Oleh Sahna Salfini Husyairoh, S.T
Aktivis Muslimah
Hidup tidak hanya sebatas menjalankan impian dunia, tetapi impian setelah hidup di dunia
Sibuk mati-matian mengejar urusan dunia yang sesaat, tapi main-main mengejar urusan akhirat yang abadi
Banyak orang terperosok pada ilusi kebahagiaan yang semu, padahal kebahagiaan hakiki sudah didepan mata
Menangisi hingga mengakhiri hidup bila urusan dunia tak tercapai, tapi bercanda bila meninggalkan Syariat-Nya
Sungguh merugi hidup ini, jika semua hanya dibuat main-main saja
Teringat surat Cinta-Nya dalam alunan indah surat Al Ashr ayat 1-3, "Demi Masa, Sesungguhnya manusia dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal Sholeh, saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran"
Surat cinta ini selalu disampaikan oleh para sahabat saat saling berjumpa, berbeda dengan kita yang hanya membaca untuk mempercepat sholat
Padahal maknanya luar biasa jika kita menghayatinya
Semoga aku, kamu dan dia tahu bahwa hidup ini singkat, kebahagiaan hakiki hanya jika mencapai ridho Allah
Waktu yang sebentar ini, gunakan sebaik mungkin, karena kematian tak tunggu tapi
Sampaikan kebaikan walau seayat, karena dengan hidayah bisa mengubah hati yang keras membatu ini
Azamkanlah diri kita untuk mengkaji Islam Kaffah
Jadilah terbaik versi kita, menjadi sebaik-baiknya hamba-Nya
Carilah teman yang bisa mengajak kita di jalan ketaatan
Persahabatan terbaik itu dengan landasan iman
Pertanyaannya, apakah iman kita saat ini sudah kuat?
Siapa yang bisa menjamin iman kita kuat di era saat ini?
Benar, keimanan kita memang butuh dijaga, maka berjamaahlah agar ada yang mengingatkan dan menguatkan kita di jalan ketaatan, mudah mengakses amal kesalihan
Dan menjaga iman itu jangan memisahkan diri dengan Allah swt, senantiasa idrak silah Billah (menyadari hubungan kita dengan Allah dalam setiap aktivitas)
ditulis setelah senja tiba dengan alunan adzan berkumandang
.jpeg)
No comments:
Post a Comment