini akan menjadi penghubung aktivitas ekonomi masyarakat di masa depan. Kami berharap hasil pembangunan ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam jangka panjang dan menjadi pemicu tumbuhnya kesejahteraan bersama," tambahnya.
Selain sasaran fisik, TMMD/N ke-129 juga melaksanakan kegiatan nonfisik berupa penyuluhan, sosialisasi dan pembekalan kepada masyarakat dengan berbagai materi yang dibutuhkan. Kegiatan tersebut melibatkan narasumber dari kementerian terkait, Korem 032/Wbr, Polres Kabupaten Lima Puluh Kota, Kodim 0306/50 Kota serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lima Puluh Kota.
Pelaksanaan Pra-TMMD telah berlangsung sejak 10 Juni hingga 14 Juli 2026, sedangkan pelaksanaan TMMD/N ke-129 akan berlangsung selama 30 hari, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026.
Sebanyak 150 personel diterjunkan dalam pelaksanaan program ini yang terdiri dari Dansatgas dan staf sebanyak 23 orang, Tim Penyuluh enam orang, Tim Keslap dua orang, Tim Teknisi empat orang serta 115 personel SSK Satgas yang akan bekerja bersama masyarakat di lapangan.
Dukungan anggaran untuk penyelesaian sasaran TMMD/N ke-129 TA 2026 dialokasikan melalui APBD Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan.
Letkol Inf Adi Nofriadi Nata juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan dan menjaga hasil pembangunan yang dilaksanakan melalui TMMD/N.
"TMMD/N adalah milik kita bersama. Apa yang dikerjakan oleh prajurit TNI hari ini tidak akan berarti tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat hasil pembangunan ini sebagai warisan untuk generasi mendatang," ungkapnya.
TMMD/N ke-129 bukan hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga menanamkan semangat gotong royong dan kebersamaan. Ketika TNI dan rakyat bergandengan tangan membangun nagari, maka yang terbangun bukan hanya jalan dan rumah, tetapi juga harapan akan masa depan yang lebih sejahtera bagi masyarakat Kabupaten Lima Puluh Kota. (R.Sitepu)

No comments:
Post a Comment