Nusantaranews.net, Bukittinggi – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bukittinggi dari Fraksi Gerindra, Beni Yusrial, S.IP., M.M., sukses menggelar kegiatan reses masa persidangan di Kelurahan Belakang Balok, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB), pada Rabu (30/04/2026). Kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi politisi Gerindra tersebut untuk menjemput langsung aspirasi masyarakat, sekaligus memperkuat fungsi pengawasan dan komunikasi dua arah antara wakil rakyat dan konstituennya.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bukittinggi, Camat ABTB, Lurah Belakang Balok, tokoh masyarakat, niniak mamak, bundo kanduang, jajaran RT/RW, kader posyandu, serta ratusan warga setempat. Jalannya acara juga didampingi langsung oleh tim Sekretariat DPRD Kota Bukittinggi guna memastikan administrasi dan pelaksanaan berjalan dengan lancar.
Dalam reses kali ini, isu mitigasi bencana menjadi sorotan utama. Wilayah Belakang Balok dan sekitarnya dinilai memiliki potensi risiko kebencanaan yang memerlukan kesiapsiagaan kolektif antara pemerintah dan masyarakat. Selain isu kebencanaan, warga memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan sejumlah keluhan yang masih membayangi wilayah mereka, di antaranya permasalahan genangan air yang kerap muncul di kawasan Birugo saat intensitas hujan tinggi, minimnya pelatihan kesiapsiagaan bencana bagi masyarakat awam, hingga kendala pasokan air bersih yang belum merata dirasakan oleh sebagian warga.
Menanggapi keluhan tersebut, perwakilan OPD dan instansi teknis yang hadir langsung memberikan skema solusi yang akan segera direalisasikan secara bertahap. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berkomitmen segera melakukan aksi pembersihan lingkungan dan drainase untuk mengurai titik genangan air di kawasan Birugo. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyatakan kesiapan menggelar pelatihan kebencanaan bagi warga, dengan catatan pihak kelurahan diminta segera memfasilitasi pembentukan Surat Keputusan Kelompok Belajar Kelurahan (KBLK) sebagai langkah awal.
Di sisi lain, pihak Kelurahan Belakang Balok juga menegaskan akan mengambil tindakan dengan memanggil warga yang memasang bramban (penghalang) yang ditengarai mengganggu ketertiban lingkungan dan saluran air. Untuk masalah krisis air bersih, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) telah menyusun langkah strategis jangka pendek dan menengah, meliputi rencana penambahan sumber air baru, revitalisasi Reservoir Bangkaweh, serta normalisasi Batang Tambuo demi menuntaskan kebutuhan warga.
Secara umum, Beni Yusrial menilai seluruh aspirasi yang mengemuka dalam reses ini sangat objektif dan selaras dengan program prioritas Pemerintah Kota Bukittinggi yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi yang mendalam atas antusiasme dan sikap kritis warga Belakang Balok, serta menegaskan bahwa setiap masukan ini akan dikawal ketat dalam fungsi penganggaran dan pengawasan di DPRD.
Beni Yusrial menegaskan bahwa dukungan dan sinergi dari seluruh lapisan masyarakat adalah energi utama bagi parlemen. Menurutnya, tanpa pengawalan bersama, aspirasi tersebut tidak akan maksimal. Pihaknya berkomitmen bersama pemerintah daerah untuk memperjuangkan program yang menyentuh langsung hajat hidup orang banyak ini agar terealisasi secara optimal. Melalui momentum reses ini, diharapkan kemitraan antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi membangun Bukittinggi yang lebih tangguh dan sejahtera. (R.Sitepu)

No comments:
Post a Comment