Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Refleksi Hardiknas: Ketika Pendidikan Tak Lagi Menjadi Penerang Bangsa

Friday, May 01, 2026 | Friday, May 01, 2026 WIB



Oleh Yasmin Raihan 

Aktivis Muslimah


Melihat realita hari ini, kekerasan dan pelecehan seksual makin sering terjadi disekolah maupun kampus. Dua pelaku kasus penganiayaan pelajar di Bantul berhasil ditangkap aparat kepolisian setelah melalui serangkaian penyelidikan. Korban, Ilham Dwi Saputra (16), meninggal dunia usai mengalami pengeroyokan brutal yang terjadi pada 14 April 2026 di wilayah Pandak. (tvonenews.com)

Adapun budaya joki UTBK, plagiarisme, manipulasi nilai yang terus terjadi bahkan merata disetiap lini instansi pendidikan. seperti yang terjadi di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Dilansir detikJatim, Rabu (22/4/2026), di Unesa, panitia berhasil mengamankan seorang joki yang mencoba mengelabui petugas dengan dokumen palsu. Sementara di Unair, terduga joki diduga sudah terendus identitasnya hingga akhirnya memilih tidak hadir di lokasi ujian.

Tak hanya itu, masalah Narkoba merambah di kalangan pelajar dan mahasiswa, sehingga tak sedikit dari mereka lahir perbuatan melawan, menghina bahkan berani memenjarakan guru. Dari kasus-kasus di atas terbaca bahwa peringatan Hardiknas menjadi alarm keras bagi semua pihak utuk memperbaiki kembali kondisi buruk dunia pendidikan hari ini.

Refleksi Hardiknas

2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional, hal ini menjadi bentuk pemicu untuk segera sadar atas kegagalan implementasi arah/peta sebagai jalan pendidikan sehingga menghasilkan pelajar yang krisis kepribadiannya, yaitu cenderung sekuler, liberal, dan pragmatis, sehingga jauh dari predikat kaum intelektual yang beradab dan bermoral. 

Hal ini tak luput dari akar permasalahan, yakni sistem kapitalistik. Sistem ini melahirkan orang-orang yang ingin sukses instan tanpa mau berusaha secara serius, bahkan tak sedikit dari mereka mengambil jalan pintas yakni menghalalkan segala cara demi mendapatkan cuan dalam jumlah besar.  

Dalam sistem ini  minim sekali pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai agama yang benar pada para pelajar, hal ini memperlebar ruang kebebasan yang akhirnya mengikis moral dan kepribadian, bahkan mudah terseret pada tindak kejahatan dan kemaksiatan. 

Islam, Solusi Pendidikan Paripurna 

Sepanjang penerapan Islam, yang telah telah menjelma menjadi satu-satunya sistem yang mampu melahirkan generasi cerdas nan beradab. Islam memprioritaskan pendidikan sebagai modal awal membangun sebuah peradaban. Dalam Islam, pendidikan merupakan hal penting dan mendasar yang wajib dijamin pemenuhannya oleh negara. Asas akidah pada sistem pendidikan Islam menghasilkan insan kamil yang cerdas sekaligus bertakwa sehingga tidak melakukan kecurangan demi meraih kesuksesan.

Adapun mengenai kurikulumnya, pendidikan Islam dibangun berdasarkan akidah Islam. Pelajaran dan metodologinya diselaraskan dengan asas tersebut, sehingga pendidikan Islam berfokus pada pembentukan karakter (syakhsiyah Islamiyah) dimana pelajar harus memiliki keselarasan antara pola pikir dan pola sikapnya. 

Tak hanya pelajar, guru harus memiliki kepribadian dan akhlak yang baik, menjadi uswah bagi para siswa. Bukan sekadar penyampai ilmu, tetapi ia juga pembimbing yang baik. Agar guru melakukan tugasnya dengan baik dan profesional, mereka diberi fasilitas pelatihan untuk meningkatkan kompetensi, sarana dan prasarana yang menunjang metode dan strategi belajar, serta jaminan kesejahteraan sebagai tenaga profesional, yakni gaji yang memadai. 

Semua itu tidak bisa dilakukan tanpa peran negara sebagai penyelenggara utama pendidikan. Negara berkewajiban mengatur segala aspek terkait pendidikan, mulai dari kurikulum hingga hak untuk mendapat pendidikan yang layak bagai setiap warga negara. Adapaun sarana dan prasarana sekolah hingga kesejahteraan guru pun dijamin oleh negara.

Tak sampai disitu, Islam menerapkan sistem sanksi yang tegas bagi para pelaku kejahatan termasuk pelajar. Sinergi pendidikan dalam keluarga, lingkungan dan sistem pendidikan Islam yang diterapkan oleh negara harus berpijak pada aqidah dan syariat Islam. 

Maka dapat disimpulkan, tidak ada satu sistem pendidikan mana pun selain Islam yang mampu membawa peradaban cemerlang, baik dari pendidikan sumber daya manusianya maupun ilmu yang dicapainya. Saatnya berbenah secara fundamental, yakni menerapkan sistem pendidikan Islam secara kaffah.

Wallahu a'lam bish-shawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update