Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Muharram, Saatnya Umat Bangkit Memperjuangkan Islam Kaffah

Saturday, June 20, 2026 | Saturday, June 20, 2026 WIB

 



Oleh: Ani Hayati , Sh.i


Setiap kali 1 Muharram datang, umat Islam diingatkan pada peristiwa hijrah Rasulullah ﷺ dari Makkah ke Madinah. Hijrah bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan perubahan besar yang mengubah keadaan umat dari kondisi tertindas menuju masyarakat yang diatur dengan hukum Allah. Karena itu, Muharram seharusnya menjadi momentum muhasabah sekaligus kebangkitan umat.


Hari ini, berbagai persoalan terus membelit rakyat. Kemiskinan masih menjadi kenyataan bagi banyak keluarga. Judi online merusak generasi dan menghancurkan rumah tangga. Kasus prostitusi anak, perundungan (bullying), eksploitasi seksual, hingga kekerasan terus bermunculan silih berganti. Berbagai program dan kebijakan telah diluncurkan, tetapi masalah seolah tidak pernah benar-benar selesai.

Di tingkat global, penderitaan umat Islam juga belum berakhir. Palestina, khususnya Gaza, masih menghadapi agresi dan krisis kemanusiaan yang berkepanjangan.


 Ribuan nyawa melayang, jutaan warga hidup dalam keterbatasan, sementara dunia hanya menyaksikan. Di tengah kondisi ini, umat Islam bertanya: mengapa umat yang jumlahnya besar justru tampak lemah dan tidak berdaya?

Dari sudut pandang Islam, problem yang terus berulang ini bukan sekadar persoalan individu, melainkan juga terkait dengan sistem yang mengatur kehidupan. Ketika standar halal dan haram tersingkir oleh kepentingan materi dan keuntungan, maka kerusakan akan mudah tumbuh di berbagai bidang. 


Sistem sekularisme memisahkan agama dari kehidupan publik, sehingga aturan Allah tidak lagi menjadi landasan utama dalam mengatur masyarakat.

Di level internasional, lemahnya posisi umat Islam juga menunjukkan tidak adanya kepemimpinan politik yang menyatukan kekuatan umat. Umat Islam yang tersebar di berbagai negeri lebih banyak terikat oleh batas-batas nasionalisme sehingga sulit bergerak sebagai satu kesatuan yang kokoh.


Karena itu, Muharram hendaknya tidak hanya diperingati dengan ucapan selamat tahun baru atau membuat resolusi pribadi. Muharram harus menjadi momentum untuk merenungkan akar persoalan umat dan mencari solusi yang bersumber dari Islam. Umat perlu menyadari bahwa berbagai kesulitan yang terjadi bukanlah takdir yang harus diterima tanpa usaha, melainkan masalah yang harus diperjuangkan penyelesaiannya sesuai tuntunan syariat.


Hijrah hakiki pada masa kini bukan hanya berpindah dari kebiasaan buruk menuju kebaikan secara individu, tetapi juga berusaha menghadirkan Islam secara menyeluruh dalam kehidupan. Sebagaimana Rasulullah ﷺ membangun perubahan secara bertahap, terarah, dan penuh kesabaran, umat Islam pun dituntut untuk berjuang secara sungguh-sungguh demi tegaknya aturan Allah dalam seluruh aspek kehidupan.


Muharram 1448 H harus menjadi pengingat bahwa kebangkitan umat tidak akan lahir dari sikap pasif. Ia membutuhkan kesadaran, perjuangan, dan kesungguhan untuk kembali menjadikan Islam sebagai pedoman hidup secara kaffah.


 Dengan demikian, umat Islam dapat kembali meraih kemuliaan sebagai khairu ummah, umat terbaik yang menghadirkan rahmat bagi seluruh manusia.

"Muharram bukan sekadar ganti tahun. Muharram adalah panggilan untuk berhijrah dari keluh kesah menuju perjuangan, dari diam menuju perubahan, dan dari sistem buatan manusia menuju aturan Allah yang sempurna."

Waallahu a'lam bishowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update