Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Solusi Dua Negara : Kemerdekaan Palestina Hanya Angan Semata

Tuesday, October 14, 2025 | Tuesday, October 14, 2025 WIB Last Updated 2025-10-14T05:14:07Z

 


Oleh Suherti

Aktivis Dakwah

Sampai saat ini penajajan Israel atas Palestina masi terus berkecamuk, bahkan kegilaan Zionis Yahudi semakin menjadi-jadi. Berbagai cara dilakukan untuk mengambil alih tanah Palestin, bahkan dengan cara yang lebih keji dan brutal, yaitu dengan jalan pelaparan masal. Korbannya bukan hanya orang dewasa saja, akan tetapi yang lebih menyayat hati sasaran mereka juga adalah anak-anak dan balita yang tidak berdosa. Sehingga banyak yang gugur karena camp-camp makanan mereka diserang oleh Zionis. Kekejaman mereka sudah tidak bisa di tolerir lagi oleh akal sehat.

Baru-baru ini  Presiden RI Prabowo Subianto kembali secara eksplisit membahas solusi dua negara (two-state solution) terkait Palestina dan Israel. Indonesia mengambil posisi diplomatik mendukung kemerdekaan Palestina, sebagai syarat utama perdamaian sambil menawarkan pengakuan terhadap Israel jika Palestina diakui secara berdaulat. Solusi dua negara sudah digaungkan Prabowo sejak masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI (Menhan) periode 2019-2024. Yang bertujuan untuk membentuk dua negara merdeka, satu untuk Israel dan satu untuk Palestina, yang artinya Palestina harus berbagi wilayah dengan Israel yang berarti sekaligus mengakui Israel sebagai suatu negara.TRIBUNNEWS.COM

Two-State Solution atau Solusi dua Negara jika kita perhatikan, sesungguhnya akan menjadi jalan untuk melanggengkan penjajahan Zionis Israel kepada Palestina. Sebab menurut usulan tersebut, wilayah Palestina hanya mencakup Tepi Barat dan jalur Gaza, serta Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Ini berarti berbagi tanah dengan Israel  berarti mereka akan lebih mudah menjajah negeri Palestina karena sifat serakah mereka selalu ingin menguasai semua wilayah Palestina. Kita tahu bersama bahwa Zionis Israel adalah penjajah, jika mereka diberikan wilayah sama saja kita telah mengakui dan meridai kejahatan mereka yang menjajah negeri Palestina.

 

Beginilah kondisi umat Islam yang hidupnya diatur oleh aturan buatan manusia yaitu Sistem Kapitalis. Sistem ini mencengkeram dunia dengan Sekulerismenya,  yang memisahkan agama dari kehidupan. Akhirnya mencetak umat manusia yang tidak memanusiakan manusia, yang seringkali menggaungkan Hak Asasi Manusia tetapi kenyataanya tidak menghargai hak-hak hidup manusia yang lain. Dengan gaya penjajahannya yang mengeksploitasi semua akses negeri jajahannya tanpa ada rasa belas kasihan bahkan ingin menguasai seluruh wilayah jajahannya.

Hal tersebut sangat bertentangan dengan Sistem Islam yang begitu memuliakan manusia, yang aturannya berdasarkan hukum syarah yang mengharamkan penjajahan,  dalam Islam tujuan memfutuhat negara lain bertujuan hanya untuk menyebarkan ajaran agama bulan untuk mengeksploitasi negaranya. Dan haram menyerahkan tanah milik negaranya kepada negara penjajah. Seperti yang Allah perintahkan dengan Firman-nya yang artinya

"Siapa saja yang menyerang kalian, maka seranglah dia seimbang dengan serangannya terhadap kalian." (TQS al-Baqoroh (2)194).

Maka jelas dalam Islam ada kewajiban untuk mempertahankan negerinya dan memerangi yang ingin menguasainya.

Semua itu dapat terwujud jika kita mempunyai seorang pemimpin, dalam bingkai Daulah Islam yang akan memberikan satu komando kepada seluruh negeri muslim, untuk mengirimkan tentaranya untuk membela saudaranya sesama muslim, membebaskan tanah Palestine dari serangan Zionis Israel karena dalam Solusi konflik antara Palestina vs Israel hanya bisa tuntas dengan Jihad dan khilafah sebagai pelindung Umat muslim dari penjajah bukan dengan Solusi dua Negara yang sering di gaungkan tetapi tidak perna menjadi solusi Hakiki.

Wallahu'alam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update