Oleh Suherti
Aktivis Dakwah
Sampai
saat ini penajajan Israel atas Palestina masi terus berkecamuk, bahkan kegilaan
Zionis Yahudi semakin menjadi-jadi. Berbagai cara dilakukan untuk mengambil
alih tanah Palestin, bahkan dengan cara yang lebih keji dan brutal, yaitu
dengan jalan pelaparan masal. Korbannya bukan hanya orang dewasa saja, akan
tetapi yang lebih menyayat hati sasaran mereka juga adalah anak-anak dan balita
yang tidak berdosa. Sehingga banyak yang gugur karena camp-camp makanan mereka
diserang oleh Zionis. Kekejaman mereka sudah tidak bisa di tolerir lagi oleh
akal sehat.
Baru-baru
ini Presiden RI Prabowo Subianto kembali
secara eksplisit membahas solusi dua negara (two-state solution) terkait
Palestina dan Israel. Indonesia mengambil posisi diplomatik mendukung
kemerdekaan Palestina, sebagai syarat utama perdamaian sambil menawarkan
pengakuan terhadap Israel jika Palestina diakui secara berdaulat. Solusi dua
negara sudah digaungkan Prabowo sejak masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan
RI (Menhan) periode 2019-2024. Yang bertujuan untuk membentuk dua negara
merdeka, satu untuk Israel dan satu untuk Palestina, yang artinya Palestina
harus berbagi wilayah dengan Israel yang berarti sekaligus mengakui Israel
sebagai suatu negara.TRIBUNNEWS.COM
Two-State
Solution atau Solusi dua Negara jika kita perhatikan, sesungguhnya akan menjadi
jalan untuk melanggengkan penjajahan Zionis Israel kepada Palestina. Sebab
menurut usulan tersebut, wilayah Palestina hanya mencakup Tepi Barat dan jalur
Gaza, serta Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Ini berarti berbagi tanah
dengan Israel berarti mereka akan lebih
mudah menjajah negeri Palestina karena sifat serakah mereka selalu ingin
menguasai semua wilayah Palestina. Kita tahu bersama bahwa Zionis Israel adalah
penjajah, jika mereka diberikan wilayah sama saja kita telah mengakui dan
meridai kejahatan mereka yang menjajah negeri Palestina.
Beginilah
kondisi umat Islam yang hidupnya diatur oleh aturan buatan manusia yaitu Sistem
Kapitalis. Sistem ini mencengkeram dunia dengan Sekulerismenya, yang memisahkan agama dari kehidupan.
Akhirnya mencetak umat manusia yang tidak memanusiakan manusia, yang seringkali
menggaungkan Hak Asasi Manusia tetapi kenyataanya tidak menghargai hak-hak
hidup manusia yang lain. Dengan gaya penjajahannya yang mengeksploitasi semua
akses negeri jajahannya tanpa ada rasa belas kasihan bahkan ingin menguasai
seluruh wilayah jajahannya.
Hal
tersebut sangat bertentangan dengan Sistem Islam yang begitu memuliakan
manusia, yang aturannya berdasarkan hukum syarah yang mengharamkan
penjajahan, dalam Islam tujuan
memfutuhat negara lain bertujuan hanya untuk menyebarkan ajaran agama bulan untuk
mengeksploitasi negaranya. Dan haram menyerahkan tanah milik negaranya kepada
negara penjajah. Seperti yang Allah perintahkan dengan Firman-nya yang artinya
"Siapa
saja yang menyerang kalian, maka seranglah dia seimbang dengan serangannya
terhadap kalian." (TQS al-Baqoroh (2)194).
Maka
jelas dalam Islam ada kewajiban untuk mempertahankan negerinya dan memerangi
yang ingin menguasainya.
Semua
itu dapat terwujud jika kita mempunyai seorang pemimpin, dalam bingkai Daulah
Islam yang akan memberikan satu komando kepada seluruh negeri muslim, untuk
mengirimkan tentaranya untuk membela saudaranya sesama muslim, membebaskan
tanah Palestine dari serangan Zionis Israel karena dalam Solusi konflik antara
Palestina vs Israel hanya bisa tuntas dengan Jihad dan khilafah sebagai
pelindung Umat muslim dari penjajah bukan dengan Solusi dua Negara yang sering
di gaungkan tetapi tidak perna menjadi solusi Hakiki.
Wallahu'alam
bissawab

No comments:
Post a Comment