Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ketahan Pangan Masih Menjadi Masalah Besar

Wednesday, October 22, 2025 | Wednesday, October 22, 2025 WIB Last Updated 2025-10-22T07:55:15Z



Oleh Santy Mey 

Aktivis Muslimah


Kebutuhan akan pangan sudah menjadi hal yang penting untuk dipenuhi, sekalipun sulit dalam memenuhinya. Karena sejatinya panganlah yang akan memenuhi kebutuhan jasmani, yang dapat menjamin kelangsungan hidup seseorang. Namun apa  yang terjadi saat ini, justru masyarakat sedang mengalami krisis ekonomi secara signifikan sampai mengakibatkan terjadinya rentan pangan.

Kabupaten Bandung termasuk salah satu daerah yang rentan pangan. Oleh sebab itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama jajarannya yang tergabung dalam Dispakan berusaha menggelar pemetaan wilayah mana saja yang termasuk peta kerawanan pangan. Dengan tingkatan  kategori yang berbeda-beda disetiap Desanya diantaranya ada rawan pangan tinggi, sedang, maupun rendah.(balebandung.com, 24-9-25).

Walaupun berdasarkan catatan dari Peta Kerentanan dan Ketahanan Pangan/Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA), menunjukkan bahwa di Kabupaten/Kota rentan rawan pangan telah mengalami penurunan, awalnya pada tahun 2022 sebanyak 74 Kabupaten/Kota dan di tahun 2023 menjadi 68 kabupaten/Kota.

Namun tetap saja faktanya masih banyak ditemukan daerah yang terkategori rentan pangan. Masih banyak warga yang kekurangan, bahkan ada juga yang tidak tersentuh bantuan sama sekali. Bukankah, hal tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah.

Dengan demikian, penyikapan terhadap kondisi rawan pangan tidak cukup hanya dengan pemetaan wilayah mana yang rawan pangan dan wilayah mana yang aman pangan. Tetapi harus dicari apa penyebab utamanya, lalu berusaha mencari solusi yang solutif. Karena, senyatanya rawan pangan merupakan buah dari penerapan sistem ekonomi yang kapitalistik. Terlebih lagi rawan pangan merupakan akibat dari kacaunya rantai distribusi barang dan jasa termasuk pangan di dalamnya.

Alhasil, kalau hanya melakukan pemetaan wilayah saja, tidak akan memberikan solusi yang tuntas tetapi hanya sekadar meneropong dari permukaan. Sehingga tidak akan menyentuh akar persoalan yang ada hanya akan menambah masalah, karena hanya buang waktu, tenaga dan pikiran serta tidak sedikit dana yang harus dikeluarkan.

Oleh karena itu, solusi tuntas untuk rawan pangan adalah dengan menerapkan sistem ekonomi Islam dalam bingkai Daulah al-Khilafah, karena hanya dengannya daulat pangan bisa diraih, alhasil kondisi rawan pangan tidak akan terjadi lagi.

Sebagaimana kita tahu, bahwa ketahanan pangan Islam memiliki konsep holistik yang dapat mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, etika, sosial, dan ekonomi. Dengan tujuan untuk memastikan ketersediaan pangan yang adil dan merata, berkelanjutan, dan bergizi bagi seluruh umat manusia. 

Karena dalam sistem Islam ketahanan pangan mencakup tiga pilar yakni tanggung jawab individu, masyarakat, dan negara. Di mana, Islam mewajibkan laki-laki untuk menafkahi keluarganya dan mendorong umat untuk hidup sederhana dan tidak boros. Jika seseorang tidak mampu, maka kerabat terdekat wajib membantu, dan tetangga yang lebih mampu memiliki kewajiban untuk membantu dalam memenuhi kebutuhan pokok tetangganya. 

Dan yang lebih penting adalah peran negara yang bertugas secara langsung memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang tidak mampu. Dengan menjamin distribusi pangan dan menyediakan lapangan pekerjaan.        

Disamping itu, Islam memandang segala upaya untuk memenuhi kebutuhan pangan, seperti pertanian adalah sebagai bagian dari ibadah dan menjaga jiwa untuk kelangsungan hidup. Kegiatan pertanian ini bahkan dianggap sebagai sedekah bagi mereka yang menanamnya.  

Konsep ketahanan pangan dalam Islam menekankan pada keadilan dalam pengelolaan dan distribusi pangan, bukan hanya ketersediaan semata. Sementara dalam penerapan inovasi dan teknologi Islam  untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi pertanian, serta untuk mengelola sumber daya secara berkelanjutan.  

Sementara, konsep kemandirian dan kedaulatan pangan dalam Islam mendorong agar suatu negara tidak terlalu bergantung pada impor, serta meneguhkan martabat dan kedaulatan bangsanya. Walhasil ketahanan pangan modern dalam Islam adalah kombinasi antara nilai-nilai moral dan etika Islam dengan praktik inovasi teknologi dan kemandirian ekonomi.

Wallahualam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update