Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dampak TIKTOK Jadi Lonely in the World

Tuesday, October 14, 2025 | Tuesday, October 14, 2025 WIB Last Updated 2025-10-14T04:50:00Z

 


Oleh Nurenda

Aktivis Dakwah

Kesepian sering dianggap Masalah pribadi, padahal dari hal-hal yang terlihat sepele ini, dampaknya bisa sangat besar bagi kesehatan mental generasi muda.

Jakarta.detikedu - Media sosial bukanlah hal baru di era sekarang ini. Global Digital Reports dari data Reportal bahkan melaporkan ada 5,25 miliar orang yang aktif dimedia sosial. Uniknya, perasaan terhubung ini tidak menghilangkan perasaan sepi. Linimasa yang dipenuhi video hiburan dan kisah personal masih membuat banyak pengguna merasa terasing dari dunia nyata. Fenomena ini menarik perhatian mahasiswa Ilmu Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ( UMY), mereka kemudian melakukan riset berjudul "Lonliness In the Crowd: Eksplorasi Literasi media Digital pada Fenomena kesepian di TikTok melalui konfigurasi kajian Hiperrealitas Audiovisual.

Hebatnya TIkTok telah menjadi salah satu platform digital paling populer dan berpengaruh bahkan melampaui situs  web lain dalam hal popularitas global pada tahun 2021 menurut Cloud Flare.

Selain karena familiernya TikTok, terutama dikalangan remaja. Hal ini dikarenakan menawarkan banyaknya informasi yang bisa diperoleh dalam waktu singkat tanpa merasa bosan karena kontennya beragam, mulai dari tarian, tutorial, komedi hingga informasi pendidikan, tetapi selain itu juga TikTok dapat menimbulkan beberapa dampak positif seperti kreatifitas, ekspresi diri, dan keterampilan sosial, namun juga terdapat dampak negatif pada kesehatan mental (kecemasan), depresi harga diri rendah, penundaan tugas, pengaruh gaya hidup yang tidak sehat, serta paparan konten negatif dan cyber bullying, begitu juga dengan penggunaan secara berlebih-lebihan dapat mengganggu pola tidur dan tentu saja interaksi sosial langsung, sehingga perlu kebijakan  tersendiri agar penggunaannya seimbang.

Peran serta Pemerintah dalam pengawasan terhadap dampak TikTok di masyarakat seharusnya bisa ikut terlibat dalam sistem pengaturan dan kebijakan, berupa pemblokiran aplikasi yang berupa konten negatif, kemudian penegakan aturan tentang pemutusan akses konten ilegal, serta penerapan standar keamanan dan privasi data pengguna.

Pemerintah juga harus bisa berkolaborasi dengan TikTok dan lembaga lain untuk memperkuat penyaringan konten dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan termasuk persyaratan untuk membuka kantor-kantor lokal, merekrut staf moderasi, dan memfasilitasi pelaporan konten negatif.

Bagaimana kemudian peran serta keluarga terutama orangtua dalam pembatasan Aplikasi TikTok untuk para anak mereka, orangtua juga diharapkan bisa ikut berteknologi dengan cara menggunakan fitur pasangan keluarga di TikTok untuk mengatur layar harian, membatasi konten berbahaya dengan mode terbatas, menyesuaikan privasi, serta melakukan diskusi terbuka dan memberikan kegiatan alternatif untuk anak, dan cara-cara tersebut atau tutorial nya bisa dengan mudah kita akses di aplikasi-aplikasi informasi seperti contoh Google.

Bagaimana pandangan agama terhadap teknologi, agama Islam sebenarnya mendukung kemajuan teknologi, Selama teknologi tersebut digunakan untuk kebaikan dan sejalan dengan nilai-nilai moral dan etika Islam, karena Islam mendorong umatnya untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan meningkatkan kesejahteraan manusia, asalkan dalam penggunaannya tidak bertentangan dengan ajaran agama, tidak pula merugikan orang lain dan tidak merusak lingkungan, karena teknologi dapat menjadi alat untuk menyebarkan ajaran Islam dan memajukan peradaban Islam, dan melalui ilmu pengetahuan dan teknologi, diharapkan manusia dapat lebih mengenal dan memahami kebesaran Allah Swt.

Islam pada dasarnya memandang sains dan teknologi secara positif sebagai alat yang bisa memajukan kehidupan manusia itu sendiri apabila digunakan sesuai nilai-nilai moral dan etika Islam, karena sejarah juga telah menunjukkan bahwa umat muslim memiliki kontribusi besar dalam perkembangan teknologi oleh sebab itu menunjukkan dorongan Islam untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kebaikan seluruh umat manusia.

Seperti terdapat di Qs Al Alaq ayat 1-5  mengawali Wahyu pertama dengan perintah " iqro "(bacalah), yang menekankan pentingnya ilmu pengetahuan dan membaca sebagai dasar kemajuan.

Masyarakat seharusnya menjadikan Islam sebagai identitas utama, sehingga tidak terus menerus terjerumus menjadi korban sistem sekuler liberal, generasi muda Seharusnya bisa tetap produktif dan berkontribusi dalam menyelesaikan problematika umat, karena para generasi muda memiliki potensi jauh lebih besar untuk menghasilkan karya-karya produktif, bukan menjadi generasi lemah dan tidak berdaya. Karena perkembangan dan peradaban umat akan bergantung pada generasi-generasi muda. Wallahu'alam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update