Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Konten Membahayakan Anak dan Pentingnya Peran Orang Tua

Monday, May 25, 2026 | Monday, May 25, 2026 WIB Last Updated 2026-05-25T10:13:19Z




Oleh Bu Ardi (Umu Nadhiroh)

Aktivis Muslimah


Konten viral di media sosial tidak selalu membawa dampak positif. Alih-alih menjadi hiburan, sebagian konten justru dapat membahayakan anak-anak. Seperti yang baru terjadi di Lombok Timur, dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat meniru konten viral freestyle atau handstand yang dilakukan oleh anak-anak. Ironisnya, sebagian orang tua justru cenderung membiarkan anak mengikuti tren tersebut tanpa pengawasan yang memadai.

Fenomena ini menunjukkan bahwa pengaruh media sosial terhadap anak tidak bisa dianggap sepele. Anak-anak berada pada fase perkembangan yang masih sangat mudah meniru apa yang mereka lihat, terlebih jika suatu konten sedang ramai diperbincangkan dan mendapatkan banyak perhatian.

Seorang psikolog anak, Evryanti Putri, mengamati bahwa anak-anak yang mengikuti tren di media sosial umumnya ingin mendapatkan pengakuan dari teman-temannya. Mereka merasa bangga ketika memperoleh perhatian melalui jumlah like dan views pada konten yang dibuat. Dalam kondisi seperti ini, anak sering kali memandang popularitas di media sosial sebagai bentuk penghargaan atas dirinya.

Selain itu, secara perkembangan otak, anak usia dini belum memiliki kematangan berpikir yang sempurna. Mereka belum mampu memikirkan dampak jangka panjang maupun risiko dari tindakan yang dilakukan. Akibatnya, anak cenderung mudah ikut-ikutan tanpa mempertimbangkan bahaya yang dapat mengancam keselamatannya.

Meski demikian, media sosial sebenarnya juga dapat memberikan dampak positif apabila digunakan dengan tepat. Menurut Evryanti Putri, konten digital bisa menjadi sarana pengembangan minat dan bakat anak jika diarahkan melalui pendampingan yang baik dan profesional. Dengan arahan yang tepat, potensi anak dapat berkembang hingga menjadi sebuah prestasi yang membanggakan.

Namun, orang tua tetap memiliki peran penting untuk menjelaskan dampak negatif dari konten yang ditonton anak. Anak perlu diberikan pemahaman mengenai bahaya dan risiko yang mungkin terjadi, termasuk risiko kecelakaan fisik yang dapat berujung pada kematian. Pengawasan orang tua menjadi sangat penting agar anak tidak sembarangan meniru konten yang berbahaya demi mengikuti tren semata.

Dalam Islam, anak-anak yang belum balig belum dibebani taklif hukum karena akalnya belum sempurna. Oleh sebab itu, mereka membutuhkan pendampingan dari orang dewasa untuk diarahkan kepada kebaikan. Islam menempatkan orang tua atau wali sebagai pihak yang bertanggung jawab mendidik, mengasuh, dan melindungi anak dari segala bentuk bahaya.

Selain peran orang tua, pendidikan dalam Islam juga bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu keluarga, lingkungan, dan negara. Ketiganya harus saling mendukung dalam membentuk generasi yang berkepribadian baik dan memiliki pemahaman yang benar.

Negara pun memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga generasi dari pengaruh buruk media. Negara seharusnya membatasi secara ketat penyebaran informasi yang tidak bermanfaat, terlebih yang membahayakan keselamatan anak-anak. Di sisi lain, negara juga perlu memperbanyak konten edukatif dan positif agar lahir generasi yang cerdas, beradab, dan mampu membangun peradaban yang cemerlang.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update