Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Perkuat Nilai Adat dan Agama, DPRD Bukittinggi Sinkronkan Persiapan Alek Nagari Bersama Ninik Mamak

Friday, January 09, 2026 | Friday, January 09, 2026 WIB

Nusantaranews.net, Bukittinggi– Komitmen untuk memperkuat filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah terus dibuktikan oleh jajaran legislatif Kota Bukittinggi. Melalui Komisi I DPRD Kota Bukittinggi, sebuah rapat audiensi strategis digelar bersama tokoh adat dan ulama guna membahas persiapan pelaksanaan Alek Nagari Khatam Al-Qur’an, Jumat (9/1/2026).

Rapat yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Bukittinggi ini dihadiri oleh pemuka-pemuka lembaga adat terkemuka, di antaranya Lembaga Kerapatan Adat Alam Nagari (LKAAN), Kerapatan Adat Kurai (KAK), Kerapatan Adat Nagari (KAN), serta perwakilan Alim Ulama dari Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Bukittinggi.

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Kota Bukittinggi, Dedi Fatria, S.H., M.H., didampingi Wakil Ketua Komisi I H. Shabirin Rachmad, S.Sos, Sekretaris Komisi I Yerry Amiruddin, S.E., serta Anggota Komisi I H. Arnis Malin Palimo, S.Pd, dan M. Taufik, S.Ag., M.M., Tuanku Mudo. Jalannya audiensi turut difasilitasi penuh oleh Sekretaris DPRD beserta jajaran Sekretariat DPRD Kota Bukittinggi.

Dalam sambutannya, Dedi Fatria menegaskan bahwa Alek Nagari Khatam Al-Qur’an bukan sekadar kegiatan seremonial tahunan. Menurutnya, momentum ini memiliki makna mendalam bagi penguatan karakter generasi muda dan pelestarian budaya lokal.

“Audiensi ini merupakan wadah silaturahmi sekaligus penyamaan persepsi antara DPRD dengan unsur adat dan ulama. Alek Nagari Khatam Al-Qur’an memiliki nilai strategis dalam menanamkan nilai keagamaan dan pembinaan karakter anak cucu kemenakan kita di Kota Bukittinggi,” ujar Dedi Fatria.

Lebih lanjut, politisi senior ini menyatakan bahwa Komisi I siap mengawal dan mendukung kegiatan adat serta keagamaan agar tetap sejalan dengan regulasi yang ada tanpa meninggalkan akar budaya lokal. Ia menekankan bahwa pandangan dari para ninik mamak dan alim ulama sangat dibutuhkan sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah ke depan.

“Kami berharap terbangun sinergi yang kuat antara DPRD, pemerintah daerah, lembaga adat, dan ulama demi terwujudnya masyarakat Kota Bukittinggi yang beradat, beragama, dan berakhlak mulia,” tambahnya.

Dalam forum tersebut, para perwakilan LKAAN, KAK, KAN, dan FKDT menyampaikan berbagai aspirasi agar pelaksanaan Alek Nagari dapat melibatkan seluruh unsur masyarakat secara optimal dan benar-benar mencerminkan identitas budaya Nagari Kurai.

Komisi I DPRD Kota Bukittinggi menyambut baik masukan tersebut dan berjanji akan menindaklanjuti poin-poin diskusi sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pembinaan generasi qurani di Kota Wisata ini. (Red)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update