Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gaza Tak Butuh Solusi Dua Negara

Wednesday, October 15, 2025 | Wednesday, October 15, 2025 WIB Last Updated 2025-10-15T09:53:13Z

 



Oleh : Nur Chusnul Ramadhan (Relawan Opini)


Presiden RI Prabowo Subianto sudah tiga kali secara eksplisit membahas solusi dua negara (two-state solution) terkait konflik Israel vs Palestina. Dalam pertemuan tersebut Prabowo Subianto menegaskan, posisi diplomatik Indonesia yang mendukung kemerdekaan Palestina sebagai syarat utama perdamaian, sambil menawarkan pengakuan terhadap Israel jika Palestina diakui secara berdaulat.


Sementara itu kondisi Gaza kian memburuk Zionis AS terus meningkatkan serangan untuk mengosongkan Gaza. Tidak ada satu pun negara yang berdiri di sisi Gaza. Semua mengambil posisi aman dengan AS sebagai pencetus solusi dua negara. Solusi dua negara terus didengungkan sebagai solusi atas konflik di Palestina. KTT Khusus Penyelesaian Damai atas Masalah Palestina dan Implementasi Solusi Dua Negara telah diadakan sehari menjelang Sidang Majelis Umum PBB yang ke-80 (23-9-2025). 


Pada KTT tersebut lebih dari 150 negara telah mengakui negara Palestina, termasuk Inggris dan Prancis. Indonesia negeri mayoritas berpenduduk muslim tidak berpihak melindungi Palestina dari serangan Zionis, justru pernyataan presiden Prabowo Subianto Indonesia mendukung solusi dua negara. 


*Solusi Penjajah*


Solusi dua negara mengikis dan mencederai rasa keadilan bagi rakyat Palestina sebab entitas Yahudi membangun negara Israel ditanah Palestina adalah ilegal. Israel adalah penjajah yang merebut tanah Palestina. Dari pihak pemukim ilegal zionis Yahudi secara tegas menolak mengakui eksistensi dan kemerdekaan negara Palestina. 


Perdana Menteri Yahudi Benyamin Natanyahu, dalam Sidang Umum PBB secara tegas menolak untuk mengakui kemerdekaan negara Palestina. Jadi mustahil bisa menawarkan solusi dua negara jika dari pihak penjajah dan perampok tanah Palestina ngotot memguasai sepenuhnya hasil rampokan mereka. Apalagi entitas Yahudi mendapat dukungan dari negara adidaya Amerika Sarikat. Sedari awal sudah terlihat bahwa solusi dua negara dirancang guna mengekalkan negara Zionis atas Palestina. 


Sejatinya solusi dua negara telah lama dirancang oleh Komisi Peel yang dibentuk oleh pemerintah Inggris pada tahun 1936. Inggris merupakan negara yang memberi fasilitas pengungsian besar-besaran kaum diaspora Yahudi ke Palestina.


Solusi dua negara bentuk keputusasaan Amerika Serikat atas keteguhan rakyat Gaza dan para Mujahidin. Solusi dua negara ini justru membuktikan kekalahan Zionis dalam menghadapi para pejuang. Sejak dua tahun berlalu mereka membombardir Gaza dengan biaya yang sangat besar, tetapi para pejuang tidak kunjung menyerah. Meski Zionis sudah menggunakan strategi pelaparan, Gaza tetap kukuh. Mengakui kemerdekaan Palestina sama dengan mengakui pencaplokan oleh entitas Yahudi 70% sampai 80% wilayah muslim Palestina. Solusi penuh ilusi ikut disuarakan pemimpin negeri-negeri muslim termasuk Indonesia, makin menjauhkan dari pembebasan Gaza.


*Bebaskan Palestina Dengan Jihad Fi Sabilillah*


Dengan demikian Solusi syar'i atas genosida di Gaza adalah pengerahan pasukan Muslim untuk jihad fi sabilillah. Solusi dua negara bukan keinginan penduduk palestina bukan juga solusi yang dikehendaki umat Islam. Kaum Muslimin sangat mampu melawan Zionis, bahkan akan memenangkan perang hanya dalam waktu 1 jam saja. Allah SWT telah memerintahkan kaum Muslim untuk melakukan perlawanan terhadap pihak-pihak yang memgusir dan memerangi mereka, Firman-Nya : Perangilah mereka dimana saja kalian jumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka mengusir kalian (TQS al-Baqarah :191).


Jelaslah bahwa penyelesaian krisis di Palestina tidak mungkin diselesaikan di tangan PBB ataupun para penguasa Muslim saat ini. Umat Islam saat ini membutuhkan kepemimpinan Islam global yakni Khilafah yang akan melindungi setiap jengkal tanah kaum Muslim serta nyawa kaum Muslim. Kaum Muslim menuntut tegaknya institusi penjaga Gaza dan kaum Muslimin semuanya dengan Khilafah Islamiyah. Sebab tak ada lagi jalan keluar yang sahih dan tepat selain jihad fi sabilillah dibawah satu komando kepemimpinan Islam global Khilafah Islamiyah.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update