Nusantaranews.net, Limapuluh Kota – Tantangan pembangunan kesehatan di Kabupaten Limapuluh Kota dinilai semakin kompleks, mulai dari persoalan stunting, angka kematian ibu dan bayi, hingga keterbatasan sumber daya manusia (SDM) kesehatan di wilayah dengan karakter geografis yang beragam. Kondisi ini mengemuka dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Limapuluh Kota periode 2023–2028 yang digelar di Aula Kantor Bupati Limapuluh Kota.
Ketua IBI Limapuluh Kota terpilih, Wilda Reflita, S.ST., M.M, menegaskan bahwa bidan berada di garis terdepan dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan daerah, khususnya di tingkat pelayanan dasar. Dengan sebaran wilayah yang luas dan kondisi akses layanan yang tidak merata, peran bidan menjadi krusial dalam menjangkau ibu dan anak hingga ke pelosok nagari.
“Bidan tidak hanya dituntut memberikan pelayanan medis, tetapi juga berperan dalam edukasi kesehatan, pencegahan stunting, serta pendampingan keluarga secara berkelanjutan,” ujar Wilda.
Saat ini, IBI Limapuluh Kota menaungi 639 bidan yang tersebar di 17 ranting pada 22 fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas, rumah sakit, instansi pemerintah, dan praktik mandiri. Namun demikian, Wilda mengakui bahwa beban kerja bidan terus meningkat seiring bertambahnya program kesehatan nasional dan daerah yang harus diimplementasikan di lapangan.
Selain persoalan SDM, tantangan lain yang dihadapi adalah penyesuaian terhadap kebijakan kesehatan yang dinamis, keterbatasan sarana pendukung di beberapa wilayah, serta tuntutan peningkatan kompetensi di tengah perubahan regulasi dan teknologi pelayanan kesehatan.
Dalam sambutannya, Bupati Limapuluh Kota H. Safni Sikumbang mengakui bahwa upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah daerah dan organisasi profesi. Menurutnya, Muscab IBI menjadi ruang strategis untuk merumuskan langkah konkret menghadapi persoalan kesehatan daerah.
“Penurunan stunting, penguatan pelayanan ibu dan anak, serta pemerataan layanan kesehatan dasar masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Bidan memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan tersebut,” kata Safni.
Pemerintah daerah, lanjutnya, terus berupaya memperkuat layanan kesehatan melalui pengangkatan bidan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) serta dukungan pendidikan berkelanjutan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi.
Dalam Muscab tersebut, Wilda Reflita kembali dipercaya memimpin IBI Limapuluh Kota untuk masa jabatan lima tahun ke depan. Kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan program yang adaptif dan inovatif dalam menjawab tantangan kesehatan daerah, sekaligus memperkuat posisi bidan sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat (R. Sitepu)

No comments:
Post a Comment