Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Warga Panik Isu BBM Naik

Monday, April 20, 2026 | Monday, April 20, 2026 WIB



oleh: Marlina


Perang Iran dengan Amerika-Israel masih berlangsung. Israel tidak menghentikan serangan ke arah Iran begitupun sebaliknya Iran tidak berhenti membalas perlakuan Israel. Berlangsungnya perang ini memberikan dampak pada negara-negara yang bergantung BBM di selat Hormuz. Termasuk Indonesia akan mengalami dampaknya. Wacana BBM naik akibat konflik perang memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Kenaikan BBM tentu akan berimbas pada mahalnya biaya transportasi sehingga mendorong naiknya harga kebutuhan pokok masyarakat. Menurut menteri keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, dipastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak naik hingga akhir 2026-meski di tengah perang antara AS-Israel dan Iran harga minyak dunia mencapai US$100/barel. 


Dikatakan juga oleh Purbaya bahwa menteri keuangan telah mengalkulasi harga minyak dunia ketika mencapai US$80/barel, US$90/barel, serta US$100/barel bahkan hingga mitigasi harga minyak dunia ke APBN. Langkah ini telah disebutkan oleh presiden dan anggota kabinet merah putih yang telah memperhitungkan harga minyak dunia rata-rata US$100 sepanjang 2026. Sehingga anggaran masih bisa ditekan di 2,92% terhadap PDB,” jelas menteri keuangan Purbaya.

Purbaya mengungkap APBN pada kuartal I 2026 atau per 31 Maret defisit Rp240,1 triliun atau sebesar 0,93% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit APBN terjadi karena belanja negara lebih tinggi dibandingkan pendapatan negara. Hingga akhir Maret 2026 pemerintah mencatat belanja negara naik 31,4% ke level Rp815 triliun secara tahunan (year-on-year/yoy). Adapun pendapatan negara per Maret 2026 tercatat sebesar Rp574,9 triliun atau meningkat 10,5% secara tahunan. Angka pendapatan itu lebih rendah dari belanja negara per Maret 2026. (BBC.com)


Namun dengan begitu BBM non subsidi naik di beberapa tempat. Sebagian masyarakat harus antre berjam-jam untuk mendapatkan BBM secara eceran dengan harga tinggi akibat tertahannya kapal tangker di selat Hormuz. Demi penghematan, pemerintah sudah melakukan efisiensi bahan bakar dengan memberikan jadwal berkerja dari rumah untuk para pekerja baik pekerja lembaga pemerintahan maupun swasta. Namun hal tersebut tidak akan bertahan lama karena bahan bakar minyak Indonesia bergantung pada negara lain. 



Pemerintah Tidak Independen


Indonesia dengan kekayaan perut bumi yang melimpah ternyata masih bergantung pada negara lain dalam pengelolaan Sumber Daya Alam. Akibatnya pemerintah ibarat kata “maju kena mundur juga kena”. Jika BBM dinaikkan maka akan terjadi inflasi sehingga memicu gejolak sosial di tengah masyarakat. Masih dalam wacana saja masyarakat sudah mengalami kepanikan. Namun jika tidak naik APBN akan mengalami defisit besar. Karena Indonesia termasuk negara net importir yang mengandalkan pasokan BBM dari luar. Hal ini menimbulkan keresahan masyarakat, impian buruk tentang kenaikan harga bahan pokok sudah di depan mata. Harga kebutuhan pokok makin tinggi, harga plastik kemasan sudah mulai naik lebih dahulu. Situasi buruk tengah mengancam negara ini, akibat bergantung pada impor BBM. Politik dan ekonomi kerap terguncang ketika ada sentimen global. 


Kapitalisme Biang Keladi


Ada apa gerangan Indonesia tidak bisa lepas dari keterikatan negara lain? tentu ada alasan kuat yang membuat pemerintah Indonesia memilih masih bergantung daripada lepas mandiri untuk mengelola sumber daya alam yang dimiliki. Penyebab utama adalah ketidaksesuaian antara jenis minyak mentah dengan yang diproduksi di Indonesia dengan spesifikasi kilang pengolahan yang ada. Sebagian besar kilang di Indonesia dirancang untuk mengolah minyak mentah dengan kadar sulfur tinggi ( sour crude), sedangkan produksi nasional saat ini lebih banyak menghasilkan minyak mentah dengan kadar sulfur rendah ( sweet crude).


Oleh karena itu, lebih efisien secara ekonomi untuk menjual sweet crude di pasar internasional dengan harga premium dan mengimpor sour crude yang lebih cocok untuk diolah oleh kilang domestik. Solusi jangka panjang untuk tidak bergantung dengan modernisasi kilang yang ada atau membangun kilang baru. (https://jurnal.stkipmb.ac.id). Selain itu adanya ketidakjujuran internal pengelola BBM di negeri ini. Sudah tertangkap beberapa orang karena terlibat kasus korupsi di Pertamina. Ditambah dengan buruknya peran penguasa yang terus tunduk pada elit global. Sikap tunduk penguasa pada negara Amerika karena penerapan Kapitalisme dan Amerika pengusung ideologinya. 


Kontruksi Islam dalam Mengelola BBM


Negara Indonesia adalah negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Sejatinya negara ini akan lebih bersahabat dengan negeri Islam lainnya bukan bergabung dengan negara Kapitalisme. Negeri muslim belahan lain memiliki kekayaan minyak melimpah seperti wilayah Arab, termasuk negara Iran akan mendistribusikan minyak keseluruhan negeri-negeri Islam. Negara Islam dengan sistemnya akan mampu menjaga kestabilan politik dan ekonominya. Sehingga tidak mudah terguncang akibat gejolak global yang terjadi. Negara akan mengelola BBM dengan tepat dan bertanggung jawab sesuai dengan syariat Islam. Karena Islam mengatur dengan rinci pengelolaan BBM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.


 Minyak merupakan kekayaan milik umum yang wajib dikelola untuk kemaslahatan masyarakat, dilarang untuk dikuasai swasta untuk menghindari adanya monopoli yang menyebabkan harga tinggi. khilafah akan mendistribusikan dengan adil dengan harga murah kepada individu masyarakat. Adanya kedaulatan Energi, sehingga tidak bergantung pada mekanisme pasar global karena langka atau adanya kenaikan.


Demikianlah Islam ketika diterapkan secara menyeluruh oleh negara maka masyarakat akan sejahtera. Mereka tidak merasa panik menghadapi konflik perang yang terjadi. Dengan demikian maka pemerintah akan bekerja sesuai dengan perintah Allah bukan perintah elit global. Karena penerapan Syariat Islam akan menjamin sebuah negara yang independen. 


Wallahu a'lam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update