Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pengaruh Negatif Sosial Media, Fenomena Lonely In The Crowd Muncul, Apa Itu?

Sunday, October 05, 2025 | Sunday, October 05, 2025 WIB Last Updated 2025-10-05T09:21:08Z

 


Oleh: suryani


Jakarta, detik.com—Fenomena menarik perhatian mahasiswa ilmu komunikasi universitas muhammadiyah yogyakarta (UMY). Mereka kemudian melakukan riset berjudul “ loneliness in the crowd: Eksplorasi Literasi Media Digital pada Fenomena Kesepian di Tiktok melalui Konfigurasi Kajian Hiperrealitas Audiovisual”. Penelitian ini berhasil lolos seleksi program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) 2025 dan memperoleh pendanaan dari kemendiktisaintek.


Konten dalam sosial media sebagian besar merupakan rekayasa belaka, namun tak sedikit orang masih kerap tertarik bahkan membenarkan hal tersebut. Konten-konten yang tersedia dalam sosial media biasanya mempresentasikan diri kita, baik dalam bentuk pencapaian, kisah emosional percintaan. Hal ini membuat pengguna merasa bahwa perasaanya terwakilkan. Karena banyaknya yang mengonsumsi konten serupa di sosial media sehingga semakin banyak juga bermunculan di linimasa yang bisa saja berimbas pada kesehatan mental dan juga hubungan sosial manusia secara langsung.


Kesehatan mental dan hubungan sosial menjadi sasaran:


Menurut teori hipperrealitas, representasi digital kerap di anggap nyata daripada realitas itu sendiri sehingga emosi yang di bentuk media dapat mempengaruhi kesehatan mental dan hubungan sosial seseorang. Dari riset kecil yang dilakukan ditemukan fakta bahwa adanya keterkaitan antara penggunaan sosial media yang berlebihan dengan rasa kesepian, insecure, bahkan masalah kesehatan mental. Dalam laman UMY dikutip minggu (14/9/2025). Salah satu media sosial yang memiliki dampak yang tinggi yaitu Tok tok.


Melihat lebih dalam awal fenomena ini terjadi:


Munculnya paham sekuler liberal. Secara umum, sekulerisme menekankan pemisahan urusan agama dari urusan kehidupan. Nah, urusan kehidupan ini termasuk juga kehidupan publik, karena munculnya paham sekulerisme ini sehingga melahirkan paham bahwa manusia bebas mengatur kehidupan mereka sendiri atau liberalisme yang menjunjung tinggi kebebasan individu dan hak asasi manusia. Ketika paham ini dipadukan dengan platform sosial media yang didorong oleh kapitalisme memberikan pengaruh yang signifikan, sistem sekuler liberal membentuk lingkungan dan interaksi di media sosial, yang pada akhirnya memengaruhi cara manusia bersikap dan berinteraksi. Kapitalisme berorientasi pada keuntungan sehingga konten yang memiliki banyak peminat di buat meskipun tidak memiliki faedah.


Dampaknya:


Pertama, mendorong individualisme dan kebebasan tanpa batas dimana ekspresi diri tidak lagi terkontrol, individu bebas untuk mempublikasikan apapun mulai dari hal-hal pribadi hingga pandangan kontroversial tampa batasan dan nilai agama kerena karena negara tidak mengikat kebebasan dengan dasar hukum. Kedua, fokus pada hak dan kebebasan diri sendiri sehingga pengguna tidak peduli dampak dari konten yang dibuat terhadap orang lain atau masyarakat luas. Ketiga, fenomena lonely in the crowd, manusia aktif terhubung di dunia maya akan tetapi interaksi dunia nyata minim dan tenggang hal ini terjadi karena fokus mereka pada dunia online pribadi. Dampak buruknya adalah sikap asosial di mana individu sulit bergaul atau kurang peduli terhadap lingkungan sekitar.


Pada dasarnya, sistem sekuler liberal memberikan kebebasan terhadap penggunaan sosial media tanpa kontrol yang kuat dari norma agama, etika, atau sistem negara, kebebasan ini dapat dimanfaatkan oleh kepentingan kapitalis, yang akhirnya menimbulkan dampak negatif pada kesehatan mental. Interaksi sosial nyata, dan kemasyarakatan.


Kontruksi islam:


Kontruksi islam dalam mengatasi kondisi ini berakar pada konsep fitrah manusia sebagai makhluk sosial dan spiritual, serta penekanan pada kualitas dan makna dari koneksi, bukan sekedar kualitas. Kesepian yang mendalam seringkali merupakan manifestasi dari kekosongan spiritual. Islam mengatasi hal ini dengan menjadikan koneksi kepada allah swt sebagai sumber ketenangan dan keterikatan utama. Islam mengarahkan energi sosial yang hilang di dunia maya kembali ke interaksi nyata yang bermakna berlandaskan prinsip ukhuwah islamiyah, islam menganjurkan untuk menjaga hubungan kekerabatan hal ini menekankan bahwa koneksi hakiki dibangun melalui tatap muka dan kepedulian fisik yang tidak bisa digantikan oleh like atau view.


Kontruksi islam tidak hanya menawarkan solusi pribadi dan sosial, tetapi juga menyediakan sistem pemerintahan (sistem islam kaffah) yang berfungsi sebagai filter dan regulator untuk menghilangkan akar masalah yang di timbulkan oleh sistem sekuler liberal, islam menolak pemisahan agama dari negara dan urusan publik, syariat islam (hukum allah) diterapkan secara kaffah atau keseluruhan sebagai satu-satunya rujukan dalam seluruh aspek berkehidupan, termasuk politik, ekonomi, dan interaksi antar manusia maupun media, sistem islam mengatur ekonomi agar beriorentasi pada keadilan dan distribusi kekayaaan secara merata, bukan akumulasi semata. Kontrol media tidak di serahkan sepenuhnya bisa kepada pasar (kapitalis) tetapi diatur oleh negara untuk kepentingan moral dan spiritual rakyat.


Wallahu’alam.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update