Oleh Heni Rohaeni
Aktivis Muslimah
Banda Aceh-Seorang santri nekat membakar gedung asrama pondok pesantren di Kuta Baro, Aceh Besar karena kesal mendapatkan perundungan dari teman-temannya. Pelaku saat ini sudah diamankan pihak kepolisian. "Pelaku mengaku telah mengalami tindakan bullying yang dilakukan oleh beberapa temannya, tindakan bullying yang dialami anak pelaku di antaranya anak pelaku sering dikatakan idiot ataupun t**," kata Kapolresta Banda Aceh Kombes Joko Heri Purwono dilansir detikSumut, Jumat (7/11/2025). Peristiwa itu terjadi pada Jumat (31/10) dini hari. Aksi perundungan menyebabkan pelaku tertekan secara mental hingga timbul niat pelaku untuk membakar gedung asrama di pesantren.https://news.detik.com
Bahaya bullying sudah semakin menghawatirkan, bukan hanya disekolah umum,kini pondok pesantren menjadi tempat untuk bullying.miris ketika korban mengalami perundungan dari teman-temannya mengakibatkan mentalnya rapuh.
Penyebab terjadinya bullying atau perundungan yang di alami generasi adalah pendidikan sekuler yang diterapkan saat ini, yaitu memisahkan agama dari kehidupan, yang berfokus pada nilai-nilai akademik demi menunjang karier tanpa membentuk orang yang bertakwa.
Generasi yang lahir dari sekulerisme liberalisme tumbuh menjadi generasi yang jauh dari nilai-nilai agama. Menjadikan agama hanya sebatas agama ritual saja, maka tak heran jika hari ini generasi mengalami krisis moral, bersifat arogan, tidak berakhlak dan tidak berempati terhadap sesama.
Remaja memang pintar secara pemikiran dan akademik, namun mereka kehilangan jati diri dan pijakan dalam berkehidupan.
Kecanggihan teknologi dimanfaatkan bagi generasi untuk mengakses informasi dan tontonan yang berbau kekerasan dan kekejaman, ini menjadi pemicu terjadinya lonjakan bullying yang kian hari tidak terkontrol.
Dalam sistem Islam, negara ikut andil dalam menjalankan tugasnya untuk melindungi generasi dari hal yang bisa membahayakan mereka termasuk media massa yang merusak mental generasi.
Rasulullah saw. bersabda: “Imam (kepala negara) sebagai pengurus rakyat dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang ia urus.” (HR Muslim dan Ahmad).
Dalam pandangan Islam juga mempunyai visi dan misi untuk mencetak generasi berkepribadian Islam dan membentuk generasi yang bertaqwa, agar lahir generasi yang tidak hanya pintar secara pemikiran namun juga berakhlak mulia.
Wallahualam bissawab

No comments:
Post a Comment