Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Job Hugging: Gejala Sosial di Tengah Krisis Ekonomi Global

Tuesday, October 14, 2025 | Tuesday, October 14, 2025 WIB Last Updated 2025-10-14T04:48:05Z

 


Oleh Via Gantina, S.Pd

Aktivis Dakwah

Belakangan ini, istilah job hugging semakin sering terdengar. Istilah ini merujuk pada kondisi ketika seseorang enggan melepaskan pekerjaannya meskipun usia sudah tua atau bahkan telah memasuki masa pensiun. Fenomena ini tidak hanya terjadi di negara maju, tetapi juga mulai dirasakan di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia.

Penyebab utama job hugging adalah tuntutan ekonomi. Banyak pekerja merasa belum aman secara finansial jika berhenti bekerja, sehingga mereka memilih tetap bertahan di dunia kerja. Hal ini memperlihatkan adanya masalah struktural dalam sistem sosial dan ekonomi saat ini.

Fenomena ini sesungguhnya merupakan cermin dari krisis kapitalisme. Sistem kapitalis menempatkan kesejahteraan rakyat pada kemampuan individu mencari nafkah, sementara negara hanya berperan sebagai regulator. Konsekuensinya, biaya hidup terus meningkat, jaminan sosial terbatas, dan kesenjangan ekonomi semakin lebar.

Dalam kondisi tersebut, pekerja tidak memiliki pilihan selain terus bekerja. Ironisnya, hal ini justru mengurangi kesempatan bagi generasi muda yang membutuhkan lapangan pekerjaan. Terjadi persaingan tidak sehat antara generasi tua dan muda, yang semuanya dipicu oleh lemahnya perlindungan negara terhadap warganya.

Islam menawarkan solusi fundamental terhadap masalah ini. Dalam pandangan Islam, negara memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan dasar setiap individu, baik yang mampu bekerja maupun tidak. Kebutuhan dasar tersebut meliputi sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan.

Untuk mewujudkan hal itu, Islam mengatur pengelolaan sumber daya alam agar dikuasai negara dan dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat, bukan dikuasai segelintir korporasi. Selain itu, sistem baitul mal dan zakat berfungsi mendistribusikan kekayaan secara adil, sehingga tidak menumpuk di tangan segelintir orang.

Dengan sistem seperti ini, masyarakat tidak perlu khawatir ketika memasuki usia tua atau masa pensiun. Mereka tetap mendapatkan jaminan hidup layak, tanpa harus terjebak dalam fenomena job hugging yang melelahkan.

Fenomena job hugging bukanlah sekadar pilihan pribadi pekerja lanjut usia, melainkan cermin nyata dari krisis sistem kapitalisme. Ketiadaan jaminan kesejahteraan membuat rakyat dipaksa terus bekerja hingga usia renta. Islam hadir dengan solusi menyeluruh, menempatkan negara sebagai penanggung jawab utama kesejahteraan rakyat dan memastikan distribusi kekayaan berjalan adil. Dengan penerapan sistem ini, setiap individu bisa menikmati masa tua dengan tenang, tanpa harus terikat pada pekerjaan seumur hidup. Wallahu'alam bissawab

 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update