Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Muharram Momen Perubahan Sekuler Menuju Islam Kaffah

Saturday, June 20, 2026 | Saturday, June 20, 2026 WIB

Oleh: Emy (Ibu rumah tangga)

Setiap pergantian tahun baru Islam selalu menjadi momen penting umat muslim untuk melakukan refleksi spiritual. Bulan Muharram, sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah, bukanlah sekedar penanda waktu, melainkan sebuah momentum penuh makna. Dalam Islam, Muharram disebut sebagai salah satu bulan yang mulia, bahkan dijuluki Syahrullah al-muharram atau "Bulan Allah Muharram". Lantas, mengapa Muharram memiliki keistimewaan tersendiri dalam Islam.? Keutamaan bulan Muharram telah ditegaskan dalam Al-Quran, Allah Swt berfirman: "Sesungguhnya bilangan disisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, diantara ada empat bulan haram." (QS.At-Taubah 36). Empat bulan (suci) itu adalah Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Disebut haram karena di bulan-bulan ini umat Islam diperintahkan untuk menjaga diri dari segala bentuk dosa, dan menjauhi maksiat. 

Nabi Muhammad Saw, menyebut Muharram sebagai"bulan Allah", sebuah penisbatan yang menunjukkan kemuliaan dan keistimewaan tersendiri.

Penetapan Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender Islam berkaitan dengan peristiwa hijrah Nabi Muhammad Saw, dari Mekkah ke Madinah. Peristiwa itu menjadi Titik balik perjuangan dakwah Islam secara kolektif dan terbuka. Semangat hijrah bukan hanya berpindah tempat, tetapi lebih dari itu, ia adalah ajakan dari gelap menuju terang, dari kebatilan menuju kebenaran. Bulan Muharram adalah waktu istimewa yang didalamnya banyak keutamaan. Bukan hanya awal tahun dalam kalender Islam tetapi kesempatan besar memperkuat ketakwaan. 

Bulan Muharram seharusnya bukan hanya diperingati sebagai pergantian waktu, tetapi seharusnya dijadikan sebagai awal perubahan. Seperti halnya pada saat itu, Rasulullah Saw dan para sahabatnya membangun masyarakat Islam dan meninggalkan sistem jahiliah. Dengan tegaknya sistem syariat Islam, bukan hanya menyelamatkan umat Islam saja, tetapi akan menjadikan Rahmat dan berkah seluruh umat didunia. Namun, realita sekarang predikat sebagai Umat terbaik seakan hanya slogan saja. Kondisi umat Islam saat ini semakin tidak baik-baik saja, disekat-sekat oleh batas negaranya masing-masing. Semestinya, Muharram hadir ditengah kondisi masyarakat yang tengah dihadapkan dengan berbagai persoalan yang rumit. Genosida terhadap rakyat Palestina terus berlanjut, negeri-negeri muslim seakan bungkam tanpa pembelaan hanya cukup mengecam tanpa tindakan yang nyata. Sistem sekuler telah berhasil memisahkan agama dan kehidupan, sehingga agama hanya sebagai ritual saja yang cukup menjalankan ibadah mabdoh saja. Agama seakan dipersempit, hukum dalam ekonomi dan politik cukup memakai aturan ciptaan manusia yang suatu saat dapat dirubah sesuai kepentingan mereka. Negara seakan tidak hadir sebagai sebagai pelayan dan penjaga umat, negara saat ini sibuk mengurus segelintir elite. Inilah sebabnya kenapa berbagai problematika selalu menimpa umat Islam, karena segala aturannya tidak disandarkan pada syariat Islam yang jelas-jelas wahyunya berasal dari Allah Swt.

Perubahan yang hakiki tidak akan tercapai dengan merubah metode dan mengganti seorang pemimpin. Oleh sebab itu, sudah saatnya kita kembali kepada sistem Islam kaffah, yang dapat memberikan solusi berbagai permasalahan umat dari seluruh aspek kehidupan. Dengan demikian, bertepatan dengan bulan Muharram menjadikan awal perubahan yang sebenar-benarnya. Menjadikan Muharram momentum, penetapan Islam secara kaffah dalam seluruh aspek kehidupan. Bulan Muharram bukan hanya mengenang hijrah saja, tetapi bertekad untuk melakukan hijrah secara nyata menuju kehidupan yang lebih baik, dari perbuatan yang dilarang Allah menuju ketakwaan, dari hukum yang dibuat manusia ke hukum yang dibuat oleh Allah Swt.

Kebangkitan umat akan terwujud jika Islam dijadikan satu-satunya aturan hidup.


Wallahu alam bishowab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update