Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ironi Pembangunan di Sistem Kapitalisme

Tuesday, March 03, 2026 | Tuesday, March 03, 2026 WIB

 



Dartem 


Dedi Mulyadi merespon terkait sebuah jembatan di Dayeuhkolot. Sebelumnya, warga kabupaten Bandung melakukan aksi protes dengan memasang spanduk di jembatan Sasak Geulis yang terletak di Dayeuhkolot pada hari Sabtu (7/2/2026). 

Protes tersebut dilakukan akibat jembatan Sasak Geulis yang sudah rusak dan retak-retak dan sudah berlangsung selama kurang lebih 5 tahun. Kerusakan itu tidak kunjung diperbaiki. 


Masyarakat melakukan aksi imbas dari kekecewaannya terhadap lambannya perbaikan jembatan dari tahun 2021.

Solusi sementara, jembatan hanya ditopang bailey sebagai solusi sementara. Jembatan tersebut padahal masih dipergunakan oleh warga untuk pergi beraktivitas, tribunnews.com (Minggu, 8/2/2026)


Kasus jembatan rusak dan lambannya penanganan sesungguhnya bukan saja terjadi di Dayeuhkolot. Banyak juga terjadi diberbagai daerah. Jembatan rusak di Dayeuhkolot hanya salah satu diantaranya. Masalah lambannya penanganan juga sudah menjadi hal yang biasa terjadi. Padahal, insfratruktur seperti jalan raya, jembatan adalah kebutuhan setiap manusia secara umum. Negaralah yang berkewajiban untuk mengurus dan memenuhi kebutuhan tersebut. Negara, dalam hal ini pemerintah harus sigap dalam merespon dn menanggapi setiap keluhan rakyatnya. 


Akan tetapi, yang sering terjadi adalah pemerintah cenderung lamban dalam menanggapi setiap masalah. No viral no justice, setiap masalah harus viral dulu, baru mendapatkan respon. Itulah yang sering terjadi. Disisi lain, pembangunan digenjot secara jor-joran oleh pemerintah, seperti pembangunan daerah pariwisata, perumahan, jalan tol dll. Sementara itu, masih banyak daerah pelosok yang terabaikan dan tidak mendapatkan perhatian. Jalan rusak, berlubang, berlumpur ketika turun hujan hingga jembatan yang rusak. Sampai-sampai, para pelajar harus bertaruh nyawa melintasi sungai melewati jembatan yang rusak, hingga bergelantungan memakai tali untuk menyebrang. 


Itulah sekelumit kisah dan fakta yang terjadi dimasyarakat, terutama didaerah pedalaman yang jauh dari kota. Perlu diketahui bahwa adanya kasus tersebut diatas tidak lain karena penerapan sistem yang salah yaitu sistem ekonomi Kapitalisme. Sistem inilah yang melahirkan terjadi kesenjangan ditengah masyarakat. Pembangunan tidak merata dan cenderung tidak adil bagi rakyat. 

Semua itu wajar terjadi karena dalam sistem kapitalisme yang dikejar adalah materi dan keuntungan individu atau kelompok semata, bukan untuk kepentingan rakyat. Paradigma kapitalisme membuat kebijakan dalam pembangunan berdasarkan untung rugi. 


Berbeda dengan sistem Islam 


Islam memandang bahwa insfratruktur seperti jalan dan jembatan merupakan hak rakyat yang harus dipenuhi oleh negara. Negara wajib memberikan pelayanan yang serius tentang urusan rakyat, termasuk jembatan. Penguasa dalam Islam adalah raa'in ( pengurus urusan rakyat), bukan regulator seperti dalam sistem demokrasi kapitalisme. Pembangunan dalam Islam tidak berlandaskan manfaat, tapi benar-benar atas dasar landasan akidah. Tidak ada keuntungan yang ingin diraih selain hanya menggapai ridho Allah semata.


Rakyat bukan sebagai lahan bisnis, tapi sebagai manusia yang harus di ri'ayah dengan baik dan sesuai syariat Islam.

Untuk biaya pembangunan, Khalifah menggunakan kas Baitul Mal yang dihasilkan dari harga kepemilikan umum. Harta inilah yang akan digunakan untuk membangun berbagai keperluan insfratruktur. Dana yang sangat melimpah akan sangat cukup untuk biaya tersebut.


Selain itu, sanksi Islam yang tegas mampu meminimalisir terjadinya tindakan kesewenang-wenangan para pejabat sehingga tidak terjadi banyak korupsi. 

Sistem Islam akan membentuk manusia yang beriman dan bertakwa sehingga takut kepada Allah.


Semua itu akan terwujud dalam suatu negara yang menerapkan syariat Islam secara kaffah dalam kehidupan. 

Oleh karena itu, kaum muslim sudah seharusnya sadar bahwa hanya dengan penerapan syari'at Islam bukan dengan sistem kapitalisme. Yuk semangat mendakwahkan Islam kaffah agar masyarakat paham akan pentingnya penerapan Islam yang kaffah yang akan bisa mensejahterakan seluruh alam.


Wallahu a'lam bishawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update