Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Zionis Membungkam Opini Dunia tentang Gaza Oleh: Ummu Aura (Muslimah Peduli Umat)

Tuesday, October 14, 2025 | Tuesday, October 14, 2025 WIB Last Updated 2025-10-13T22:32:25Z



Rezim Zionis kembali melancarkan propaganda besar-besaran di media sosial dengan menggandeng influencer berbayar. Setiap unggahan yang mendukung narasi mereka dihargai sekitar 7.000 dolar AS atau setara 116 juta rupiah. Tujuannya jelas: menutupi kejahatan perang di Gaza dan membentuk opini publik yang simpatik terhadap penjajahan.


Kampanye ini dijalankan secara masif melalui jaringan influencer, manipulasi algoritma, penggunaan AI, serta kerja sama rahasia dengan sejumlah media. Dokumen yang diajukan berdasarkan Undang-Undang Pendaftaran Agen Asing AS mengungkap bahwa strategi tersebut dirancang untuk memengaruhi generasi muda dan membungkam kritik terhadap genosida di Gaza.


Perdana Menteri Netanyahu sendiri mengakui pentingnya “perang informasi” untuk menjaga citra Zionis di dunia. Di sisi lain, perusahaan yang terafiliasi dengan mereka berupaya melemahkan gerakan boikot global, termasuk di Indonesia, dengan mendekati tokoh agama dan memberi donasi untuk Palestina agar produk mereka tidak diboikot.


Propaganda dan Pembungkaman Kebenaran


Upaya Zionis mengendalikan opini global bukan hal baru. Mereka bahkan membunuh jurnalis dari kantor berita internasional seperti Reuters, Al Jazeera, dan Associated Press agar kekejamannya tidak terekspos. Tindakan ini melanjutkan propaganda lama yang dikenal sebagai Hasbara, yaitu strategi sistematis untuk mengendalikan narasi terkait genosida di Gaza.


Tahun 2025, rezim Zionis mengalokasikan sekitar 150 juta dolar AS (Rp2,4 triliun) demi propaganda global. Pembunuhan jurnalis dan bayaran bagi influencer menunjukkan ketakutan mereka terhadap kebenaran. Dukungan masyarakat dunia terhadap Palestina semakin kuat karena fakta kekejaman mereka terus terbuka di media sosial.


Wajah Asli Kapitalisme


Fenomena ini menunjukkan wajah sejati kapitalisme: opini publik dapat dibeli dengan uang. Media dan influencer yang seharusnya menjadi penyampai kebenaran justru tunduk pada kepentingan materi. Independensi media pun runtuh, berganti menjadi alat propaganda yang menyesatkan.


Sistem kapitalisme menilai segala sesuatu dari manfaat semata. Akibatnya, moral dan nurani manusia terkikis. Dua tahun serangan Zionis di Gaza menewaskan lebih dari 67.000 warga, termasuk 20.000 anak-anak. Ratusan rumah sakit hancur, kelaparan meluas, dan ribuan anak kehilangan anggota tubuhnya. Kapitalisme menjadikan manusia kehilangan kemanusiaan, hanya mengejar keuntungan tanpa empati.


Ironisnya, Amerika Serikat—yang mengklaim sebagai penjaga demokrasi dan HAM—menjadi pendukung utama Zionis. Negara-negara Arab dan muslim pun banyak yang memilih diam atau justru mendukung kebijakan Amerika demi menjaga kepentingan politik dan ekonomi mereka.


Sistem Islam Penjaga Kebenaran


Kenyataan ini membuktikan perlunya sistem yang mampu menjaga kebenaran dari manipulasi dan kebohongan. Sistem itu hanya ada dalam Islam. Dalam pandangan Islam, opini publik adalah amanah, bukan komoditas yang bisa diperjualbelikan.


Allah Swt. berfirman,


> “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, periksalah dengan teliti...” (QS Al-Hujurat [49]: 6).




Islam menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menyebarkan informasi. Dalam sistem Khilafah, media diarahkan untuk menyeru pada kebenaran, bukan keuntungan. Rasulullah saw. bersabda:


> “Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, ubahlah dengan tangan; jika tidak mampu, dengan lisan; dan jika tidak mampu, dengan hati—itulah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim).



Media dalam negara Khilafah berfungsi mencerdaskan umat, menyuarakan perjuangan, serta menjelaskan makar musuh Islam. Setiap pemilik media wajib bertanggung jawab atas isi kontennya agar tidak menyimpang dari syariat.


Dakwah Ideologis dan Harapan Umat


Perlawanan terhadap narasi batil Zionis bukan sekadar perang informasi, tetapi bagian dari jihad pemikiran. Hanya dengan kepemimpinan global Islam—Daulah Khilafah—opini publik dapat dikembalikan pada kebenaran.


Umat Islam harus bersatu dalam dakwah ideologis untuk mewujudkan janji Allah Swt.:


> “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh bahwa Dia akan menjadikan mereka berkuasa di bumi...” (QS An-Nur [24]: 55).


Janji ini menjadi penguat semangat perjuangan bahwa tegaknya Khilafah adalah jalan untuk menegakkan kebenaran dan membebaskan umat dari dominasi kebohongan global.

Wallahu a'lam 

 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update