Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pertambangan Merusak Lingkungan, Islam Memberikan Solusi?

Thursday, July 16, 2026 | Thursday, July 16, 2026 WIB




Oleh: Siti Aminah, S. Pd (Relawan Opini Konsel) 

Baru-baru ini warga dari berbagai desa di Torobulu kecamatan Laeya kabupaten Konawe Selatan melakukan aksi ke Pengadilan Negeri Andoolo akibat pemberhentian sementara tambang PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) yang diduga telah merusak lingkungan dan maksud kedatangan mereka untuk mendukung PT tersebut agar tetap beroperasi di wilayah mereka. 

Sebagaimana yang dilansir oleh Antarasultra.com, ribuan warga dari berbagai desa di wilayah lingkar tambang PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) memadati halaman Pengadilan Negeri Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, pada Senin (8/6/2026). Kehadiran mereka merupakan bentuk dukungan terhadap keberadaan PT WIN yang saat ini tengah menghadapi gugatan hukum terkait aktivitas pertambangan (9/6/2026).

Alih-alih warga menolak beroperasinya tambang PT WIN, justru mereka mendukung perusahaan itu tetap beroperasi. Padahal perusahaan itu sudah mengeruk sumber daya alam mereka, merusak alam, dan aktivitasnya sudah mendekati pemukiman warga. Fakta ini mampu membuka mata kita betapa warga jauh dari kata sejahtera, bagaiman tidak rasa takut akan kehilangan pekerjaan sangat jelas menghantui mereka dengan tidak beroperasinya PT WIN ini.

Sayangnya lapangan pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan tersebut ditukar dengan pengerukan sumber daya alam yang membabibuta tanpa memperdulikan kondisi masyarakat yang ada di sekitar. Apakah mereka terpapar polusi, sumber air mereka tercemar, dan dampak lain yang diakibatkan oleh pengelolaan tambang itu tidak lagi menjadi perhatian. Pastinya tambang sudah memberikan pekerjaan. 

Padahal pekerjaan atau uang yang didapatkan oleh warga tidak sebanding dengan yang didapatkan oleh perusahaan tambang tersebut, bahkan sangat jauh selisihnya. Jika warga memikirkan jauh ke kedepan dampak dari hasil pengerukan SDA tersebut jauh lebih mengerikan bahkan akan dirasakan oleh tuju turunan rakyat yang hidup di situ. Miris bukan! 

Akibat Penerapan Sistem Kapitalisme

Pengelolaan tambang hari ini diserahkan kepada pengusaha sepenuhnya. Negara hanya sebagai perantara yang mensahkan izin operasional, tanpa monitoring di lapangan bahkan hasilnya tidak menjadi milik negara yang diperuntukkan demi kesejahteraan warga negaranya. Maka tak jarang kita temukan meskipun kaya akan SDA tapi rakyat tetap tidak sejahtera bahkan hidup dalam kemelaratan. 

Sangat ironi, hasil sumber daya alam yang melimpah hanya dinikmati segelintir orang saja yakni para korporasi. Siapa yang memiliki banyak uang, maka bisa menguasai apa saja yang mereka inginkan. Sedangkan rakyat hanya menjadi buruh bagi para pemilik modal (Kapitalis). 

Inilah fakta yang sesungguhnya. Ketika sistem kapitalisme yang berkuasa, maka yang kaya makin kaya yang miskin makin melarat. Rakyat hanya dijadikan sapi perah demi tercapainya cita-cita mereka salah satunya penguasaan terhadap SDA. 

Islam Pemberi Solusi

Berbeda dengan sistem Islam. Pengelolaan SDA harus diatur/diolah oleh negara untuk kepentingan seluruh warga negara. Hal ini didasari oleh hadis Rasulullah. 
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Kaum Muslimin berserikat dalam tiga hal: air, padang rumput, dan api (bahan bakar)." (HR. Abu Dawud dan Ahmad). 

Maka tambang nikel tidak boleh dimiliki oleh segelintir orang atau swasta. Tetapi merupakan kepemilikan umum dan wajib hukumnya negara mengaturnya untuk kemaslahatan seluruh warga negara. Sehingga dengan pengelolaan seperti ini tidak akan dijumpai ketimpangan ekonomi di tengah-tengah masyarakat. 

Begitu pula dalam pengelolaannya haram merusak alam secara berlebihan apalagi merusak di sekitar tempat warga negara bermukim. Hal ini juga didasari oleh firman Allah:
"...Makan dan minumlah dari rezeki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu melakukan kejahatan di bumi dengan berbuat kerusakan" (Al-Baqarah ayat 60) . 

Dengan demikian, tidak akan dijumpai rakyat yang mendukung para perusak lingkungan, mereka akan saling menjaga antara satu dengan yang lain. Karena sejatinya pilar dalam sistem Islam terbagi atas tiga bagian yakni, ketakwaan individu, kontrol masyarakat, dan penerapan aturan oleh negara secara tegas dan adil. 
Wallahu A'lam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update